Oktavianus Masker Worabay, selaku Owner Event Organizer Octow Entertainment menjelaskan pelaksanaan Festival Baku Timba di Kabupaten Jayapura disambut baik para pengunjung.
Penjabat Wali Kota Jayapura Christian Sohilait di Jayapura, Senin, mengatakan pelaksanaan Festival Berg En Daal yang diinisiasi oleh Kelurahan Argapura tersebut juga merupakan ajang untuk mengembangkan kesenian lokal wilayah tersebut.
Erid mengungkapkan, kegiatan-kegiatan tersebut mendapat dukungan langsung dari Dinas Pariwisata Kota Jayapura. Dengan tujuan bisa memberikan dampak secara ekonomi, terutama bagi masyarakat. Tidak saja bagi komunitas tetapi juga pihak lainnya yang terlibat di dalam kegiatan itu.
Menurut Lurah Argapura, Ema Hamadi selaku penggagas kegiatan itu, Festifal ini dilaksanakan untuk merubah opini masyarakat luas di Kota Jayapura terhadap wilayah Argapura. Bahwa argapura selalu dikenal karena banyaknya kasus kriminal yang sering terjadi.
"Jadi kita tetap dukung event FBTM, walaupun secara dukungan dana kami tidak ada, tapi ke depan tahun 2025 kita siap bantu baik secara moril dan materil, karena event ini juga salah satu event penting di Kabupaten Jayapura seperti Festival Danau Sentani,"ucapnya.
Usai membuka FBTM V tahun 2024, Pj Bupati Jayapura Semuel Siriwa menyatakan, event ini memberikan kebanggaan kepada masyarakat Tanah Merah, karena mampu menggelar Festival Bahari Tanah Merah (FBTM) ke- V di Dermaga Tol Laut, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, yang direncanakan digelar selama empat hari mulai dari tanggal 21 hingga 24 Agustus 2024.
Dari evaluasi yang dilakukan BI Papua, pelaksanaan Feskop kali ini, minat pengunjung sangat tinggi, partisipasi dari pelaku UMKM khususnya para pengusaha kopi, kuliner dan juga pelaku usaha lainnya juga cukup tinggi.
Kepala Kantor Perwakilan BI Papua, Faturachman menjelaskan, pelaksanaan Festival Kopi tahun 2024, mengusung tema "Gemilang Emas Hijau Papua Yang Mendunia", beragam kegiatan telah terlaksana dengan baik.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Grace Yokhu mengatakan, kegiatan festival publikasi bahasa, menampilkan anak-anak yang sudah menang dalam lomba pesta seni dan budaya pada Tahun 2022, yang mengcover semua bahasa dari Port Numbay.
Seperti yang diungkapkan Owner dari Siomay, Teh Ika menjelaskan, pihaknya mengikuti Festival Kopi ini baru yang ke 3 kalinya dan pihaknya sangat mengapresiasi upaya BI dalam menghimpun para pelaku UMKM yang ada, untuk dapat bersaing serta menyediakan pasar.
Menurutnya, Feskop tahun 2024 ini mengangkat tema Gemilang Emas Hijau Papua yang Mendunia, akan diisi rangkaian kegiatan dan kompetisi untuk mengembangkan kompetensi SDM Industri Kopi dan UMKM Papua.
Pj Gubernur Papua Pegunungan melalui Sekda, Wasuok Demianus Siep pada pembukaan kegiatan mengatakan bahwa event ini memiliki keunikan dan diharapkan mampu menarik wisatawan mancanegara dengan kreativitas, inovasi dan kolaborasi sehingga dengan sendirinya ke depan event festival budaya bisa memberi warna terkait kebudayaan di daerah Papua Pegunungan.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman menjelaskan, kegiatan ini terdiri dari opening ceremony, showcasing UMKM, business matching, talkshow UMKM dan Kopi, workshop dan edukasi, competition hingga coffee lounge guna meningkatkan pasar kopi di Papua dan mendorong potensi kopi Papua.
PJ Gubernur Ppaua Pegunungan Dr. Velix Vernando Wanggai, mengatakan tema yang diangkat seperti Lestarikan Cenderawasihku dalam karnaval ini sekaligus mengkampanyekan kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan pemburuan liar terhadap burung Cenderawasih yang ada di seluruh Papua untuk dijadikan sebagai hiasan.
