Sejumlah pertanyaan diajukan panitia pendaftaran dan pengurus Nasdem, hal ini sebagai sebuah persyaratan bagi Bakal Calon Kepala Daerah, jika ingin mendapatkan rekomendasi dari partai yang dipimpin oleh Surya Paloh itu. Paling tidak ada gambaran, terkait kepasistas dan kemampuan para bakal calon terhadap persoalan di Papua dan cara mengatasinya.
Khusus BTM, dengan rekam jejak dan kiprahnya di berbagai bidang baik pemerintahan maupun bidang yang lain yang diembannya selama ini, Yulianus menilai bahwa sosok seperti BTM ini sangat layak memimpin Papua kedepan.
Dikatakan setelah berhasil merebut kursi di DPR RI, pada pileg kemarin, tekadnyapun mencalonkan diri sebagai Gubernur Papua sekain kuat. "Pileg kemarin saya berhasil mendapatkan 61 ribu lebih suara dan itu murni saya dapatkan, dengan demikian menjadi tiket buat saya menuju 01 Papua," tuturnya.
"Mari kita hidup saling mengasihi, menghormati dan menghargai satu dengan yang lain serta tetap menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama," pinta mantan Wali Kota Jayapura dua periode ini.
Mungkin tak banyak yang tahu, Dr Benhur Tomi Mano, MM, mantan Wali Kota Jayapura dua periode ini, pernah mengenyam pendidikan di SMP Muhammadiyah dan lulus pada tahun 1982. Pria yang baru saja berulang tahun ke-59 pada Sabtu (30/3), pernah menempuh pendidikan bernuansa islami, meski dia adalah seorang pengikut Kristus yang taat.
"Untuk itu, mari kita lawan kemiskinan dan keterbelakangan, karena kami (Pamongpraja, Red) sudah ditempa menjadi calon pemimpin di pemerintahan, sehingga dapat menjalankan tugas dan pembinaan kemasyarakatan dengan baik," ungkap mantan Wali Kota Jayapura dua periode ini kepada Cenderawasih Pos usai berbuka puasa bersama warga Ponpes Hidayahtulah Holtekamp.
"Saya harap masyarakat Indonesia, khususnya di Kota Jayapura, memberikan hak suaranya dengan baik, demi masa depan Bangsa Indonesia 5 tahun ke depan," ucap BTM usai melakukan pencoblosan.
Benhur Tomi Mano, menyampaikan ucapan terima kasih kepada All Star Cigombong Putra dan Sekolah Sepak Bola (SSB) Batik Cigombong serta semua warga Cigombong Kotaraja yang telah membuat kegiatan jalan sehat.
Diapun mengatakan untuk lokasi presmian rumah tahan gempa tersebut belum diketahui secara pasti. Sebab pihaknyapun belum mendapatkan agenda resmi dari pusat. "Kami masih menunggu agenda dari pusat lokasi rumah tahan gempa yang akan diresmikan Mensos," ujarnya.
Selain gedung gereja, pada saat bersamaan juga ada peresmian Menara Lonceng Gereja oleh Pj Walikota Jayapura, dan Ketua Klasis GKI Port Numbay. "Targetnya yang hadir pada peresmian gereja ini, 1.260 jemaat, baik jemaat GKI Hen Wani Wai Mhorock sendiri, maupun Jemaat GKI induk, yakni GKI Pniel Kotaraja, serta tamu undangan," kata BTM.