Setelah tahap final didapatkan juara Juara 1 : MTs YPKP Sentani, Juara 2 : SMP Negeri 2 Sentani, Juara 3 : MTs Negeri Jayapura, juara Harapan 1 : SMP YPPK Sentani, juara Harapan 2 : SMP Negeri 2 Yapsi, juara Harapan 3 : SMP Negeri 1 Yapsi.
Pj Bupati Jayapura Triwarno yang ikut hadir bersama Pj Wali Kota Jayapura Frans Pekey, Direktur Utama PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda) Entis Sutisna dan Direktur Umum PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda) Syors Hendrik Ondi mengaku, penghargaan ini tentu hasil kerja keras dan kerjasama yang dibangun dengan baik oleh semua pihak dan diharapkan ini terus dipertahankan, bahkan bisa terus ditingkatkan untuk kemajuan perusahaan daerah maupun pelayanan yang totalitas masyarakat.
ibu Riske salah satu warga yang tinggal di Perumahan BTN Griya Qaliwe, ia mengaku banjir yang terjadi hari Sabtu lalu ia rasakan yang terparah dari banjir-banjir sebelumnya karena air masuk ke dalam rumah sampai pinggang orang dewasa dan dari kejadian ini ia mengalami kerugian materil ada alat elektroniknya rusak terendam air.
Jika melihat dari lima tahun belakangan kejadian banjir bandang di Sentani terjadai pada Sabtu malam 16 Maret 2019 nyaris sama dengan kejadian malam kemarin, hanya tak ada longsor, dan tak ada korban jiwa.
Namun naas, ia dan TY terjatuh dan akhirnya tewas. Kejadian ini terjadi pada Rabu (13/3). Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan korban Tri Sudarno sempat dilarikan ke Rumah Sakit Yowari namun nyawanya tidak tertolong.
Menurut Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Edward Sihotang, palang Puskesmas Komba sampai saat ini belum di buka, sehingga pelayanan kesehatan bagi warga yang tinggal di sekitaran Puskesmas Komba sementara dialihkan ke Puskesmas Sentani di Daerah Kemiri.
Triwarno mengaku, pihaknya akan meninjau secara langsung kondisi lokasi TPU di Kampung Dosai dengan lahan sekira lima hektar, untuk melihat sejauh mana lahan yang dimiliki Pemkab Jayapura, karena memang secara akses jalannya sudah bagus dan kendaraan bisa masuk di jalan besar Kemiri Depapre.
Triwarno mengatakan, memang kondisi jalan masuk Pasar Lama Sentani harus diperbaiki dan ditata supaya lebih rapi dan tertib lagi, karena kondisi saat ini semrawut akibat ada pedagang yang berjualan di atas trotoar atau drainase , membuang sampah tidak pada tempatnya, sehingga mengakibatkan drainase tersumbat dan air mengalir ke jalan.
Kapolresta Jayapura AKBP Fredrickus Maclarimboen melalui Kasat Reskrim AKP Sugarda A.B. Trenggoro, mengatakan, sampai saat ini Satreskrim Polres Jayapura masih melakukan penyelidikan terkait kasus penemuan mayat bayi yang ditemukan di bak tempat pembuangan sampah melalui CCTV yang ada disekitaran TKP.
Kapolresta Jayapura AKBP Fredrickus Maclarimboen melalui Kasat Reskrim AKP Sugarda A.B. Trenggoro, mengatakan, pihaknya saat ini belum mengetahui siapa yang sengaja membuang mayat bayi di bak pembuangan sampah di Jalan Tabita, Sentani.