dua anggota KSTB kembali menyerahkan Senpi jenis engkeloop kepada Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Yonif 725/Waroagi, Jumat (5/5). Kedua mantan KSTB yang menyerahkan tersebut adalah E (32) dan J (35).
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo saat dikonfirmasi melalui aplikasi Whatsapp membenarkan penangkapan pelaku tersebut. Kabid Humas mengatakan bahwa Kamis pagi (4/5) Polres Yahukimo bersama tim dari Satgas Damai Cartenz berhasil mengamankan 9 orang yang mana dari hasil penyelidikan tersebut, 3 diantaranya merupakan pelaku pembunuhan terhadap 2 orang masyarakat di Kabupaten Yahukimo.
Diakui, penangkapan terhadap MM dilakukan karena sebelumnya ada indikasi keterlibatan yang bersangkutan dalam membantu mendanai KKB wilayah Nduga untuk pembelian senjata dan amunisi Satgas penegakan hukum Damai Cartenz masih memroses kasus yang melibatkan MM, jelas Faizal.
Upaya pengejaran dan pencarian para pelaku kejahatan di Yahukimo termasuk pengejaran pelaku pembunuhan beberapa pedagang yang cukup meresahkan cukup membuahkan hasil.
“Pembebasan Pilot membutuhkan tim negosiasi yang betul-betul Independen, tim itupun harus mendapat mandat dari tiga pihak yakni Pemerintah Indonseia, TPNPB-OPM dan Pemerintah Selandia Baru. Dimana mandat yang dimaksud setidak-tidaknya harus tertulis atau lisan,” kata Theo kepada Cenderawasih Pos, Rabu (3/5).
Ia menyatakan bahwa pimpinan TNI Polri boleh menyangkal informasi ini namun pihaknya menyampaikan kejadian yang sebenarnya dan itu dibuktikan dengan foto salah satu anggota TNI yang ditembak mati termasuk peralatan perang yang dirampas.
Setidaknya ada 31 anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan kelompok Kriminal Politik (KKP) yang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka terlibat langsung dalam sederetan aksi kejahatan di Papua.
“Ada delapan kasus (KKB) yang sudah kita limpahkan ke JPU, ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah melalui Ops Damai Cartenz-2023 dalam memberantas KKB di Papua sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman dari gangguan KKB dan dapat beraktivitas seperti biasanya,” kata Kombes Pol Faizal Ramadhani, dalam rilisnya, Selasa (2/5) kemarin.
"Memang benar hingga kini negosiasi masih terus dilakukan dan kami berharap sandera dapat segera dibebaskan," kata Namia Gwijangge dihubungi di Jayapura, Papua, Selasa.