Juru taktik Persipura, Rahmad Darmawan mengakui jika permainan mereka malam itu tidak berjalan baik. Sebaliknya, PSS Sleman dinilai tampil sangat baik dengan menguasai lini tengah.
“Memang hari ini kita kurang menjaga konsistensi jarak antara lini, sehingga beberapa momen lawan lebih mudah menguasai lini tengah,” ungkap pelatih yang akrab disapa RD itu usai laga.
RD juga mencoba melakukan beberapa perubahan pada babak kedua dengan memasukan Victor Masanray, Kelly Sroyer dan Markus Madjar serta menarik keluar Boaz Solossa, Reno Salampessy dan Gunansar Mandowen pada awal babak kedua. Pergantian tersebut juga tidak berjalan efektif. Begitu juga ketika Feri Pahabol masuk menggantikan Bima Ragil pada menit 76 serta Osas Saha menggantikan Lugo menit 84 juga tak bisa berbuat banyak.
“Kita mencoba melakukan beberapa pergantian pemain, usaha sudah dilakukan tapi PSS Sleman memang bermain sangat baik,” ujarnya.
“Kita babak pertama main dengan satu striker dan kemudian bermain dua striker tapi tetap sulit. Lawan bermain sangat baik dan efektif, melakukan blok pertahanan sangat baik. Khususnya di lini tengah kita sangat kalah,” sambungnya.
Meski gagal mendulang poin, namun RD tetap melayangkan pujian kepada seluruh pemain yang sudah berusaha sepanjang laga. Ia juga menegaskan jika kekalahan ini akan memotivasi mereka untuk tampil lebih baik lagi pada laga berikutnya saat bertandang ke markas Kendal Tornado FC.
“Kekalahan ini tentu tidak menjadikan kita putus asa, kita akan menatap ke depan dan ini satu motivasi yang harus kita tampilkan pada pertandingan berikutnya. Kekalahan ini tidak ke siapa tapi ke diri saya,” pungkasnya.
Juru taktik Persipura, Rahmad Darmawan mengakui jika permainan mereka malam itu tidak berjalan baik. Sebaliknya, PSS Sleman dinilai tampil sangat baik dengan menguasai lini tengah.
“Memang hari ini kita kurang menjaga konsistensi jarak antara lini, sehingga beberapa momen lawan lebih mudah menguasai lini tengah,” ungkap pelatih yang akrab disapa RD itu usai laga.
RD juga mencoba melakukan beberapa perubahan pada babak kedua dengan memasukan Victor Masanray, Kelly Sroyer dan Markus Madjar serta menarik keluar Boaz Solossa, Reno Salampessy dan Gunansar Mandowen pada awal babak kedua. Pergantian tersebut juga tidak berjalan efektif. Begitu juga ketika Feri Pahabol masuk menggantikan Bima Ragil pada menit 76 serta Osas Saha menggantikan Lugo menit 84 juga tak bisa berbuat banyak.
“Kita mencoba melakukan beberapa pergantian pemain, usaha sudah dilakukan tapi PSS Sleman memang bermain sangat baik,” ujarnya.
“Kita babak pertama main dengan satu striker dan kemudian bermain dua striker tapi tetap sulit. Lawan bermain sangat baik dan efektif, melakukan blok pertahanan sangat baik. Khususnya di lini tengah kita sangat kalah,” sambungnya.
Meski gagal mendulang poin, namun RD tetap melayangkan pujian kepada seluruh pemain yang sudah berusaha sepanjang laga. Ia juga menegaskan jika kekalahan ini akan memotivasi mereka untuk tampil lebih baik lagi pada laga berikutnya saat bertandang ke markas Kendal Tornado FC.
“Kekalahan ini tentu tidak menjadikan kita putus asa, kita akan menatap ke depan dan ini satu motivasi yang harus kita tampilkan pada pertandingan berikutnya. Kekalahan ini tidak ke siapa tapi ke diri saya,” pungkasnya.