Demi Harga Diri

JAYAPURA – Ribuan pasang mata akan menjadi saksi detik-detik perjuangan Persipura Jayapura untuk bisa menembus papan atas, Liga 1 Indoensia. Kontra Adhyaksa FC, sejatinya ini bukan sekedar laga antara kedua club melainkan sudah menyentuh harga diri tim yang selama ini dianggap sepatutnya bermain di liga 1. Papua disebut gudangnya atlet bahkan dinobatkan sebagai provinsi olahraga maka dua predikat ini menjadi pertaruhan.

Bisakah Persipura menjawab dahaga publik yang sudah empat tahun menunggu agar bisa tampil di kancah tertinggi liga Indonesia. Pertandingan ini menjadi penentu bagi kedua tim. Persipura harus tampil habis-habisan, jika perlu berdarah-darah untuk bisa lolos. Sedangkan Adhyaksa FC tentu tak ingin jadi bulan-bulanan Kelly Sroyer dkk. Tim asal Tangerang, Banten ini sejak Rabu (6/5) ternyata sudah ada di Jayapura dengan kekuatan penuh.

Tentunya, siapapun yang lolos dari partai play-off Championship 2025/2026 akan naik peringkat. Pemenang dari laga ini dipastikan mendampingi PSS Sleman dan Garudayaksa FC. Secara fisik, tuan rumah juga lebih bugar. Berbeda dengan tim tamu yang baru saja melakukan perjalan panjang. Ini bisa menjadi salah satu faktor yang bisa menguntungkan tuan tumah.

Baca Juga :  Tekad Lanjutkan Tren Positif di Kandang Deltras

Juru taktik Persipura, Rahmad Darmawan, mengungkapkan timnya dalam kondisi siap tempur. Pelatih yang lebih akrab disapa RD itu mengaku fokus utama timnya saat ini adalah menjaga keseimbangan psikologis pemain. “Saya ingin mereka menikmati pertandingan, enjoy the game. Tidak terlalu tegang. Kami butuh perpaduan antara emosi yang terkontrol dan intelegensia saat di lapangan. Secara keseluruhan, pemain siap menjalankan simulasi taktik yang sudah kita latih,” ungkap RD kepada awak media, Kamis (7/5).

Meski kedua tim belum pernah bertemu dalam laga resmi, RD mengaku sudah mengantongi kekuatan lawan. Ia memberikan perhatian kepada seluruh pemain lawan yang dihuni oleh kombinasi pemain asing berkualitas dan pemain lokal berpengalaman. “Adhyaksa punya trio asing yang sangat berbahaya di depan. Di lini tengah dan belakang juga ada pemain berpengalaman eks Timnas seperti Arif Satria dan Hasim Kipuw. Kami tidak hanya mewaspadai individu, tapi mengantisipasi mereka sebagai sebuah tim,” ujar RD.

Baca Juga :  Belum Terima Surat Penundaan Liga 1

“Saya berharap para pemain bisa menerjemahkan apa yang sudah kita buat di dalam simulasi kemarin dengan baik,” sambungnya. Persipura wajib mengantisipasi trio asing lawan, mengingat striker asing mereka Adilson Silva merupakan pencetak gol terbanyak musim ini dengan koleksi 25 gol. Selain itu ada Makan Konate dengan 11 gol dan Ramiro Fergonzi dengan 7 gol. Tentu ini menjadi ancaman bagi tuan rumah.

Apalagi Persipura tidak bisa memainkan bek asing mereka Arthur Vieira yang dibekap cedera hamstring. Tentu menjadi beban bagi Persipura, mengingat Arthur telah menjadi tembok yang kokoh di lini belakang Mutiara Hitam. “Berdasarkan hasil MRI, Arthur Vieira tidak bisa bermain. Cederanya ada di grade 2, tidak berat tapi membutuhkan waktu pemulihan sekitar tiga minggu,” ucapnya.