Kata Sandiaga usai terpilihnya FBLB sebagai 10 Top Kharisma Event Nasional (KEN) diharapkan akan memberi banyak manfaat bagi masyarakat dalam pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi. Pasalnya banyak wisatawan yang datang sehingga kemenkeraf juga akan mendukung event ini kedepannya
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Dr. H.Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A, M.B.A menyatakan pihaknya memberikan apresiasi pemerintah kabupaten Jayawijaya dan provinsi Papua Pegunungan yang secara konsisten mendukung FBLB dan tahun ini luar biasa
Kabid Destinasi dan Pariwisata Disbudpar Jayawijaya Naftali Rumbiak menyatakan untuk hari pertama kemarin pihaknya sudah mendata, dan hasilnya ada 103 turis asing yang hadir. memang ini dia agak menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai sekitar 200an di hari pertama.
Kabid Destinasi dan Pariwisata Disbudpar Kabupaten Jayawijaya Naftali Rumbiak, menyatakan pertunjukan Apen Bayeren (berjalan diatas batu panas) itu rencana akan dihadirkan pada saat penutupan besok, sebagai pertunjukan tambahan dari atraksi perang-perangan dan beberapa pertunjukan lainnya yang telah disisahkan oleh panitia
Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Fajar Utomo menyatakan FBLB merupakan salah satu pertunjukan seni budaya yang berkualitas yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Sebab iven ini adalah salah satu dari 10 Top KEN. Oleh karena itu, mewakili pemerintah pusat, pihaknya mengucapkan selamat kepada Provinsi Papua Pegunungan, khususnya Pemkab Jayawijaya.
Pj Bupati Jayawijaya Thony M Mayor, S. Pd, MM mengatakan untuk mengantisipasi gangguan kelistrikan dalam pembukaan FBLB seperti tahun 2023 lalu, pihaknya telah meminta panitia pelaksana FBLB untuk melakukan koordinasi dengan PLN UP3 Wamena untuk menyedikan suplay listrik dari mesin genset yang kapasitasnya besar agar bisa memenuhi kebutuhan pasokan listrik pada pembukaan.
Sebagai pimpinan ia harapkan bahwa panitia yang sudah mempersiapkan ini sesuai dengan rencana dan bisa berjalan dengan baik, ketika pembukaan dan penutupan semuanya berjalan lancar.
Rapat Koordinasi Persiapan Terakhir Pelaksanaan FBLB ke 32 Tahun 2024 yang dilakukan di ruang rapat sekda Kantor Bupati Jayawijaya senin (5/8). (FOTO:Denny/ Cepos)
Thony ingin memastikan semua panitia sudah siap dengan tugas masing – masing. Jika ada kendala maka itu harus langsung dicarikan solusinya. “Masyarakat juga harus mengambil peran. Paling tidak ikut menjaga nama dan wibawa Kabupaten Jayawijaya,” pintanya.
“Pendidikan yang berkualitas diharapkan bisa menghasilkan SDM yang dapat bersaing secara global, tapi tetap mampu memberikan kontribusi dalam menjaga kearifan lokal, budaya, tradisi serta bahasa lokal Biak,” ujar Semuel Rumakieuw.
Diakui, Festival Biak Pintar (FBP) yang dikemas sebagai suatu event untuk mengangkat sejumlah ekosistem pendidikan, maupun keberhasilan, prestasi siswa dan guru maupun sekolah adalah hal yang perlu mendapatkan perhatian dan apresiasi.
Kabid Destinasi dan Pariwisata Dibudpar Kabupaten Jayawijaya, Naftali Rumbiak menyatakan untuk persiapan saat ini pihaknya telah mengakomodir panitia lokal yang ada disana untuk menyelesaikan beberapa tempat seperti gapura, tribun, dekorasi dan beberapa stand UMKM.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor Kamaruddin, S.Pd mengatakan FBPmenjadi kegiatan tahunan dimana di dalamnya menyajikan sejumlah kegiatan positif dan menjadi ruang kreasi serta lomba antar sekolah-sekolah.
Ketua Panitia FBLB sekaligus sebagai Asisten I Setda Kabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, menyatakan ini kali pertama FBLB masuk dalam top ten tahun 2024 sehingga pemerintah juga persiapannya lebih maksimal, lebih rapi dan tetap berkolaborasi.
Pemda Jayawijaya memastikan akan memprioritaskan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal yang ada di Jayawijaya pada event FBLB tahun 2024. Event ini sendiri dijadwalkan akan dilakukan pada 7-10 Agustus mendatang di Distrik Wosilimo dan Wamena Kota.
