Monday, January 5, 2026
25.6 C
Jayapura

IDAI Berikan Kontribusi bagi Kesehatan Anak di Papua

drg. Aloysius Giyai, M.Kes (FOTO :Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes., menyebutkan bahwa Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Papua telah menunjukkan peran dan memberikan kontribusinya terhadap berbagai persoalan kesehatan anak di Provinsi Papua.

 Dalam kaitannya dengan tanggap darurat bencana banjir bandang di Kabupaten Jayapura yang telah berakhir, drg. Giyai, memberikan apresiasi atas kontribusi IDAI Cabang Papua yang telah memberikan kontribusinya.

ā€œDalam menangani persoalan tersebut, kita semua telah memberikan kontribusinya masing-masing, termasuk IDAI Papua bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua, di mana kita secara bersama-sama turun dan meninjau langsung ke lokasi peristiwa,ā€ ujar drg. Aloysius Giyai, M.Kes., kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (30/3) lalu.

Baca Juga :  Temukan Rekomendasi Ganda untuk 2 Paslon

 Bukan hanya itu, IDAI pun menurut Giyai telah memberikan kontribusinya dalam berjalan bersama Pemerintah Provinsi Papua, serta berbagai sektor lainnya dalam pelaksanaan Imunisasi Campak, Rubella, dan Polio (Imunisasi MRP) pada 2018 lalu.

 ā€œBersama Pemprov dan berbagai sektor lainnya, kita telah melaksanakan Imunisasi MRP di Papua pada 2018 dengan hasil mencapai 75 persen dari target nasional 95 persen. Sekalipun belum mencapai standard nasional, hasil 75 persen ini menjadi yang paling tinggi dibandingkan hasil pelaksanaan Imunisasi MRP di tahun-tahun sebelumnya,ā€ tambahnya.

 Giyai menjelaskan bahwa kini di Papua tengah dilaksanakannya Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN) khusus Polio, terutama ialah 17 kabupaten potensi KLB Polio di Papua. ā€œKini kita baru capai 43 persen cakupan. Sekiranya cakupan ini, di akhir April nanti bisa mencapai minimal 95 persen, sehingga anak-anak kita di Papua bisa diselamatkan dari ancaman Polio. Hal ini tidak boleh kita sepelekan. Sebaliknya, mental-mental menyepelekan ini harus kita dihilangkan,ā€ pungkasnya. (gr/ary)

Baca Juga :  Rancangan Inpres Baru PON Resmi Diserahkan ke Presiden
drg. Aloysius Giyai, M.Kes (FOTO :Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes., menyebutkan bahwa Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Papua telah menunjukkan peran dan memberikan kontribusinya terhadap berbagai persoalan kesehatan anak di Provinsi Papua.

 Dalam kaitannya dengan tanggap darurat bencana banjir bandang di Kabupaten Jayapura yang telah berakhir, drg. Giyai, memberikan apresiasi atas kontribusi IDAI Cabang Papua yang telah memberikan kontribusinya.

ā€œDalam menangani persoalan tersebut, kita semua telah memberikan kontribusinya masing-masing, termasuk IDAI Papua bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua, di mana kita secara bersama-sama turun dan meninjau langsung ke lokasi peristiwa,ā€ ujar drg. Aloysius Giyai, M.Kes., kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (30/3) lalu.

Baca Juga :  Rancangan Inpres Baru PON Resmi Diserahkan ke Presiden

 Bukan hanya itu, IDAI pun menurut Giyai telah memberikan kontribusinya dalam berjalan bersama Pemerintah Provinsi Papua, serta berbagai sektor lainnya dalam pelaksanaan Imunisasi Campak, Rubella, dan Polio (Imunisasi MRP) pada 2018 lalu.

 ā€œBersama Pemprov dan berbagai sektor lainnya, kita telah melaksanakan Imunisasi MRP di Papua pada 2018 dengan hasil mencapai 75 persen dari target nasional 95 persen. Sekalipun belum mencapai standard nasional, hasil 75 persen ini menjadi yang paling tinggi dibandingkan hasil pelaksanaan Imunisasi MRP di tahun-tahun sebelumnya,ā€ tambahnya.

 Giyai menjelaskan bahwa kini di Papua tengah dilaksanakannya Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN) khusus Polio, terutama ialah 17 kabupaten potensi KLB Polio di Papua. ā€œKini kita baru capai 43 persen cakupan. Sekiranya cakupan ini, di akhir April nanti bisa mencapai minimal 95 persen, sehingga anak-anak kita di Papua bisa diselamatkan dari ancaman Polio. Hal ini tidak boleh kita sepelekan. Sebaliknya, mental-mental menyepelekan ini harus kita dihilangkan,ā€ pungkasnya. (gr/ary)

Baca Juga :  Honorer K2 Diminta Optimis Dalam Ikuti Ujian CAT

Berita Terbaru

Artikel Lainnya