Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura, Heri Purnomo, S.Si, mengatakan bahwa peningkatan tinggi gelombang dan kecepatan angin di perairan Papua dipicu oleh pertumbuhan siklon tropis yang terjadi secara ber
Meski anomali cuaca di Papua masih terbilang positif, namun BMKG tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada. Hal ini ia sampaikan mengingat kondisi cuaca di Papua terus berubah setiap waktu. Jelasnya, potensi
Prakirawan BMKG V Jayapura, Silas Leonardus Weyai, menjelaskan bahwa berdasarkan prediksi Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura, informasi cuaca dan tinggi gelombang di perairan utara Papua berlaku untuk tiga hari
  Ezri mengatakan secara umum, pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun Barat, sehingga intensitas hujan cenderung meningkat yang membawa banyak massa udara lembap ke wilayah Papua yang saat ini
Peringatan tinggi gelombang tersebut muncul di perairan utara Papua dikarenakan beberapa hari terakhir terpantau signifikan. Waspada potensi terjadinya peningkatan ketinggian gelombang akibat angin kencang maximum mencap
Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik, BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre mengatakan secara umum, pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga intensitas hujan cenderung meningkat pada p
‘’Penyebabnya apa? karena di bulan Januari sudah masuk penghujan di Papua Selatan kemudian ada daerah tekanan udara rendah atau daerah sirkulasi tripikal di wilayah utara Australia yang menyebabkan wilayah Papua Selatan
Ia mengatakan gempa tersebut terjadi pada enam provinsi di Tanah Papua. Gempa kekuatan kurang tiga magnitudo, kata dia, terjadi sebanyak 3.799 kejadian. Kemudian gempa kurang dari lima magnitudo sebanyak 1.341 kejadian,
‘’Meski agak jauh dari kita, tapi pertumbuhan awan hujan terjadi di laut,’’ katanya. Sementara di tanggal 1-4 Januari 2026, umumnya terjadi hujan ringan dan masih ada hujan sedang sampai lebat di Kabupaten Asmat, Boven D
Hal ini terjadi karena, gelombang atmosfer selama sepekan ke depan menunjukkan adanya Gelombang Kelvin aktif di sekitar Samudra Pasifik utara Papua. Sehingga berpotensi menimbulkan gangguan cuaca, khususnya di wilayah pe