alexametrics
32.7 C
Jayapura
Friday, July 22, 2022

Mendagri Tito: Hanya Ada Satu KADIN di Indonesia

JAYAPURA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan dukungannya terhadap keberadaan satu-satunya Kamar Dagang dan Industri (KADIN) sebagai induk organisasi dunia usaha di Indonesia.

Hal ini disampaikan Mendagri Tito Karnavian dalam acara penutupan Musyawarah Nasional Khusus (Munassus) KADIN di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (23/6)

Munassus KADIN diselenggarakan dalam rangka mengesahkan rancangan penyempurnaan anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) KADIN Indonesia dengan mengangkat tema Konsolidasi Organisasi yang Inklusif dan Kolaboratif dalam Meningkatkan Kinerja KADIN.

“Berakhirnya Munassus dengan hasil AD/ART yang lengkap dan sempurna, memberikan kepastian kepada pemerintah bahwa KADIN Indonesia dibawah pimpinan Ketua Umum Arsjad Rasjid merupakan satu-satunya induk organisasi dunia usaha di Indonesia, serta memberikan kepastian hukum, dimana akan memunculkan kepercayaan rakyat,” ucap Menteri Dalam Negeri, Jenderal TNI (Purn.) Tito Karnavian dalam rilis KADIN Papua yang diterima Cenderawasih Pos, Jumat (24/6)

Tito juga mengatakan, Anggaran Dasar (AD) dan nAggaran Rumah Tangga (ART) merupakan pondasi dan pilar KADIN Indonesia.

“KADIN diharapkan kuat secara legitimasi hukum dan sosial, baik dari internal maupun masyarakat umum. Kementerian Dalam Negeri akan memfasilitasi KADIN dengan memberikan surat edaran dan sosialisasi kepada pemerintah-pemerintah daerah, asosiasi dan masyarakat luas jika KADIN Indonesia hanya ada satu,” ucap Tito

Baca Juga :  Klaster Kota Jayapura Terbesar karena Pertandingkan Cabor Terbanyak

Pada pembukaan Munassus KADIN, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jenderal TNI (HOR) Luhut Binsar Pandjaitan, juga menegaskan pentingnya KADIN bersatu untuk memperkuat posisinya sebagai mitra pemerintah sehingga dapat lebih bersinergi dengan pemerintah.

 “Munassus merupakan acara yang sangat penting agar KADIN dapat menjadi lebih kuat layaknya magnet dari pemerintahan dan membantu pemerintah untuk menghadapi serta mengatasi tantangan-tantangan yang ada saat ini sehingga mempercepat proses pemulihan dan transformasi ekonomi Indonesia, demi terwujudnya Indonesia Maju,” kata Luhut.

Dunia usaha bersama pemerintah harus berintegrasi secara harmonis untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif dalam rangka meningkatkan perekonomian nasional.

“KADIN Indonesia adalah mitra strategis pemerintah dalam memberdayakan potensi dunia usaha yang ada di seluruh wilayah Indonesia dan mendorong pembangunan ekonomi nasional dan daerah untuk mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045, dimana Indonesia dapat menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ke-5 di dunia. Maka dari itu, penyempurnaan AD/ART ini akan mengokohkan posisi KADIN Indonesia sebagai satu-satunya induk organisasi dunia usaha di Indonesia yang lahir dari Undang Undang,” ucap Arsjad Rasjid, Ketua Umum KADIN Indonesia.

Baca Juga :  Penerimaan Pajak  KPP Pratama Jayapura Tahun 2021 Capai 92,88%

Tidak adanya penyempurnaan kembali AD/ART selama 12 tahun membuat AD/ART harus disesuaikan dengan perubahan perkembangan zaman, khususnya di bidang teknologi informasi dan ekonomi juga keadaan yang dihadapi Indonesia saat ini. Terlebih, adanya tantangan seperti konflik geopolitik Ukraina – Rusia, krisis pangan, dan naiknya inflasi yang dapat memicu timbulnya krisis politik dan krisis sosial.

Sementara itu, dalam Munassus KADIN Indonesia itu, dihadiri juga Ketua KADIN Papua, Ronald Antonio Bonai bersama jajaran pengurusnya. Ronald Antonio Bonai menegaskan bahwa KADIN Indonesia di Papua juga hanya satu, tidak terpecah dan tetap solid.

“KADIN Papua terus bermitra dengan pemerintah dalam menumbuhkan ekonomi dan kewirausahaan di Bumi Cenderawasih, termasuk mendorong milenial untuk membangkitkan perekonomian di Papua,”Imbuhnya.(dil/gin).

