Sunday, March 15, 2026
25.5 C
Jayapura

PON XX, Kebutuhan Pangan Dipastikan Tersedia

Samuel Siriwa ( FOTO: Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Menyambut PON XX, Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua akan menggalakkan semua produksi pangan lokal, pada saat event nasional tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Dan Pangan Provinsi Papua, Samuel Siriwa mengatakan,  mrnyambut PON XX, semua pangan lokal akan diperkenalkan. Selain buah merah ada umbi-umbian, pisang,sagu dan juga sayuran.

“Memang pengembangan pangan lokal masih terbatas karena program kemampuan kami di dinas yang masih terbatas. Selain itu kami juga akan mendorong tanaman holtikultura untuk memenuhi kebutuhan PON XX,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (4/3).

Lanjutnya, untuk pengembangan dan pengolahan sagu, paling banyak terdapat di Kabupaten Jayapura dan  Timika.

“Khusus untuk kebutuhan PON XX, pastinya akan disesuaikan dengan kebutuhan atlet, karena setiap atlet memiliki kebutuhan berbeda-beda komposisi makannya. Beda halnya dengan kebutuhan masyarakat,”ujarnya.

Baca Juga :  Kopi Papua Miliki Keunggulan Komparatif di Mancanegara

Diakuinya, untuk pasokan pangan pihaknya pastikan tersedia, meski pengunjung yang datang lebih dari 3. 000 pengunjung masih bisa ditanggulangi. Aapalagi dengan mulai dikembangkannya Keerom sebagai sentral produksi.(ana/ary)

“Memang pengembangan pangan lokal masih terbatas karena program kemampuan kami di dinas yang masih terbatas. Selain itu kami juga akan mendorong tanaman holtikultura untuk memenuhi kebutuhan PON XX,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (4/3).

Lanjutnya, untuk pengembangan dan pengolahan sagu, paling banyak terdapat di Kabupaten Jayapura dan  Timika.

“Khusus untuk kebutuhan PON XX, pastinya akan disesuaikan dengan kebutuhan atlet, karena setiap atlet memiliki kebutuhan berbeda-beda komposisi makannya. Beda halnya dengan kebutuhan masyarakat,”ujarnya.

Diakuinya, untuk pasokan pangan pihaknya pastikan tersedia, meski pengunjung yang datang lebih dari 3. 000 pengunjung masih bisa ditanggulangi. Aapalagi dengan mulai dikembangkannya Keerom sebagai sentral produksi.(ana/ary)

Baca Juga :  Perwakilan PBB Apresiasi Gubernur Enembe

Samuel Siriwa ( FOTO: Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Menyambut PON XX, Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua akan menggalakkan semua produksi pangan lokal, pada saat event nasional tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Dan Pangan Provinsi Papua, Samuel Siriwa mengatakan,  mrnyambut PON XX, semua pangan lokal akan diperkenalkan. Selain buah merah ada umbi-umbian, pisang,sagu dan juga sayuran.

“Memang pengembangan pangan lokal masih terbatas karena program kemampuan kami di dinas yang masih terbatas. Selain itu kami juga akan mendorong tanaman holtikultura untuk memenuhi kebutuhan PON XX,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (4/3).

Lanjutnya, untuk pengembangan dan pengolahan sagu, paling banyak terdapat di Kabupaten Jayapura dan  Timika.

“Khusus untuk kebutuhan PON XX, pastinya akan disesuaikan dengan kebutuhan atlet, karena setiap atlet memiliki kebutuhan berbeda-beda komposisi makannya. Beda halnya dengan kebutuhan masyarakat,”ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Diusulkan Mendapatkan Gelar Doktor Honoris Causa

Diakuinya, untuk pasokan pangan pihaknya pastikan tersedia, meski pengunjung yang datang lebih dari 3. 000 pengunjung masih bisa ditanggulangi. Aapalagi dengan mulai dikembangkannya Keerom sebagai sentral produksi.(ana/ary)

“Memang pengembangan pangan lokal masih terbatas karena program kemampuan kami di dinas yang masih terbatas. Selain itu kami juga akan mendorong tanaman holtikultura untuk memenuhi kebutuhan PON XX,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (4/3).

Lanjutnya, untuk pengembangan dan pengolahan sagu, paling banyak terdapat di Kabupaten Jayapura dan  Timika.

“Khusus untuk kebutuhan PON XX, pastinya akan disesuaikan dengan kebutuhan atlet, karena setiap atlet memiliki kebutuhan berbeda-beda komposisi makannya. Beda halnya dengan kebutuhan masyarakat,”ujarnya.

Diakuinya, untuk pasokan pangan pihaknya pastikan tersedia, meski pengunjung yang datang lebih dari 3. 000 pengunjung masih bisa ditanggulangi. Aapalagi dengan mulai dikembangkannya Keerom sebagai sentral produksi.(ana/ary)

Baca Juga :  Data Jadi Kunci Integrasi JKN-KIS dan KPS

Berita Terbaru

Artikel Lainnya