JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua menegaskan komitmennya dalam mendukung reformasi sepak bola Papua melalui kepemimpinan yang profesional, fokus, serta bebas dari kepentingan politik.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Papua Matius D. Fakhiri saat menerima Tim 9 Reformasi Sepak Bola Papua, di kantor gubernur, Selasa (27/1).
Tim 9 yang terdiri dari para senior Persipura Jayapura memaparkan hasil kerja, termasuk pertemuan dan komunikasi dengan sejumlah pihak di Jakarta terkait upaya pembenahan tata kelola sepak bola Papua ke depan.
Dalam pertemuan tersebut, Tim 9 menyampaikan harapan agar Gubernur Papua dapat terlibat langsung dalam kepengurusan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua guna memperkuat proses reformasi.
Menanggapi hal itu, Gubernur Fakhiri menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua pada prinsipnya mendukung penuh reformasi sepak bola Papua. Namun demikian, menurutnya, diperlukan pembagian peran yang jelas agar pengelolaan sepak bola tetap berjalan secara profesional dan independen.
Gubernur menjelaskan bahwa tanggung jawabnya sebagai kepala daerah sekaligus Ketua KONI Papua menuntut fokus yang besar, sehingga diperlukan figur lain yang dinilai lebih tepat untuk memimpin Asprov PSSI Papua.
JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua menegaskan komitmennya dalam mendukung reformasi sepak bola Papua melalui kepemimpinan yang profesional, fokus, serta bebas dari kepentingan politik.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Papua Matius D. Fakhiri saat menerima Tim 9 Reformasi Sepak Bola Papua, di kantor gubernur, Selasa (27/1).
Tim 9 yang terdiri dari para senior Persipura Jayapura memaparkan hasil kerja, termasuk pertemuan dan komunikasi dengan sejumlah pihak di Jakarta terkait upaya pembenahan tata kelola sepak bola Papua ke depan.
Dalam pertemuan tersebut, Tim 9 menyampaikan harapan agar Gubernur Papua dapat terlibat langsung dalam kepengurusan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua guna memperkuat proses reformasi.
Menanggapi hal itu, Gubernur Fakhiri menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua pada prinsipnya mendukung penuh reformasi sepak bola Papua. Namun demikian, menurutnya, diperlukan pembagian peran yang jelas agar pengelolaan sepak bola tetap berjalan secara profesional dan independen.
Gubernur menjelaskan bahwa tanggung jawabnya sebagai kepala daerah sekaligus Ketua KONI Papua menuntut fokus yang besar, sehingga diperlukan figur lain yang dinilai lebih tepat untuk memimpin Asprov PSSI Papua.