alexametrics
27.7 C
Jayapura
Sunday, May 22, 2022

KONI Rumahkan Atlet

Kenius Kogoya. ( FOTO: Erik / Cepos)

PON 2021 Papua

JAYAPURA – Presiden Jokowi resmi menunda pelaksanaan PON XX Papua hingga bulan Oktober 2021 akibat Pandemi Covid-19. Dengan kurun waktu satu tahun lebih atau 18 bulan, KONI Papua pun mengambil langkah untuk menghentikan training center (TC) bagi para atlet yang TC di Papua maupun di luar Papua.

Sekretaris KONI Papua, Kenius Kogoya mengaku, bahwa dengan penundaan PON berdampak besar bagi persiapan atletnya. Apalagi kata Kenius, saat ini atlet mereka pada kondisi yang sangat baik. Hanya saja dengan adanya penundaan di tengah Pandemi Covid-19 membuat KONI mengambil langkah untuk menghentikan TC untuk sementara waktu.

“Kita sudah rapat, dan lebih kepada penundaan TC. Karena penundaan PON membuat persiapan kita terganggu dan kita akan melakukan recovery dalam beberapa waktu kedepan,” ungkap Kenius kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (24/4) siang kemarin.

Baca Juga :  Usul Gunakan Aplikasi Sport Science dan Iptek

Namun kata Kenius, meski TC akan ditunda sementara waktu, tapi atlet tersebut tetap akan menjadi atlet KONI Papua. Sementara program latihan akan diserahkan seutuhnya kepada Pengprov.

“Ada kebijakan-kebijakan lain yang kita ambil untuk tetap menjaga atlet kita agar mereka tidak mengalami degradasi atau mereka mengalami depresi dan hal sebagainya, untuk latihan kita kembalikan ke Cabor dan tetap menjadi atlet kita,” ujarnya.

Kenius berharap, selama menjalani latihan mandiri, KONI tetap memberikan hak-hak bagi para atlet, pelatih dan official. Sehingga KONI berharap para atlet tetap bisa menjaga performa meski harus menjalani latihan mandiri.

“Tetap kita kawal, kita jaga atlet yang kita bina sampai dengan pelaksanaan PON, kita kembalikan kepada Cabor dan KONI tetap mengawasi atlet itu untuk tetap berlatih dari rumah. Kita masih menjamin dari biaya, tapi hak-hak mereka itu pun tidak sepenuhnya, kita memberikan tidak sepenuhnya serti yang mereka dapat saat ini. Karena latihan mereka tidak full time sepeti selama ini, mereka bisa melakukan latihan-latihan mandiri tapi di kontrol oleh pelatihnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Manu Pilih Amankan Diri di Jayapura

“Latihan mandiri dari rumah, kita tetap jaga mereka sebagai atlet kita. TC mandiri tapi tetap menjadi atlet Papua. Kita tidak lepas begitu saja, TC mandiri tetap menjaga stamina mereka. Jadi sementara waktu kita merumahkan atau kita kembalikan kepada cabor masing-masing untuk di bina,” sambungnya.

Namun kata Kenius, ada beberapa atlet yang merupakan atlet prioritas akan menjadi perhatian khusus kemungkinan besar tetap akan mengikuti latihan secara intens.

Langkah yang diambil oleh KONI Papua juga telah dilakukan oleh semua KONI se Indonesia untuk melindungi para atletnya dari Covid-19. (eri/gin).

Kenius Kogoya. ( FOTO: Erik / Cepos)

PON 2021 Papua

JAYAPURA – Presiden Jokowi resmi menunda pelaksanaan PON XX Papua hingga bulan Oktober 2021 akibat Pandemi Covid-19. Dengan kurun waktu satu tahun lebih atau 18 bulan, KONI Papua pun mengambil langkah untuk menghentikan training center (TC) bagi para atlet yang TC di Papua maupun di luar Papua.

Sekretaris KONI Papua, Kenius Kogoya mengaku, bahwa dengan penundaan PON berdampak besar bagi persiapan atletnya. Apalagi kata Kenius, saat ini atlet mereka pada kondisi yang sangat baik. Hanya saja dengan adanya penundaan di tengah Pandemi Covid-19 membuat KONI mengambil langkah untuk menghentikan TC untuk sementara waktu.

“Kita sudah rapat, dan lebih kepada penundaan TC. Karena penundaan PON membuat persiapan kita terganggu dan kita akan melakukan recovery dalam beberapa waktu kedepan,” ungkap Kenius kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (24/4) siang kemarin.

Baca Juga :  Manu Pilih Amankan Diri di Jayapura

Namun kata Kenius, meski TC akan ditunda sementara waktu, tapi atlet tersebut tetap akan menjadi atlet KONI Papua. Sementara program latihan akan diserahkan seutuhnya kepada Pengprov.

“Ada kebijakan-kebijakan lain yang kita ambil untuk tetap menjaga atlet kita agar mereka tidak mengalami degradasi atau mereka mengalami depresi dan hal sebagainya, untuk latihan kita kembalikan ke Cabor dan tetap menjadi atlet kita,” ujarnya.

Kenius berharap, selama menjalani latihan mandiri, KONI tetap memberikan hak-hak bagi para atlet, pelatih dan official. Sehingga KONI berharap para atlet tetap bisa menjaga performa meski harus menjalani latihan mandiri.

“Tetap kita kawal, kita jaga atlet yang kita bina sampai dengan pelaksanaan PON, kita kembalikan kepada Cabor dan KONI tetap mengawasi atlet itu untuk tetap berlatih dari rumah. Kita masih menjamin dari biaya, tapi hak-hak mereka itu pun tidak sepenuhnya, kita memberikan tidak sepenuhnya serti yang mereka dapat saat ini. Karena latihan mereka tidak full time sepeti selama ini, mereka bisa melakukan latihan-latihan mandiri tapi di kontrol oleh pelatihnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Kemajuan Pembangunan Venue Sesuai Target

“Latihan mandiri dari rumah, kita tetap jaga mereka sebagai atlet kita. TC mandiri tapi tetap menjadi atlet Papua. Kita tidak lepas begitu saja, TC mandiri tetap menjaga stamina mereka. Jadi sementara waktu kita merumahkan atau kita kembalikan kepada cabor masing-masing untuk di bina,” sambungnya.

Namun kata Kenius, ada beberapa atlet yang merupakan atlet prioritas akan menjadi perhatian khusus kemungkinan besar tetap akan mengikuti latihan secara intens.

Langkah yang diambil oleh KONI Papua juga telah dilakukan oleh semua KONI se Indonesia untuk melindungi para atletnya dari Covid-19. (eri/gin).

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/