Ketua Pansel calon anggota DPRK Provinsi Papua Pegunungan Prof. Dr. Nomensen S Mambraku menyatakan 33 nama calon Anggota DPRP Papua Pegunungan telah ditetapkan dengan hasil yang maksimal oleh pansel yang telah bekerja dengan profesional dan hati yang mulia,
Bupati Jayawijaya Athenius Murib, SH, MH menyatakan visi tersebut dituangkan ke dalam sepuluh misi pertama menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dengan dukungan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, kedua meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan inklusif mulai dari pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar untuk mendukung Jayawijaya sebagai kabupaten cerdas.
Selain Polres Jayawijaya, ada juga 7 polres dari 7 kabupaten yang telah disurati untuk mambantu pengejaran, selain itu, lapas juga berkoordinasi dengan Satgas Damai Cartenz, Badan Intelejen Negara (BIN), BAIS, Kodam XVII/ Cenderawasih, Kodim 1702/Jayawijaya, Satgas Maleo yang ada di Jayawijaya untuk melakukan pengejaran.
Itu dilakukan dengan mengerahkan tim busur atau tim opsnal reskrim Polres Jayawijaya untuk melakukan pencarian. Selain itu ada juga tim Satgas Damai Cartenz. Menurutnya, Meskipun upaya pengejaran dan pencarian yang dilakukan tim opsnal reskrim dan tim damai cartenz sudah maksimal akan tetapi belum ada hasil.
Penjabat Gubernur Papua Pegunungan, Dr. Velix Vernando Wanggai, usai melakukan perjalanan ke Danau Habema bersama Penjabat Ketua TP-PKK Papua Pegunungan, Herwin M. Wanggai, menyatakan jika wisata Danau Habema ini salah satu destinasi wisata yang menarik namun belum dikelola secara optimal karena beberapa faktor.
Untuk sajam yang disita ada 179 parang panjang berbebntuk samurai, 448 parang pendek, 404 Pisau, 91 busur panah, 800 anak panah, 6 cerulit, 9 kampak, 18 tulang kaswari, 51 katapel dan 8 panah wayar semua ini merupakan hasil razia yang sering kita tingkatkan untuk mengamankan situasi di wilayah kabupaten Jayawijaya.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menjelaskan kejadian ini bermula pada pukul 15.00 WIT, saat para tahanan mendapatkan waktu untuk beraktivitas di area dalam lapangan Lapas Kelas IIB Wamena. Sekitar pukul 15.09 WIT, di tengah hujan lebat, tujuh tahanan membobol pagar pertama di sebelah kiri dalam lapas menggunakan tang potong.
Setelah 20 menit berada di atas udara dan hampir mendekati tujuan yakni bandara Wamena, tiba -tiba ada pengumuman dari awak kabin untuk pesawat harus kembali ke Bandara Wamena tanpa alasan yang jelas kepada penumpang.
Kapolres Jayawijaya AKBP Herry Wibowo, S.IK menyatakan awal ia masuk dan melakukan sholat tarawaeh di awal bulan puasa, masjid ini masih satu lantai dan masih ditutup dengan seng di bagian atasnya, dan pada tahun 2023 dimulai pembangunan dan tahun 2025 ini sudah bisa untuk diresmikan dan digunakan sebagai sarana peribadatan.
"Kami melaksanakan apel mengantisipasi pembacaan putusan MK terkait PHPKADA Gubernur dan wakil gubernur Papua pegunungan. Pembacaan putusan MK terkait Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur di rencanakan pada pagi ini dan untuk mengantisipasi hal tersebut telah di buat Sprin regu siaga patroli untuk mengantisipasi riak-riak penolakan hasil yang dibacakan oleh MK." ungkapnya di Wamena.