Thursday, January 8, 2026
26.1 C
Jayapura

SKPD Diminta Berkontribusi Memberikan Pendapatan Hasil Daerah

JAYAPURA – Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua, Muhammad Musa’ad menyampaikan, Tahun 2023 mendatang pihaknya sudah mempersiapkan Anggaran Perubahan Belanja Daerah (APBD) untuk rumah sakit.

“Diharapkan nantinya harus taat asas dengan mengikuti aturan yang ada sebagaimana kesepakatan bersama,”Kata Musa’ad kepada Cenderawasih Pos.

Dikatakan Musa’ad, dengan adanya pemekaran Daerah Otonomi Baru (ODB) sudah tentu penganggaran untuk Provinsi Induk berkurang. Dana transfer dari pusat nantinya akan dibagi menjadi tiga yakni Provinsi Papua sendiri dan 3 DOB.

“Dengan demikian, kita minta semua pimpinan SKPD termasuk staf yang ada untuk tidak hanya memikirkan bagaimana strategi belanjanya. Melainkan mulai memikirkan bagaimana strategi menempatkan pendapatan,”Jelasnya.

Baca Juga :  Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Libatkan 10 Panelis

Lanjut Musa’ad, selama ini banyak yang hanya bicara tentang belanja tapi tidak pernah berbicara tentang pendapatan. Sehingga itu, Ass 2 ini meminta masing masing SKPD harus berlomba lomba.  Misalnya, teman teman di rumah sakit berusaha untuk mendapatkan pendapatan yang meningkat begitu juga yang lainnya.

“Masing masing berlomba lomba untuk berkontribusi memberikan pendapatan hasil daerah. Sehingga dana dana itu nanti akan meningkatkan APBD kita. Terlebih transfer pusat berkurang karena akan dibagi di empat wilayah di Papua. Masing masing harus kreatif dan Inofatif untuk mencari peluang peluang mendapatkan sumber pendapatan untuk bisa dimamanfaatkan bersama, bukan hanya menjadi tanggung jawab Bappenda melainkan semua SKPD punya tanggung jawab untuk berkontribusi meningkatlam pendapatan,”Tegasnya.

Baca Juga :  Diskominfo Papua Gelar Pelatihan E-Office dan E-SPPD Berbasis TTE

Sebagaimana kata Musa’ad, kita punya  tempat wisata yang baik,  punya sumber potensi laut yang banyak dan lainnya. “Kita ingin APBD kita sehat bukan hanya di atas kertas saja,” pungkasnya. (fia/gin)

JAYAPURA – Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua, Muhammad Musa’ad menyampaikan, Tahun 2023 mendatang pihaknya sudah mempersiapkan Anggaran Perubahan Belanja Daerah (APBD) untuk rumah sakit.

“Diharapkan nantinya harus taat asas dengan mengikuti aturan yang ada sebagaimana kesepakatan bersama,”Kata Musa’ad kepada Cenderawasih Pos.

Dikatakan Musa’ad, dengan adanya pemekaran Daerah Otonomi Baru (ODB) sudah tentu penganggaran untuk Provinsi Induk berkurang. Dana transfer dari pusat nantinya akan dibagi menjadi tiga yakni Provinsi Papua sendiri dan 3 DOB.

“Dengan demikian, kita minta semua pimpinan SKPD termasuk staf yang ada untuk tidak hanya memikirkan bagaimana strategi belanjanya. Melainkan mulai memikirkan bagaimana strategi menempatkan pendapatan,”Jelasnya.

Baca Juga :  Apresiasi Wapres untuk Bank Papua Dalam Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat

Lanjut Musa’ad, selama ini banyak yang hanya bicara tentang belanja tapi tidak pernah berbicara tentang pendapatan. Sehingga itu, Ass 2 ini meminta masing masing SKPD harus berlomba lomba.  Misalnya, teman teman di rumah sakit berusaha untuk mendapatkan pendapatan yang meningkat begitu juga yang lainnya.

“Masing masing berlomba lomba untuk berkontribusi memberikan pendapatan hasil daerah. Sehingga dana dana itu nanti akan meningkatkan APBD kita. Terlebih transfer pusat berkurang karena akan dibagi di empat wilayah di Papua. Masing masing harus kreatif dan Inofatif untuk mencari peluang peluang mendapatkan sumber pendapatan untuk bisa dimamanfaatkan bersama, bukan hanya menjadi tanggung jawab Bappenda melainkan semua SKPD punya tanggung jawab untuk berkontribusi meningkatlam pendapatan,”Tegasnya.

Baca Juga :  Minimnya Anggaran Bukan Alasan Tak Melayani Masyarakat

Sebagaimana kata Musa’ad, kita punya  tempat wisata yang baik,  punya sumber potensi laut yang banyak dan lainnya. “Kita ingin APBD kita sehat bukan hanya di atas kertas saja,” pungkasnya. (fia/gin)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya