Menurutnya, agenda tersebut juga agar memudahkan teman-teman Muslim dalam menyambut Ramadan, mereka bisa membeli bahan pokok yang dibutuhkan selama Ramadan. “Pantauan kami, sejauh ini ketersediaan bahan pokok dan harga masih stabil,” ungkap Hartati.
Kepala Dinas Disprindakop Kota Jayapura, Robert L.N Awi menyampaikan, menjelang Bulan Ramadan, pihaknya sudah membuatkan jadwal untuk melakukan peninjauan lapangan.
Penyesuaian ini mengacu pada Surat Edaran gabungan tiga kementerian yang mengatur tentang Pembelajaran selama Bulan Ramadan. Berdasarkan aturan tersebut, terdapat pembagian waktu belajar di sekolah dan belajar mandiri di rumah, maupun lingkungan dan tempat ibadah.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua, KH Syaiful Islam Al Payage menjelaskan, silaturahmi sebelum masuk bulan puasa dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti saling memaafkan maupun berkumpul bersama keluarga. Silaturahmi ini juga tidak saja kepada manusia yang masih hidup, namun bagi yang sudah meninggal juga perlu dilakukan atau biasa disebut ziarah kubur.
Kegiatan belajar mengajar di bulan Ramadhan tahun ini diwacanakan akan diliburkan selama satu bulan full. Hal ini dikarenakan beredar wacana yang menyebutkan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berharap selama bulan Ramadhan, anak-anak sekolah akan diliburkan.
Hal tersebut disampaikan, Executive General Manager Kantor Pos Cabang Utama Jayapura, Kusnadi bahwa di tahun 2024, pengiriman paket dan surat pada momen hari raya alami penurunan.
Nastur melanjutkan, jumlah besaran zakat yang dikumpulkan itu berasal dari Muzaki (wajib zakat) atau orang yang membayar zakat sebanyak 17.935 jiwa. Hasil tersebut sudah didistribusikan dan didayagunakan kepada mustahik sebanyak 3.931 jiwa.
Malam takbiran beberapa tahun terakhir memang tidak diizinkan karena situasi yang belum mendukung, namun tahun ini pihak kepolisian Polresta Jayapura memberi ruang jika memang mau melakukan takbiran keliling.
Frans Pekey dalam sambutanya mengatakan, kegiatan buka puasa bersama dengan warga muslim di perbatasan, termasuk dengan sejumlah pasukan penjaga perbatasan bertujuan untuk meningkatkan silahturahim antara Pemkot Jayapura dengan warga jemaah muslim yang ada didaerah perbatasan.
Dalam acara tersebut, hadir pula mantan Walikota Jayapura yakni Benhur Tommy Mano, dan ada beberapa orang dari DPRD kota Jayapura, Juga dihadiri Ustadz H. Abdul Halim Paggo, S. Sos, selaku penceramah, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, Pimpinan Paguyuban, tokoh pemuda, kerabat dan Anak-anak Yatim.