Dikatakan, festival ini dikhusukan untuk anak-anak usia 4-6 tahun dan di targetkan akan diikuti oleh 500 anak. Dimana 300 anak berasal dari TK dan PAUD, serta 200 anak lainnya dari umum.
Pengunjung, kata dia, banyak yang meminati pada jelajah gua, dan menyaksikan prosesi ritual budaya lokal, seperti kegiatan besoyong. Kata-kata ini, urai Kasiyono, berasal dari kata soyong yang berarti mantera atau doa, sehingga besoyong artinya adalah sedang mengucapkan atau melantunkan jampi.
Giyai mengungkapkan, di Papua Tengah banyak sekali pegiat literasi yang bermunculan sehingga tujuannaya agar menggerakkan gerakan literaasi di tanah Papua untuk kemajuan masyarakat Papua.
PJ Bupati menilai bahwa pelaksanaan FBLB 2024 ini harus memberikan dampak perekonomian bagi masyarakat di Jayawijaya, sebab bukan hanya festivalnya saja yang ditampilkan namun harus beberapa objek wisata yang ada di wilayah ini juga harus disiapkan agar para turis itu tidak hanya berada di tempat Festival namun bisa ke beberapa tempat.
Kata Erid, sukses digelarnya Event tahunan itu di pantai Hamadi, berkat kerja sama berbagai pihak di lingkungan pemerintah kota Jayapura, komunitas, media, pelaku usaha dan masyarakat. Tidak hanya itu, gelarnya Festival tersebut Juga memberikan dampak positif kepada pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di kota Jayapura.
Kepala Disbudpar Jayawijaya Engelbert Sorabut menyatakan untuk persiapan FBLB 2024, tempatnya di wosi, persiapan lain pada prinsipnya sudah, tinggal promosi dan itu mungkin minggu ini dan minggu depan sudah dilakukan guna menghimpun para wisatawan asing dan local untuk menyaksikan pegelaran seni budaya dari suku Hubulka lewat Fastival Budaya Lembah Baliem (FBLB)
Capaian tersebut tidak lepas dari lima program unggulan yang telah diimplementasikan dan disalurkan ke berbagai lapisan masyarakat Papua masing-masing di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan tanggap darurat bencana.
Dia mengatakan saat ini ada sekitar 60 unit pengolah ikan asar milik masyarakat di kota Jayapura yang mana Ini juga bekerja sama dengan dinas Kelautan dan Perikanan kota Jayapura. Menurutnya pendampingan juga dilakukan sehubungan dengan pelatihan yang mana pihaknya juga bekerja sama dengan Universitas Cendrawasih.
Meski demikian, Pj Bupati Biak Numfor Sofia Bonsapia, SH.,M.Hum menegaskan agar seluruh stakeholder penyelenggara yang turut terlibat baik langsung dan tidak langsung bisa sama-sama melakukan evaluasi dalam pelaksanaan kegiatan ini. Terutama mengevaluasi dari segi sasaran dan manfaat yang telah dicapai.
FKN tahun ini mengambil tema Jayapura Makan Ikan Asar atau Jamaika dan Dinas Priwisata dan Ekraf sengaja mendorong agar ikan asar produk Kota Jayapura benar – benar menjadi brand yang bisa dijadikan buah tangan atau oleh – oleh.
Pihak gereja dan masyarakat Desa Ramdori dan sekitar Distrik Swandiwe dan sekitarnya, sudah sepakat sejak tanggal 1 Maret 2024 lalu, tidak melakukan aktivitas menangkap ikan di wilayah pesisir pantai. Ritual yang mereka sebut ‘Sasi’ ini, disepakati oleh seluruh warga desa dan jemaat.
Selain itu nantinya ada beberapa lomba yang diambil dari kebiasaan warga setempat. Mulai dari renang, cipta kuliner berbahan dasar ikan, lomba kole – kole tradisional, lomba menggambar dan mewarnai termasuk perahu hias.
Plt Dinas Pariwisata kota Jayapura, Erid Rumansara, S. Par, MM mengatakan demi lancarnya festival itu pihaknya telah melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan OPD terkait seperti, Dinas lingkungan hidup (DLHK), Dinas Perhubungan, Bapeda, dan dinas peternakan.
