Gol tersebut membuat Korea Selatan berada dalam situasi sulit meski tampil lebih dominan sepanjang pertandingan. Tertinggal satu gol membuat Korea Selatan meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya mulai terlihat pada menit ke-68.
Gelandang Hwang In-beom menjadi pahlawan saat berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Dengan tenang, ia melewati kiper Matej Kovar sebelum menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong. Gol tersebut menghidupkan kembali semangat Korea Selatan sekaligus membuat pertandingan semakin terbuka.
Saat Ceko berusaha bangkit, mereka sempat mencetak gol melalui Tomas Soucek pada menit ke-77. Namun gol tersebut dianulir wasit karena offside. Keputusan itu menjadi momentum penting bagi Korea Selatan. Hanya dua menit berselang, Oh Hyeon-gyu berhasil mencetak gol kedua sekaligus membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk Taegeuk Warriors.
Gol tersebut membuat pendukung Korea Selatan bersorak. Ceko mencoba menekan pada sisa pertandingan, termasuk melalui peluang Adam Hlozek pada menit ke-81.
Namun lini pertahanan Korea Selatan tampil disiplin dan mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan comeback atas Ceko menjadi sinyal bahwa Korea Selatan siap bersaing di Grup A Piala Dunia 2026.
“Ini adalah pertandingan pertama kami dan pertandingan yang sangat sulit,” kata pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo.
“Kemenangan itu sendiri membuat saya senang, tetapi yang lebih positif adalah anak-anak kami menang dengan tidak menyerah. Saya tahu bahwa kami lebih dari mampu untuk menang, jadi saat skor 1-1, saya mengatakan kepada anak-anak untuk terus bermain seperti yang telah kami mainkan,” lanjut dia.
Kemenangan ini menjadi kemenangan pertama Korea Selatan pada laga pembuka Piala Dunia sejak mengalahkan Yunani di edisi 2010. Menariknya, ini juga menjadi kemenangan ketiga beruntun mereka atas tim Eropa di Piala Dunia, setelah sebelumnya menundukkan Jerman pada 2018 dan Portugal pada 2022.
Gol tersebut membuat Korea Selatan berada dalam situasi sulit meski tampil lebih dominan sepanjang pertandingan. Tertinggal satu gol membuat Korea Selatan meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya mulai terlihat pada menit ke-68.
Gelandang Hwang In-beom menjadi pahlawan saat berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Dengan tenang, ia melewati kiper Matej Kovar sebelum menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong. Gol tersebut menghidupkan kembali semangat Korea Selatan sekaligus membuat pertandingan semakin terbuka.
Saat Ceko berusaha bangkit, mereka sempat mencetak gol melalui Tomas Soucek pada menit ke-77. Namun gol tersebut dianulir wasit karena offside. Keputusan itu menjadi momentum penting bagi Korea Selatan. Hanya dua menit berselang, Oh Hyeon-gyu berhasil mencetak gol kedua sekaligus membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk Taegeuk Warriors.
Gol tersebut membuat pendukung Korea Selatan bersorak. Ceko mencoba menekan pada sisa pertandingan, termasuk melalui peluang Adam Hlozek pada menit ke-81.
Namun lini pertahanan Korea Selatan tampil disiplin dan mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan comeback atas Ceko menjadi sinyal bahwa Korea Selatan siap bersaing di Grup A Piala Dunia 2026.
“Ini adalah pertandingan pertama kami dan pertandingan yang sangat sulit,” kata pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo.
“Kemenangan itu sendiri membuat saya senang, tetapi yang lebih positif adalah anak-anak kami menang dengan tidak menyerah. Saya tahu bahwa kami lebih dari mampu untuk menang, jadi saat skor 1-1, saya mengatakan kepada anak-anak untuk terus bermain seperti yang telah kami mainkan,” lanjut dia.
Kemenangan ini menjadi kemenangan pertama Korea Selatan pada laga pembuka Piala Dunia sejak mengalahkan Yunani di edisi 2010. Menariknya, ini juga menjadi kemenangan ketiga beruntun mereka atas tim Eropa di Piala Dunia, setelah sebelumnya menundukkan Jerman pada 2018 dan Portugal pada 2022.