Selain start yang baik, pemilihan ban depan yang sesuai turut menjadi penentu. Bagnaia memilih perpaduan ban depan-belakang hard-medium. Sementara itu, Vinales menggunakan medium-medium dan Jorge Martin soft-medium. ’’Ketika berada di posisi ketiga, saya hanya berusaha mengejar Maverick. Saya harus katakan, ban depan yang keras membantu saya mengerem dengan sangat keras,” ucapnya.
Kemenangan di GP Indonesia sangat penting bagi Bagnaia. Sebab, hasil itu kembali meningkatkan motivasinya dalam perebutan gelar juara dunia. ’’Kami kompetitif lagi. Kami merindukan perasaan ini, jadi bisa menampilkan penampilan seperti ini lagi (juara, Red) sangat penting,” ujarnya.
Sementara itu, Jorge Martin mengaku telah berbuat kesalahan. Meski mengawali start dengan baik (menyalip dari posisi enam ke posisi satu), dia akhirnya terjatuh di tikungan lap ke-13. Pasalnya, dia sempat melebar di tikungan 10 dan terpaksa melewati bagian trek yang berdebu. Itu membuat bannya agak licin. ’’Kesalahan saya adalah melaju selebar 1 meter di tanah, kemudian menikung di tikungan berikutnya,” sesal Martin
Meski begitu, perebutan gelar belum berakhir. Martin percaya, dirinya masih bisa memberi perlawanan di balapan selanjutnya. ’’Saya pikir, saya telah tampil luar biasa hingga saat itu (sebelum jatuh, Red). Saya yang tercepat saat ini,’’ paparnya. (ka/c18/bas)
KLASEMEN MOTOGP (SEPULUH BESAR)
1. Francesco Bagnaia/Ducati Lenovo/346 poin
2. Jorge Martin/Pramac Ducati/328
3. Marco Bezzecchi/Mooney VR46 Ducati/283
4. Brad Binder/KTM/211
5. Aleix Espargaro/Aprilia/177
6. Maverick Vinales/Aprilia/165
7. Johann Zarco/Pramac Ducati/162
8. Luca Marini/Mooney VR46 Ducati/144
9. Jack Miller/KTM/135
10. Fabio Quartararo/Monster Yamaha/132