alexametrics
28.7 C
Jayapura
Saturday, June 4, 2022

Perizinan Harus Terus Dipermudah

JAYAPURA – Koodinator Jabatan Fungsional Analis Kebijakan Madya Provinsi Papua Hans Hamadi menyebut, penggunaan teknologi digital saat ini merupakan salah satu contoh adanya proses adaptasi dalam perkembangan teknologi yang menghasilkan populasi generasi melek digital.

“Keaktifan penggunaan teknologi menjadikan mayoritas generasi muda bersemangat untuk memiliki usaha sendiri,” kata Hans dalam rapat koordinasi daerah  bidang koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah se Provinsi Papua, Jumat (20/5) di Jayapura.

Dikatakan Hans, pendataan tunggal yang komprehensif dan akurat harus terus ditingkatkan. Saatnya harus memiliki basis data tunggal UMKM yang bisa menavigasi pengembangan UMKM agar lebih fokus, agar lebih terarah dan berkelanjutan, dan membawa para pelaku usaha kecil koperasi untuk semakin maju dan sejahtera.

Baca Juga :  Start November, Popnas Pertandingkan 13 Cabor

“Jajaran pemerintahan daerah diharapkan untuk bekerja keras mernperbaiki ekosistem usaha. Perizinan-perizinan harus terus dipermudah, akses terhadap permodalan juga harus diperluas, inovasi dan teknologi harus terus diperkuat, dan produk-produk UMKM kita harus semakin kreatif dan menarik,” harapnya.

Menurutnya, dari pusat sampai daerah harus terus berusaha meningkatkan kualitas SDM-SDM UMKM kita, memberikan pelatihan-pelatihan keahlian-keahlian baru, mengenal dan memanfaatkan teknologi produksi, serta berbagai teknologi digital yang bermanfaat bagi pengembangan usaha.

Adapun jumlah koperasi modern berbasis digital juga harus terus ditingkatkan. Dari 250 koperasi di tahun 2022 naik menjadi 400 di tahun 2023 dan 500 nantinya di tahun 2024. (fia/gin)

JAYAPURA – Koodinator Jabatan Fungsional Analis Kebijakan Madya Provinsi Papua Hans Hamadi menyebut, penggunaan teknologi digital saat ini merupakan salah satu contoh adanya proses adaptasi dalam perkembangan teknologi yang menghasilkan populasi generasi melek digital.

“Keaktifan penggunaan teknologi menjadikan mayoritas generasi muda bersemangat untuk memiliki usaha sendiri,” kata Hans dalam rapat koordinasi daerah  bidang koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah se Provinsi Papua, Jumat (20/5) di Jayapura.

Dikatakan Hans, pendataan tunggal yang komprehensif dan akurat harus terus ditingkatkan. Saatnya harus memiliki basis data tunggal UMKM yang bisa menavigasi pengembangan UMKM agar lebih fokus, agar lebih terarah dan berkelanjutan, dan membawa para pelaku usaha kecil koperasi untuk semakin maju dan sejahtera.

Baca Juga :  Start November, Popnas Pertandingkan 13 Cabor

“Jajaran pemerintahan daerah diharapkan untuk bekerja keras mernperbaiki ekosistem usaha. Perizinan-perizinan harus terus dipermudah, akses terhadap permodalan juga harus diperluas, inovasi dan teknologi harus terus diperkuat, dan produk-produk UMKM kita harus semakin kreatif dan menarik,” harapnya.

Menurutnya, dari pusat sampai daerah harus terus berusaha meningkatkan kualitas SDM-SDM UMKM kita, memberikan pelatihan-pelatihan keahlian-keahlian baru, mengenal dan memanfaatkan teknologi produksi, serta berbagai teknologi digital yang bermanfaat bagi pengembangan usaha.

Adapun jumlah koperasi modern berbasis digital juga harus terus ditingkatkan. Dari 250 koperasi di tahun 2022 naik menjadi 400 di tahun 2023 dan 500 nantinya di tahun 2024. (fia/gin)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/