“Pelaku penembakan dan pembakaran ini adalah KKB Intan Jaya pimpinan Undius Kogoya yang selama ini melakukan aksi kriminal di kabupaten Paniai,” kata Faisal dalam rilisnya Satgas Operasi Damai Cartenz tadi malam.
Prajurit tersebut dilaporkan masih kritis dan sedang dalam perawatan medis di RSUD Dekai. “Terkait penembakan ini Panglima TPNPB Kodap XVI dan Pasukan TPNPB Wilayah Yahukimo menyatakan siap bertanggung jawab. Kami pastikan akan terus melanjutkan aksi ini untuk merebut tanah kami dari penjajahan,” imbuh Sebby.
“Disaat korban sedang menghangatkan badan korban, korban mendengar suara ketukan pintu kemudian korban berjalan menuju pintu rumahnya dan membukan pintu. Saat pintu dibuka tak lama sejumlah anggota KKB terlihat berdiri di depan dan seketika itu juga korban langsung ditembak.
Bagaimana tidak penerimaan yang dibuka bisa mengakomodir ribuan anak – anak muda terlebih putra putri asli Papua. Yang sangat menonjol adalah penerimaan Bintara Polisi yang jumlahnya bisa mencapai belasan hingga puluhan ribu.
“Awalnya kami mendapat informasi bahwa akan ada transaksi jual beli senjata api di daerah Depapre, tim lalu bergerak mengikuti terduga pelaku MO. Informasinya senpi tersebut akan di jual kepada SK yang adalah anggota KKB dengan jabatan sebagai Kepala Staf Kodap I Tabi,” beber Bayu, Rabu (5/6).
Penjualan senjata api (Senpi) yang dipasok kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) rupanya tidak hanya dilakukan di daerah seperti perbatasan RI – PNG, Timika maupun Nabire. Namun dari hasil deteksi ternyata lokasi penjualan juga dilakukan di wilayah Tabi tepatnya di Distrik Depapre Kabupaten Jayapura.
Penangkapan bermula saat Tim Ops Damai Cartenz-2024 mengikuti pergerakan MO dari kediamannya di kampung Amai, Distrik Depapre untuk bertemu dan melakukan transaksi jual beli senjata dengan SK.
Ini setelah satu warga sipil bernama Jainul tewas terkapar dan bersimbah darah. Korban tewas dengan luka tembak yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK). Hingga kini polisi masih menelusuri kasus penembakan ini dengan mencari saksi-saksi.
Kapolres Intan Jaya AKBP Afrizal Asri, S.I.K., pada Rabu (29/5), mengungkapkan bahwa pembakaran tersebut diduga kuat dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Insiden ini diketahui setelah aparat keamanan yang hendak melakukan pengecekan di lokasi sempat terlibat kontak tembak dengan kelompok tersebut.
Bahkan, upaya pendekatan yang dilakukan selama 15 bulan belum juga membawa hasil yang positif. pendekatan dialog dengan berbagai tokoh agama, pemerintah, sampai pada kelompok-kelompok yang "berseberangan" masih menemui jalan buntu.