Dikatakan, Pemerintah Kota Jayapura menginginkan agar anak-anak yang ada di semua sekolah di kota Jayapura di semua jenjang pendidikan yang ada, memiliki dasar kepramukaan dan mereka memiliki pengetahuan yang sangat baik pula dan pada akhirnya kegiatan pramuka tentunya dapat memberikan dampak tersendiri bagi perubahan peserta didik itu sendiri.
Bahkan kata Achmad, saat ini pihaknya telah menyusun program yang istilahnya menjemput bola, jadi masyarakat tidak hanya datang ke- perpustakan, akan tetapi petugas juga harus menjangkau masyarakat.
Komandan Lanud Silas Papare Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan minat dirgantara dan menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa dan negara.
Selain stunting, upaya yang kini dilakukan adalah menyiapkan keluarga berkualitas. Ya, membentuk keluarga berkualitas ini menurut Kepala BKKBN Papua Nerius Auparay adalah ketika menikah di usia yang matang, yakni perempuan dinilai cukup ketika di usia 21 tahun ke atas dan laki-laki di atas 25 tahun.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Edward Sihotang mengatakan, kehadiran Presiden RI Joko Widodo di Posyandu Rajawali III Perumahan Graha Nendali memberikan motivasi kepada ibu yang memiliki anak untuk dilakukan imunisasi PIN Polio, dimana ada 120 anak hadir menerima imunisasi volio diliat dari ekspektasi.
Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal mengatakan anak - anak yang ada saat ini adalah Generasi Emas Papua. Akan menjadi sebagai penerus bangsa sehingga diharapkan mampu mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional. "Mereka perlu memiliki tiga modal dasar sebagai agen perubahan dan pengawas sosial, diantaranya kekuatan moral, idealisme, dan semangat juang," beber Letkol Andrik.
Petrus menyebut, angka tersebut berdasarkan hasil kajian Universitas Negeri Papua (Unipa) dimana kebanyakan anak-anak yang tidak atau belum bersekolah ini berada di wilayah terpencil seperti di pegunungan dan pesisir Mimika.
Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jayapura, Sarlota Haay, SH, MH menyebutkan ada sebanyak 41 narapidana diantaranya 36 anak laki-laki dan 5 anak perempuan, rata-rata berusia 0-18 tahun. Jumlah tersebut berasal dari, Wamena (Papua pegunungan), Merauke (Papua Selatan), Timika (Papua Tengah), Kota dan Kabupaten Jayapura (Papua).
Pj Gubernur Papua, M Ridwan Rumasukun, mengatakan Pemerintah Papua terus berusaha secara maksimal melalui lembaga teknis dan mitra dalam hal ini MRP melalui kelompok-kelompok kerjanya dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak di seluruh tanah Papua.
“Program-program pembangunan yang kami jalankan selalu mempertimbangkan kepentingan anak-anak sebagai prioritas utama,” kata Gubernur, dalam sambutannya di peringatan HAN yang dihadiri langsung Presiden Jokowi dan Ibu Negara, Iriana.