Pemerintah Kota Jayapura melangsungkan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda nasional pada tanggal 28 Oktober 2024. Pelaksana tugas PJ Walikota Jayapura, Christian Sohilait mengatakan, hingga saat ini masih banyak persoalan atau masalah yang terjadi di wilayah kota Jayapura yang melibatkan anak-anak muda.
Acara dibuka Kristijanindyati Puspitasari selaku Kepala Sekretariat Perwakilan Kementerian Keuangan Papua. Puspitasari menyatakan Provinsi Papua memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang sangat besar, sehingga bisa diolah menjadi produk-produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) berkualitas.
Penggerek bendera justru diambil alih oleh dua orang guru besar. Keduanya yaitu Prof. Avelinus Lefaan, MS Guru Besar Sosiologi Pedesaan Uncen dan Prof. Akbar Silo, MS, Guru Besar Ekologi Administrasi Uncen.
Pj Bupati Jayapura Semuel mengatakan, Hari Kesaktian Pancasila 2024 merupakan peringatan yang memiliki makna mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia, terlebih khususnya masyarakat Kabupaten Jayapura untuk generasi mudanya agar bisa punya semangat dalam membangun dan mengamalkan Pancasila.
Satu dekade terakhir, pemerintah Indonesia menggaungkan peringatan Hari Batik Nasional setiap tanggal 2 Oktober. Biasanya, tiap instansi yang ada di Indonesia baik itu lembaga negara, perusahaan swasta atau pun institusi pendidikan mewajibkan penggunaan batik pada hari tersebut.
Vice President Enviromental Departement PTFI Gesang Setiyadi dalam sambutannya mengatakan, peringatan hari lingkungan hidup sudah beberapa kali digelar di Kota Timika, sehingga ia berharap kegiatan tersebut bisa mengenalkan apa yang sudah dilakukan PTFI khususnya dalam kegiatan pengelolaan lingkungan.
Dia mengatakan yang paling diantisipasi pada saat pelaksanaan kegiatan itu adalah kelelahan dan dehidrasi yang bisa saja dialami oleh anak-anak ataupun orang dewasa. Apalagi kegiatan serupa dan pengalaman serupa juga pernah terjadi pada pelaksanaan kegiatan Pon 20 di Papua beberapa waktu lalu. Di mana saat itu lebih dari 20 anak harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit akibat kelelahan dan dehidrasi .
Dia mengatakan, dalam rangka persiapan peringatan Puncak hari raya anak secara nasional di kota Jayapura, semua kepala sekolah selama tiga pekan belakangan ini telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan peringatan hari anak nasional tersebut.
Menurut Walio, pada perayaan tersebut pihaknya melibatkan 3.000 anak dan hingga kini belum ada perubahan. Sehingga itu, tim akan terus memantau perkembangan dan kesehatan anak selama latihan digelar.
  Pj Walikota Jayapura, Christian Sohilait, mengatakan dalam rapat persiapan HAN yang dihadiri Pj Bupati Jayapura dan pihak Pemprov itu mendiskusikan permasalahan yang ada sebelum hari H. Sebab, Papua merupakan tuan rumah hari anak.