Pelaksanaan Festival kampung telah depan mata berbagai macam kegiatanpun dilakukan Dinas Pariwisata (Dispar) sebagai penyelenggara kegiatan itu, mulai dilakukan, salah satunya adalah menciptkan kebersihan di lokasi kegiatan. Hal ini sangat penting untuk memberikan kenyamanan bagi setiap pengunjung nantinya./
Pantai Kasumasa Kampung Samau, menjadi pusat lokasi kegiatan festival dimaksud. Di lokasi pantai ini juga, sebelumnya Presiden Jokowi sempat datang ke Biak dan meresmikan pelaksanaan Sail Teluk Cenderawasih di kawasan Pantai ini juga, tahun 2023, lalu.
Suku Amungme memiliki tradisi pertanian berpindah, dan berburu. Mereka mendiami beberapa lembah luas di kabupaten Mimika dan Kabupaten Puncak Jaya antara gunung-gunung tinggi yaitu lembah Tsinga, lembah Hoeya, dan lembah Noema serta lembah-lembah kecil seperti lembah Bella, Alama, Aroanop, dan Wa.
Bupati menyebut, dilaksanakannya festival ini bertujuan untuk mengangkat nilai-nilai kekayaan budaya lokal daerah, sebagai upaya kemajuan kebudayaan melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dalam melestarikan budaya lokal daerah dan meningkatkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya lokal daerah.
Tema yang diusung pada ajang kali ini yakni "Jayapura Makan Ikan Asar" atau Jamaika merupakan upaya pemerintah setempat untuk menampilkan semua potensi yang dimiliki oleh Kampung Nelayan seperti pembuatan perahu dan jaring ikan sekaligus memperkenalkan potensi perikanan laut yang dimiliki Kota Jayapura.
Dari agenda yang sempat vakum 3 tahun ini diharapkan ada momentum lain yang bisa digagas yakni kebangkitan pangan lokal. Disini juga terungkap bahwa sagu yang menjadi makanan pokok di wilayah perkampungan perlahan mulai dilupakan dan terganti oleh beras.
Kepala Wilayah Astra Motor Papua, Thomas Pradu mengungkakan bahwa kehadiran Astra Motor pada Festival Danau Sentani merupakan bentuk perhatian Astra Motor terhadap kesenian dan kebudayaan asli Papua, khususnya Sentani.
“Seperti pada kegiatan FDSmerupakan ajang mempromosikan kekayaan budaya dan alam Papua yang berdampak pada meningkatkan perekonomian. Oleh sebab itu, evaluasi terkait partisipasi warga menjadi hal penting untuk dilakukan,” kata Walilo.
Dalam penutupan tersebut, Pj. Kabupaten Jayapura, Triwarno Purnomo mengucapkan terimakasih atas partisipasi masyarakat, para pengunjung dan juga para pelaku usaha yang telah menyempatkan waktu mengikuti pelaksanaan FDS selama 5 hari yakni (19-23 Juli).
Terkait dengan itu, pihaknya berharap kolaborasi dengan UMKM yang ada di Hamadi dan pihaknya mencoba akomodir. Pihaknya juga sudah mengarahkan masyarakat di kampung nelayan yang terlibat langsung dalam kegiatan festival itu nanti, supaya betul-betul menampilkan komoditas atau produk-produk berbahan ikan asar sesuai dengan tagline Jayapura makan ikan asar.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya Engelbert Sorabut menyatakan untuk persiapan FBLB tahun 2024 ini pada prinsipnya suah siap untuk dilaksanakan karena akan dipusatkan di Lapangan Distrik Wosilimo Kabupaten Jayawijaya lantaran dinilai sangat siap untuk digunakan dalam melakukan iven itu.
Diakuinya, melanjutkan dukungan terhadap berbagai perhelatan event pariwisata, baik di tingkat lokal dan nasional di Papua, Telkomsel telah melakukan sejumlah optimalisasi kapasitas dan kualitas jaringan broadband 4G/LTE di Khalkote, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur.
"Kami setiap tahunnya selalu hadir dan kalau jualan di FDS jauh lebih cepat laku jualan kami, dibandingkan jualan di Kota, jadi event seperti ini harus kita manfaatkan,"ungkapnya.
Ketua Panitia FDS 2024 Ted Yones Mokay mengatakan, karena keterbatasan anggaran, pihaknya memaksimalkan kegiatan FDS tetap berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Meski demikian, pihaknya pastikan pelaksanaan FDS tetap dilakukan, meski H-1 masih melalui jalur utama. "Pemalangan ini tidak mengganggu aktivitas masyarakat, namun kami upayakan agar pelaksanaan FDS nanti semua akses bisa digunakan, " terangnya.
