Ketua PMI Papua, Zakius Degei menyebut situasi ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Dimana pendonor darah rutin atau paguyuban masjid yang biasanya melakukan aksi donor darah tidak melakukan hal itu ketika Ramadan.
Oleh karena itu, Rustan Saru yang juga Wakil Wali Kota Jayapura ini mengajak seluruh masyarakat Kota Jayapura untuk terus berbuat baik kepada sesama dengan cara masing-masing salah satunya donor darah seperti yang dilakukan oleh paguyuban Tionghoa Kota Jayapura.
Donor Darah ini menjadi wujud nyata dari Prajurit Kodam bahwasannya aktif dalam setiap kegiatan kemanusiaan, keagamaan dan sosial kemasyarakat. "Keterlibatan personel Kodam dalam acara ini merupakan wujud sinergi antara TNI dan Gereja dalam mendukung kepentingan sosial serta kemanusiaan. Donor darah untuk menambah Stok darah di PMI, sehingga diharapkan bermanfaat bagi masyarakat yang memerlukannya," jelas Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Candra Kurniawan, S.E., M.M.,
Penanggung Jawab Tehnis Pelayanan Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Merauke Andri Barata mengungkapkan, parcel ramadan yang disiapkan itu selain untuk berbagi di bulan ramadan juga bertujuan untuk meningkatkan donor darah bagi pendonor sukarela.
Acara donor darah yang berlangsung pada tanggal 27 Februari 2025 di Swiss-Belhotel Papua, Jayapura ini melibatkan karyawan hotel, tamu, serta masyarakat umum yang ingin berpartisipasi. Kolaborasi dengan PMI memastikan bahwa kegiatan ini berjalan dengan aman dan sesuai dengan prosedur medis yang ketat.
Ia menceritakan bahwa ide membuat penggalangan pendorong darah secara sukarela ini tercetus pada 10 November 2021, ketika Wolter mengalami pengalaman pahit saat membantu seorang sahabat dari Waropen yang keluarganya kritis dan membutuhkan transfusi darah. Wolter dan sahabatnya menghadapi kenyataan sulit: stok darah di PMI Biak sering kali terbatas, dan kebutuhan darah pasien sering kali tidak terpenuhi. Setelah berkali-kali gagal mendapat stok yang dibutuhkan, Wolter akhirnya menghubungi beberapa kerabat dan rekan terdekat untuk membantu mendonorkan darah.
Kurang lebih sebanyak 160 orang dengan sukarela ingin mendonorkan darahnya sebagai wujud kepedulian terhadap sesama sekaligus untuk memenuhi kebutuhan darah di Kota Jayapura dan Papua pada umumnya. Akan tetapi sebelum melakukan donor para peserta diwajibkan terlebih dahulu cek kesehatan oleh tenaga medis.
Purnawirawan TNI ini pertama kalinya melakukan donor darah ketika usianya 18 tahun, ia ingat betul pertama kalinya tubuhnya ditusuk jarum suntik untuk donor darah adalah di RSUD Dok II.
Bambang menjelaskan, selama ini adanya pendonor darah di PMI Kabupaten Jayapura biasanya dilakukan secara mobile, dimana ada instansi pemerintah, swasta TNI/Polri yang punya kegiatan atau memperingati HUT, maka PMI Kabupaten Jayapura diundang untuk bekerja sama melakukan aksi donor darah dan terbantu bisa terkumpul sampai ratusan, karena kebutuhan darah setiap bulan di Kabupaten Jayapura bisa sampai 150-180 kantong darah /bulan.
Seperti yang diungkapkan, General Manager Swiss-Belhotel Jayapura, Papua, Hilmansyah bahwa berkaitan dengan kegiatan tersebut Swiss-belhotel juga fokus melakukan kegiatan kemanusiaan.