"Saya akan terus melaksanakan tugas itu sampai dengan tiba saatnya akan diganti," kata Komjen Fakhiri kepada sejumlah wartawan di Mapolda Papua. Namun ia berharap masyarakat bersabar karena tidak lama lagi dirinya pasti akan diganti. Saat ini dirinya menunggu keputusan dari Kapolri.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, salah satu pati Polri yang naik pangkat yakni Kapolda Papua Mathius D Fakhiri dari Irjen menjadi Komjen. Mathius dianugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB).
Iberani Ricky Weya, seorang intelektual dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Kabupaten Tolikara, menyatakan kebakaran tersebut dipicu oleh aksi massa dari 46 distrik yang terlibat dalam Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kabupaten Tolikara.
Sebelumnya Kapolda menyampaikan bahwa dirinya masih menunggu instruksi dari pimpinannya, Kapolri. Kapolrilah yang nanti akan menentukan kapan dirinya mengajukan pengunduran diri
 "Makanya saya minta kepada Dansat yang baru, paling tidak apa yang sudah diberikan kemarin pada paper place. Ini yang harus ditingkatkan untuk bisa, paling tidak, disiapkan di beberapa titik yang krusial, yang perlu penanganan," jelas Irjen Fakhri.
  Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Jhonny Edison Isir, membenarkan penembakan terhadap Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari itu.
  Dalam upacara Sertijab ini, Kapolda Irjen Pol Mathius mengatakan bahwa tugas dan pekerjaan Brimob di tanah Papua sangat berat dan tidak mudah. Karena itu, apa yang sudah dibuat oleh Dansat yang lama untuk bisa diteruskan dan dievaluasi jika ada kurang oleh pejabat yang baru.
  Pasalnya dari aksi yang dilakukan dengan membakar bangunan sekolah dianggap berpotensi merusak masa depan generasi Papua. Tak hanya itu dari data ODC tercatat ada 12 aksi pembakaran bangunan sekolah terhitung sejak tahun 2023 hingga tahun 2024.
Satu bakal calon yang masih menjabat adalah Irjend Pol Mathius Fakhiri. Tak sedikit yang mempertanyakan kapan yang bersangkutan akan meletakkan jabatan dan selanjutnya fokus untuk memperebutkan kursi panas.
Operasi patuh ini dilaksanakan secara terpusat di 38 Polda jajaran selama 14 hari terhitung 15 Juli – 28 Juli 2024. Untuk Polda Papua sendiri melibatkan 423 personil Polda Papua dan jajaran. Fakhiri menyampaikan bahwa meski operasi patuh ini lebih meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat namun secara pelaksanaan semua harus dilakukan dengan cara preemtiv, preventif dengan mengedepankan kegiatan edukatif, persuasive dan simpatik serta humanis.