Peserta didik dari 14 Sekolah Dasar (SD), di Distrik Heram mengikuti Festival Kurikulum Merdeka di SD YPK Yoka Baru, Selasa (11/6). Kegiatan yang digagas oleh Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kota Jayapura bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Gugus X Distrik Heram ini berlangsung sangat meriah.
Harapannya setelah pelaksanaan selesai digelar kedepannya mereka bisa melakukan atau melanjutkan kegiatan serupa secara mandiri. Sehingga Kegiatan ini tidak saja dilakukan sekali saja tetapi itu berkelanjutan. Karena itu ke depannya bisa memberikan dampak secara ekonomi bagi masyarakat setempat.
PJ Gubernur Papua pegunungan Dr. Velix Vernando Wanggai, S.IP. M.P.A menyatakan Festival ini dilaksanakan sebagai wujud dukungan terhadap Kabupaten khususnya dalam mengembangkan kemajuan kebudayaan dan ketahanan pangan serta promosi wisata berbasis ekonomi masyarakat di dua Kabupaten Jayawijaya dan Yahukimo.
Minimnya perawatan membuat jembatan tersebut kini terlihat kumuh dan tercium bau tidak sedap di sekitar jembatan. Toilet, dan Papan nama Kampung Nelayan terlihat rusak, tembok sepanjang jembatan pun dicoret-coret, serta sampah-sampah berserakan oleh orang yang tidak bertangungjawab membuat jembatan ini terlihat jorok dan kumuh. terlihat juga sisa-sisa percikan pinang di sepanjang tembok jembatan kampung nelayan tersebut.
Ted Mokay menjelaskan, bagi peserta yang mengikuti tes untuk menjadi putra-putri FDS Ke-XIV tahun 2024 harus mengikutinya dengan baik. Tunjukkan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki masing-masing peserta karena untuk pemilihan putra-putri FDS baru kali pertama dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Yimin Weya, mengatakan pihaknya akan melakukan peningkatan kualitas dan kapasitas tempat wisata di provinsi induk (Papua), dikarenakan menurut Yimin, Provinsi Papua punya potensi yang sangatlah cukup dalam mengelola tempat pariwisatanya.
Festival Dekranasda dan Kopi gratis seharian merupakan program yang diinisiasi oleh Disperindagkop kota Jayapura untuk mempromosikan aksesoris buatan tangan (Hand Made) dan kuliner IKM, UMKM di Kota Jayapura.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Jayapura Robby Awi di Jayapura, mengatakan melalui Festival Misi dan Tranformasi Kampung dapat memperkuat kultural masyarakat kampung serta mempertahankan warisan leluhur melalui seni, budaya dan kearifan lokal.
Ketua Papuan Voice Jayawijaya Bonny Lani menyatakan Komunitas ini telah berdiri sejak tahun 2014 di Provinsi Papua induk, yang mana komunitas ini adalah komunitas Film maker namun film yang dibuat ini dalam bentuk advokasi tentang kehidupan masyarakat (dokumenter), komunitas ini dibagi ke beberapa daerah di seluruh Papua.
Hal tersebut diungkapkan Pemilik Noken Anniya (Pusat Kerajinan Honai Kreatif) di Kota Jayapura, Mama Merry Dogopia bahwa adanya Festival Cenderawasih sangat membantu pihaknya, dalam hal menjual produk.
Menurutnya, hal ini terbukti bahwa selama pelaksanaan event Festival Cenderawasih, 17-19 Mei 2024, tercatat capaian total omset transaksi pada penyelenggaraan Festival Cenderawasih sebesar Rp 646.279.500.
Pemerintah Provinsi Papua, menyebut Festival Cenderawasih bukan hanya sekedar perayaan seni dan budaya. Melainkan menjadi pilar penting dalam upaya mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan di Papua dengan keberagaman potensi budaya, pariwisata hingga ekomomi kreatif.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Matias B Mano mengungkapkan kegiatan Festival Kampung Nelayan ini akan mengangkat potensi-potensi lokal yang ada di kampung itu terutama potensi ikan laut.
