Pada kuarter pertama, Smansa sudah lending 5 bola, 16-6. Pada kuarter kedua, Smansa tetap menjaga keunggulan mereka 34-16. Pada kuarter ketiga, SMA TB sempat memangkas jarak menjadi 48-39. Namun pada kuarter terakhir, Smansa menemukan kembali momentum mereka dan menutup pertandingan dengan dengan skor 72-55.
Untuk final basket putra menyajikan derby Kota Jayapura, atau final all Kota Jayapura yang mempertemukan sang juara bertahan SMA YPPK Teruna Bakti dengan SMAN 1 Jayapura. SMA TB julukan SMA Teruna Bakti kembali ke final setelah berhasil mengalahkan basket SMA YPPK Agustinus Sorong pada babak fantastic four dengan skor 77-54.
Pelatih kepala basket Smansa Merauke, Yonas Tangdiesak mengaku belum puas dengan performa anak asuhnya. Meski menang telak, ia mengaku timnya masih memiliki kekurangan. “Defense kita perlu diperbaiki lagi, kalau offence sudah lumayan bagus. Fisik pemain juga masih kurang bagus, semoga pada pertandingan berikutnya lebih baik lagi,” ungkap Yonas usai pertandingan.
Sebuah lonjakan yang mengesankan bagi Papua Series, mengingat pada DBL Camp 2019, hanya dua pemain yang berhasil masuk ke dalam Top 50 Campers. Bahkan, pada DBL Camp 2022, tidak ada satupun wakil dari Papua yang berhasil masuk ke dalam daftar tersebut. Namun, pada DBL Camp 2023, Papua Series berhasil mengirimkan 3 pemain ke dalam Top 50 Campers, menunjukkan tren positif yang terjadi.
Gelar juara ini menjadi ketiga bagi SMA TB, atau kedua secara beruntun. Mereka juga pernah sekali menjadi runner up. Sebaliknya, tampil di final menjadi prestasi terbaik bagi Smanda Merauke julukan SMAN 2 Merauke.
Basket Smansa Wamena sebenarnya memiliki materi pemain cukup baik. Hanya saja anak-anak asal Kota Dingin itu tampil kurang percaya diri. Mental sangat dibutuhkan dalam pertandingan seperti ini.
Ratusan jagoan basket tingkat pelajar terpilih itu mewakili 31 kota dari 23 provinsi dari Aceh hingga Papua. Mereka akan menerima pelatihan oleh sederet pelatih-pelatih top kaliber dunia dari World Basketball Academy (WBA) Australia.