JAYAPURA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan dukungannya terhadap keberadaan satu-satunya Kamar Dagang dan Industri (KADIN) sebagai induk organisasi dunia usaha di Indonesia.

Hal ini disampaikan Mendagri Tito Karnavian dalam acara penutupan Musyawarah Nasional Khusus (Munassus) KADIN di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (23/6)

Munassus KADIN diselenggarakan dalam rangka mengesahkan rancangan penyempurnaan anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) KADIN Indonesia dengan mengangkat tema Konsolidasi Organisasi yang Inklusif dan Kolaboratif dalam Meningkatkan Kinerja KADIN.

“Berakhirnya Munassus dengan hasil AD/ART yang lengkap dan sempurna, memberikan kepastian kepada pemerintah bahwa KADIN Indonesia dibawah pimpinan Ketua Umum Arsjad Rasjid merupakan satu-satunya induk organisasi dunia usaha di Indonesia, serta memberikan kepastian hukum, dimana akan memunculkan kepercayaan rakyat,” ucap Menteri Dalam Negeri, Jenderal TNI (Purn.) Tito Karnavian dalam rilis KADIN Papua yang diterima Cenderawasih Pos, Jumat (24/6)

Tito juga mengatakan, Anggaran Dasar (AD) dan nAggaran Rumah Tangga (ART) merupakan pondasi dan pilar KADIN Indonesia.

“KADIN diharapkan kuat secara legitimasi hukum dan sosial, baik dari internal maupun masyarakat umum. Kementerian Dalam Negeri akan memfasilitasi KADIN dengan memberikan surat edaran dan sosialisasi kepada pemerintah-pemerintah daerah, asosiasi dan masyarakat luas jika KADIN Indonesia hanya ada satu,” ucap Tito

Baca Juga :  Pembeli Hewan Kurban Lebih Banyak Langsung ke Peternak

Pada pembukaan Munassus KADIN, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jenderal TNI (HOR) Luhut Binsar Pandjaitan, juga menegaskan pentingnya KADIN bersatu untuk memperkuat posisinya sebagai mitra pemerintah sehingga dapat lebih bersinergi dengan pemerintah.

 “Munassus merupakan acara yang sangat penting agar KADIN dapat menjadi lebih kuat layaknya magnet dari pemerintahan dan membantu pemerintah untuk menghadapi serta mengatasi tantangan-tantangan yang ada saat ini sehingga mempercepat proses pemulihan dan transformasi ekonomi Indonesia, demi terwujudnya Indonesia Maju,” kata Luhut.

Dunia usaha bersama pemerintah harus berintegrasi secara harmonis untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif dalam rangka meningkatkan perekonomian nasional.

“KADIN Indonesia adalah mitra strategis pemerintah dalam memberdayakan potensi dunia usaha yang ada di seluruh wilayah Indonesia dan mendorong pembangunan ekonomi nasional dan daerah untuk mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045, dimana Indonesia dapat menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ke-5 di dunia. Maka dari itu, penyempurnaan AD/ART ini akan mengokohkan posisi KADIN Indonesia sebagai satu-satunya induk organisasi dunia usaha di Indonesia yang lahir dari Undang Undang,” ucap Arsjad Rasjid, Ketua Umum KADIN Indonesia.

Baca Juga :  Klaster Kota Jayapura Terbesar karena Pertandingkan Cabor Terbanyak

Tidak adanya penyempurnaan kembali AD/ART selama 12 tahun membuat AD/ART harus disesuaikan dengan perubahan perkembangan zaman, khususnya di bidang teknologi informasi dan ekonomi juga keadaan yang dihadapi Indonesia saat ini. Terlebih, adanya tantangan seperti konflik geopolitik Ukraina – Rusia, krisis pangan, dan naiknya inflasi yang dapat memicu timbulnya krisis politik dan krisis sosial.

Sementara itu, dalam Munassus KADIN Indonesia itu, dihadiri juga Ketua KADIN Papua, Ronald Antonio Bonai bersama jajaran pengurusnya. Ronald Antonio Bonai menegaskan bahwa KADIN Indonesia di Papua juga hanya satu, tidak terpecah dan tetap solid.

“KADIN Papua terus bermitra dengan pemerintah dalam menumbuhkan ekonomi dan kewirausahaan di Bumi Cenderawasih, termasuk mendorong milenial untuk membangkitkan perekonomian di Papua,”Imbuhnya.(dil/gin).

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/