Hal tersebut, Faturahman sampaikan saat membuka Festival Cenderawasih di hadapan PJ Gubernur Papua serta pimpinan OPD di lingkup Pemprov Papua. Dengan terbentuknya tiga provinsi baru di Papua tentunya mengpengaruhi perekonomian Papua yang dinamis dan penuh tantangan.
Piala bergilir FLS2N Papua Selatan tersebut berhasil diboyong setelah Kabupaten Merauke berhasil meraih 25 medali emas. Sementara Kontingen Kabupaten Asmat berhasil mendapatkan 5 medali emas dan berhal sebagai runer up. Kontingen Kabupaten Mappi mendapatkan 3 medali emas dan Kontingen Kabupaten Boven Digoel meraih 1 medali emas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan Ignasius Bagaga, S.Pd, mengungkapkan, bahwa pelajar yang ada di 4 kabupaten cakupan Provinsi Papua Selatan sangat antusias mengikuti festival yang digelar ini.
Selama even festival ini, ada juga keterlibatan masyarakat di kampung setempat yang sangat antusias untuk datang meramaikan. Terutama untuk mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan perlombaan tradisional yang telah diagendakan oleh panitia lokal.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Jayapura Richard Nahumury mengatakan Festival Kampung Nelayan dilaksanakan dalam rangka untuk mengembangkan tetapi juga menggali potensi ekonomi lokal di sekitar kawasan tersebut.
Diakuinya, terdapat puluhan UMKM yang akan berkumpul di festival tersebut sehingga Astra Motor Papua juga berada di acara tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap event lokal Papua dan terutama UMKM .
Dia menjelaskan anak-anak tersebut akan mengikuti kegiatan festival itu mulai 1-5 Mei dan mereka akan ditampung di salah satu hotel di Jakarta. Dua siswa tersebut masing-masing bernama Teddy dan Clara. Untuk Teddy, akan mewakili Papua untuk lomba mendongeng bahasa daerah tobati. Sementara Clara akan mewakili Papua untuk lomba kategori menyanyi bahasa daerah.
Plt Kadis Pendidikan Kota Jayapura, Abdul Majid mengatakan, Festival Bahasa Ibu, Bahasa Tobati merupakan ajang bergengsi, yang terstruktur dari daerah sampai di tingkat nasional. Ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman, dan apresiasi terhadap bahasa daerah dalam hal ini Bahasa Daerah Tobati.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Matias Mano mengatakan, Festival ini bertujuan untuk mengeksplor potensi pariwisata yang ada di kampung-kampung. Di mana Untuk pelaksanaan festival kali ini pihaknya mendorong potensi-potensi yang ada di kampung sebagai daya tarik atau nilai jual yang dapat menarik pengunjung.
Ketua Penyelenggara Festival Ramadan Saiful Ketua Penyelenggara Festival Ramadhan Sifaul Huda dalam laporannya pada pembukaan kegiatan mengatakan semarak umat muslim di Merauke, Papua Selatan menyambut Ramadhan 1445 Hijriah/2024 Masehi, dengan diisi oleh 9 mata lomba yang akan ditampilkan serta aneka bazar ramadhan takjil yang dimulai pukul 15.30 - 17.30 WIB.
Perayaan Festival Imlek diwarnai dengan berbagai atraksi barongsai, pencak silat, live music, bazar kuliner Tionghoa dan yang tidak kalah penting puluhan lampion juga mewarnai Festival Imlek tersebut.
Terkait tidak masuknya FDS di jadwal kalender KEN tahun ini, menurut Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura, Jhon Wicklif Tegai mengaku, memang FDS tidak masuk tahun ini dalam KEN setelah dilakukan peluncuran Karisma Event Nusantara (KEN) 2024 pada Sabtu (27/1/2024) di Taman Mini Indonesia Indah, bertajuk “Budaya Indonesia Panggung Dunia”.
Dia mengatakan, Dinas Pariwisata Kota Jayapura telah mengusulkan tiga event, yakni Festival Port Numbay, Kemudian dari komunitas itu ada dua usulan, yaitu Numbay Creative Festival, dan Papua Reggae Festival.
Pameran UMKM yang digelar di areal PYCH jalan baru Abepura ini, Sabtu (27/1) kemarin secara resmi dibuka Wakil Kepala Badan Intelijen (BIN) RI, Letjen TNI, I Nyoman Cantiasa. Turut dihadiri Pemerintah Provinsi Papua, Pangdam XVII Cendrawasih, Pemkab Jayapura serta forkopimda.
