Uncen sebagai universitas tertua di Papua, yang sudah mau menginjak usia 61 tahun ini, kini juga tengah berupaya keras mengimplementasikan status PTN BLU ini. Menurut Rektor Uncen Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, SE., MSc.agr, proses impelentasi Universitas Cendrawasih sabagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN BLU) masih terus berjalan.
Eco Fest tersebut melibatkan mahasiswa Uncen yang tergabung dalam kelompok Kewirausahan Merdeka. Bahkan pantauan Cenderawasih Pos, tampak halaman Auditorium Uncen dipadati dengan tenda jualan dari peserta yang mengikuti kompetisi tersebut.
Nabilah lulus dengan dua gelar sekaligus. Yaitu, Bachelor of Arts (BA) di bidang marketing dari University of Hull dan Sarjana Manajemen (SM) dari SBM ITB. Nabilah lulus dalam waktu tiga tahun. Mahasiswa double degree SBM ITB dan University of Hull lulus rata-rata membutuhkan waktu empat tahun.
Upacara pengambilan sumpah jabatan bagi dokter Umum tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Aaron Rumainum, serta dihadiri secara langsung Rektor Uncen Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, SE.MSc.agr, Jajaran Fakultas Kedokteran Uncen, maupun keluarga dari masing masing Dokter Umum tersebut.
Selain Prodi Spesialis, tapi juga Program Studi untuk Strata 2, yaitu magister Kedokteran, tapi juga Pasca Sarjana Keperawatan, dan beberapa prodi lainnya yang akan dibuka. "Mungkin yang paling cepat kami buka dalam waktu dekat ini adalah Prodi Psikologi," kata Dekan FK Uncen kepada Cendrawasih Pos, Kamis (2/11).
Robby mengatakan, kunjungan ke Negeri Paman Sam itu untuk menghadiri acara wisuda mahasiswa dari Port Numbai, yang telah dibiayai oleh Pemkot Jayapura sejak kepemimpinan Walikota BTM dan kembali dilanjutkan saat ini oleh Pj. Walikota Jayapura, Frans Pekey.
Anastasya Manong selaku Jubir AMPERAMADA Papua, menyatakan Perjuangan Frengky Woro (Pimpinan marga Woro) sebagai bagian dari Suku Awyu untuk memperjuangkan tanah adat dan hutan adat Marga Awyu dari Investasi Kelapa Sawit oleh PT IAL telah memasuki tahapan akhir.
“Mahasiswa seharusnya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tolikara, bukan sebaliknya melakukan aksi demonstrasi terkait sistem pelayanan bantuan pendidikan. Mahasiswa telah menutupi hal baik yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Daerah terkait keberpihakan kepada mahasiswa,” ujarnya.
Disela-sela nonton bareng itu, Ketua KPU Provinsi Papua Selatan Theresia Mahuse, SH, sekaligus memberikan sosialisasi kepada mahasiswa terkait tahapan Pemilu serentak yang sedang berlangsung sampai pada hari H pencoplosan 14 Februari 2024 mendatang serta tahapan Pilkada serentak di Indonesia.
Adapun progam studi yang melakukan yudisium diantaranya Progam Studi (Prodi) Doktor Ilmu Sosial 5 orang, Program Magister Sosiologi 7 orang, Magister Administrasi Publik 12 orang, Magister Kebijakan Publik 13 orang., Magister Keuangan Daerah 10 orang. Magister Pengelolahan Sumber Daya dan Lingkungan 1 orang, dan Magister Perencanaan Wilayah dan Kota 11 orang.