Kegiatan yang berlangsung dua hari, Rabu dan Kamis ini diikuti 36 peserta utusan dari berbagai daerah yang ada di wilayah kerja Kanwil Kemenag Provinsi Papua, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, Biak, Nabire dan Puncak Jaya.
Dia menuturkan, sidang isbat penetapan Idul Fitri bakal digelar pada Selasa (9/4) pekan depan. Seperti biasanya, rangkaian sidang isbat akan diawali dengan seminar pemaparan posisi hilal berdasar hisab. Berdasar perhitungan hisab tersebut, posisi hilal saat matahari terbenam pada 9 April nanti sudah di atas ufuk.
Menurutnya, untuk proses perlengkapan dokumen jamaah haji Papua saat ini sementara masih berjalan sekira 90 persen, sementara itu untuk pelunasan, Wiryanto menyampaikan akan diperpanjang lagi hingga, Jumat (5/4) nanti.
Percetakan di bawah naungan Kementerian Urusan Agama, Wakaf, Dakwah, dan Penyuluhan Agama Saudi, sangat terkenal di dunia. Secara khusus mereka telah mengumumkan rencana untuk memproduksi Alquran isyarat dari Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) Balitbang-Diklat Kemenag secara masal.
Kepala Balitbang-Diklat Kemenag Suyitno mengatakan, panduan praktis membaca Alquran Braille dipersembahkan untuk memandu dan memberikan kemudahan bagi para Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW).
Berdasar data Siskohat Kesehatan Kementerian Agama (Kemenag) RI, dari 200.362 CJH yang telah menjalani pemeriksaan, 76 persen masuk kategori risiko tinggi. Temuan itu merata. Hampir di semua daerah, mayoritas CJH-nya memiliki risiko tinggi kesehatan.
Abu menuturkan selama ini operasional haji berada di Kota Madinah dan Kota Makkah. Dia mengatakan pengurangan masa tinggal, sangat kecil diterapkan di Kota Madinah. Pasalnya sebagian besar jemaah masih menginginkan menjalankan ibadah arbain. Yaitu ibadah salat 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mimika, Lukas Yasi mengatakan, kuota haji tahun-tahun sebelumya hanya 150 calon jemaah dikarenakan covid-19 sehingga ada batasan seperti jemaah lansia dibatasi.
Pelunasan tahap kedua ini kata Wawan, hanya untuk jemaah haji yang telah masuk dalam pengusulan kuota pemberangkatan haji 2024, namun pada pelunasan tahap pertama mereka gagal dalam melakukan administrasi.
“Tahap I pelunasan biaya haji untuk jemaah reguler ditutup pada 23 Februari 2024. Total ada 200.601 jemaah yang telah melunasi. Masih ada sisa kuota sehingga dibuka pelunasan tahap II dari 13 – 26 Maret 2024. Waktu pelunasan dilakukan mulai pukul 08.00 WIB sampai 15.00 WIB,” kata Direktur Pelayanan Haji dalam Negeri Saiful Mujab.