PJ Gubernur Papua pegunungan Dr. Velix Vernando Wanggai, SIP, MPA menyatakan pemerintah Provinsi Papua pegunungan harus membuat fondasi baru untuk rumah baru yang dikemas dalam acara bersama yaitu Papua Pegunungan Chrismas Week Festival (PPCW Fest), sebenarnya ini bukan acara pemerintah, tapi acara bersama.
Amelia menyebut Festival Budaya Nusantara ini mempersatukan budaya bangsa di Papua, artinya setiap suku memiliki budaya dan identitas dan jika tak dikembangkan maka perlahan – lahan akan dilupakan dan hilang dengan sendirinya.
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Papua, Yohanes Walilo menyebut, Festival Noken dengan tema ‘Mother of Heart’ adalah merayakan kekayaan budaya Papua dengan penuh semangat dan kehangatan.
Pj Gubernur Papua Apolo Safanpo mengungkapkan bahwa festival yang digelar ini sebagai sarana untuk menggali seluruh potensi baik seni maupun kebudayaan leluhur kita untuk dikembangkan dan diwariskan kepada generasi masa datang.
Asisten I Bidang Pemerintahan Umum dan Otsus Setda Provinsi Papua Selatan Agustinus Joko Guritno, atas nama Gubernur Papua Selatan saat membuka kegiatan tersebut mengungkapkan festival yang dilaksanakan ini dalam pembinaan dan pelestarian seni dan budaya yang ada di provinsi Papua Selatan.
Festival ini juga merupakan rangkaian perayaan HUT GKI ke-67 di Tanah Papua serta HUT Klasis GKI Keerom ke-17. Dalam festival ini juga dirangkaikan dengan pelantikan panitia Pesparawi XIV Kabupaten Keerom.
Festival Budaya Sejuta Rawa ini terbilang unik lantaran dilaksanakan parade masyarakat dengan mengunakan perahu diatas rawa. Kabupaten Mappi yang dikenal dengan kota sejuta rawa mulai menampilkan potensi -potensi alam daerah dan diperkenalkan ke kanca Nasional maupun internasiol.
Ketua HPP Otniel Deda menyampaikan festival seni dan olahraga tersebut memperebutkan piala Pj.Gubernur Papua. Adapun jenis kegiatan didalamnya meliputi lomba Yospan, Menyanyi solo, dan olahraga Futsal.
Nimel, berharap banyak bagi pemerintah kabupaten Sarmi untuk dapat mengadakan festival ini tahun depan karena memiliki nilai tambah yang sangat sukses dilaksanakan. " Menurut saya festival ini harus ada lagi tahun depan, kegiatan ini bagus, yang saya lihat banyak sekali masyarakat yang datang menyaksikan festival ini, ' katanya.
Penjabat Gubernur Papua Dr ridwan Rumasukun dalam sambutannya memberikan apresiasi sekaligus bersyukur atas pencapaian Numbay Creative Festival tahun 2023 yang digagas oleh jejaring komunitas Numbay Creative Forum (NCF)
Festival Negeri 1000 ombak Sail Teluk Cenderawasih 2023 benar-benar mengeksplore seni dan budaya Sarmi. Banyak sekali budaya yang belum diketahui masyarakat luas diangkat ke permukaan sehingga masyarakat terutama generasi muda bisa mengetahui akar dan budaya Sarmi.
Even besar Pemkab Sarmi itu mendapat sambutan hangat dari seluruh masyarakat Sarmi, sejak pagi masyarakat sudah berbondong-bondong menuju Telaga Cemara Holmafen.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Papua, Jeri Agus Yudianto mengatakan pelaksanaan STC di Sarmi akan dibuka oleh Pj Gubernur Papua Ridwan Rumasukun Selasa (19/9) hari ini.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Budiono menyampaikan PLN menerapkan langkah-langkah strategis dalam mengamankan pasokan kelistrikan. Sistem Zero Down Time (ZDT) akan diterapkan agar rangkaian festival yang sebagian besar berlangsung di Telaga Cemara Holmafen ini bisa berjalan tanpa kedip.
Kampung Skouw Yambe, salah satu kampung adat di Kota Jayapura yang letaknya berada di Distrik Muara Tami. Letak kampung ini cukup jauh dari pusat Kota Jayapura, kurang lebih butuh waktu sekitar 1 jam bahkan lebih, untuk bisa sampai ke kampung yang memiliki pantai berharap langsung dengan samudra pacific ini.