Sementara itu, Stakeholder Relation Departemen Head Bandara Sentani, Eka Surya mengatakan, arus mudik dan balik selama libur Lebaran pada data trafik periode libur Lebaran 2025 dimana jumlah penumpang mengalami penurunan
Dari data yang ada, sejak H-15 hingga H+9 Lebaran tahun ini, Pelabuhan Jayapura telah melayani ribuan pemudik yang menggunakan moda transportasi laut untuk merayakan Idulfitri di kampung halaman masing-masing.
Dijelaskan, meningkatnya jumlah penumpang yang menggunakan kapal Pelni di Pelabuhan Jayapura disebabkan beberapa faktor. Di antaranya adanya efisisensi anggaran dan rute, sehingga banyak penumpang yang menggunakan kapal
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Poumako, Iptu Leonard Howay mengatakan, minuman keras lokal jenis sopi yang diamankan itu berjumlah 127 liter. Barang-barang bukti itu ditemukan di dalam kemasan plastik sebanyak 114 liter, 2
Puncak arus balik ini diperkirakan berlangsung saat kedatangan kapal KM. Tatamailau dengan pelabuhan asal Tual dengan pelabuhan tujuan Poumako Timika, Asmat dan Merauke.
Pasalnya, akibat sengketa tanah yang tak kunjung usai di kawasan tersebut mengakibatkan perencanaan pembangunan sarana dan prasarana pendukung mulai dari terminal hingga ruang tunggu penumpang serta dermaga belum terlaks
  Hal ini Max katakan setelah ia dan beberapa anggota dewan lainnya melaksanakan konsultasi dan koordinasi bersama pihak PT Pelni Jayapura, pada Senin (17/3) kemarin. Menurut Max, untuk antisipasi kemacetan ini, butuh koordinasi dan kerjasama semua pihak terkait yang ada di wilayah pelabuhan laut Jayapura.
Iptu Leonard menjelaskan, giat pengamanan ini dilakukan berdasarkan jadwal kapal dimana KM Sirimau yang datang dari pelabuhan asal Tual tiba di Pelabuhan Poumako Timika sekira pukul 03.00 WIT.
  Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta mendukung kelancaran ibadah puasa bagi umat Islam di Kota Jayapura. Hingga saat ini, selama masa puasa, pihak kepolisian belum menemukan adanya penyelundupan barang terlarang atau gangguan lainnya yang dapat mengganggu situasi kamtibmas.
Antusiasme masyarakat tampak begitu tinggi, dengan kehadiran ASN, kepala kampung, tokoh adat, pemuda, tokoh agama, serta anak-anak sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA yang telah menanti sejak pukul 11.00 WIT.