JAYAPURA – Ribuan pasang mata akan menjadi saksi detik-detik perjuangan Persipura Jayapura untuk bisa menembus papan atas, Liga 1 Indoensia. Kontra Adhyaksa FC, sejatinya ini bukan sekedar laga antara kedua club melainkan sudah menyentuh harga diri tim yang selama ini dianggap sepatutnya bermain di liga 1. Papua disebut gudangnya atlet bahkan dinobatkan sebagai provinsi olahraga maka dua predikat ini menjadi pertaruhan.

Bisakah Persipura menjawab dahaga publik yang sudah empat tahun menunggu agar bisa tampil di kancah tertinggi liga Indonesia. Pertandingan ini menjadi penentu bagi kedua tim. Persipura harus tampil habis-habisan, jika perlu berdarah-darah untuk bisa lolos. Sedangkan Adhyaksa FC tentu tak ingin jadi bulan-bulanan Kelly Sroyer dkk. Tim asal Tangerang, Banten ini sejak Rabu (6/5) ternyata sudah ada di Jayapura dengan kekuatan penuh.

Tentunya, siapapun yang lolos dari partai play-off Championship 2025/2026 akan naik peringkat. Pemenang dari laga ini dipastikan mendampingi PSS Sleman dan Garudayaksa FC. Secara fisik, tuan rumah juga lebih bugar. Berbeda dengan tim tamu yang baru saja melakukan perjalan panjang. Ini bisa menjadi salah satu faktor yang bisa menguntungkan tuan tumah.

Baca Juga :  Persipura Ingin Lanjutkan Dominasi Atas Persipal

Juru taktik Persipura, Rahmad Darmawan, mengungkapkan timnya dalam kondisi siap tempur. Pelatih yang lebih akrab disapa RD itu mengaku fokus utama timnya saat ini adalah menjaga keseimbangan psikologis pemain. “Saya ingin mereka menikmati pertandingan, enjoy the game. Tidak terlalu tegang. Kami butuh perpaduan antara emosi yang terkontrol dan intelegensia saat di lapangan. Secara keseluruhan, pemain siap menjalankan simulasi taktik yang sudah kita latih,” ungkap RD kepada awak media, Kamis (7/5).

Meski kedua tim belum pernah bertemu dalam laga resmi, RD mengaku sudah mengantongi kekuatan lawan. Ia memberikan perhatian kepada seluruh pemain lawan yang dihuni oleh kombinasi pemain asing berkualitas dan pemain lokal berpengalaman. “Adhyaksa punya trio asing yang sangat berbahaya di depan. Di lini tengah dan belakang juga ada pemain berpengalaman eks Timnas seperti Arif Satria dan Hasim Kipuw. Kami tidak hanya mewaspadai individu, tapi mengantisipasi mereka sebagai sebuah tim,” ujar RD.

Baca Juga :  Belum Terima Surat Penundaan Liga 1

“Saya berharap para pemain bisa menerjemahkan apa yang sudah kita buat di dalam simulasi kemarin dengan baik,” sambungnya. Persipura wajib mengantisipasi trio asing lawan, mengingat striker asing mereka Adilson Silva merupakan pencetak gol terbanyak musim ini dengan koleksi 25 gol. Selain itu ada Makan Konate dengan 11 gol dan Ramiro Fergonzi dengan 7 gol. Tentu ini menjadi ancaman bagi tuan rumah.

Apalagi Persipura tidak bisa memainkan bek asing mereka Arthur Vieira yang dibekap cedera hamstring. Tentu menjadi beban bagi Persipura, mengingat Arthur telah menjadi tembok yang kokoh di lini belakang Mutiara Hitam. “Berdasarkan hasil MRI, Arthur Vieira tidak bisa bermain. Cederanya ada di grade 2, tidak berat tapi membutuhkan waktu pemulihan sekitar tiga minggu,” ucapnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya