Salah seorang warga, Ana Maria T, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan terpadu yang dibawa langsung oleh pemerintah kota. Namun di balik apresiasi tersebut, ia juga menitipkan pesan khusus kepada Dinas Kependu
“Kami berharap ada kebijakan jelas, minimal 20 persen dari dana kampung bisa disisihkan untuk sektor pendidikan. Jangan hanya fokus pada pembangunan fisik, tapi juga pembangunan sumber daya manusia yang lebih penting unt
Menurut Agustina, RS Ramela adalah satu-satunya rumah sakit milik Pemerintah Kota Jayapura yang melayani masyarakat di kawasan perbatasan dan sekitarnya. Karena itu, keberadaan fasilitas kesehatan tersebut sangat vital.
Setelah dilakukan pengerjaan selama 1 minggu akhirnya semua rampung. Jika selama ini masyarakat lebih banyak menggunakan air yang diperoleh dari air hujan maupun air di waduk, namun kali ini semua tersentral. Tak perlu j
 Menurutnya, pemekaran wilayah akan memudahkan pemerintah dalam menjangkau masyarakat, mempercepat pemerataan pembangunan, serta membuka peluang bagi peningkatan kesejahteraan warga di wilayah perbatasan.
 Menurut Abisai, seluruh aspirasi masyarakat akan tetap ditindaklanjuti. Namun, untuk jabatan Pj Kepala Kampung, pemerintah kota menilai perlu adanya perpanjangan masa jabatan, dengan mempertimbangkan sejumlah faktor st
“Mosso dan Koteng telah sepakat mendukung langkah Pemerintah Kota Jayapura dalam rencana pemekaran kampung dan kelurahan di Distrik Muara Tami. Ini langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin berke
Menurut Rollo, pihaknya akan terus mendorong pembangunan rumah, penerangan listrik,hingga penyediaan air bersih di Kampung Mosso. "Selain itu, potensi wisata alam juga menjadi perhatian khusus kami salah satunya sumber a
Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Alamsyah Ali membenarkan adanya penemuan mayat laki-laki bernama Seprianto Lapu (36) di tepi Jalan Raya Sentani–Waena.
Rombongan menggunakan empat perahu, dengan tiga perahu khusus mengangkut bantuan. Setiap perahu hanya memuat enam penumpang. Sepanjang perjalanan, Bupati Gusbager beberapa kali menepi untuk beristirahat. Kesempatan ini d