Friday, January 30, 2026
25.7 C
Jayapura

Gerd Mengintai Anak Muda, Dokter Ungkap Cara Sederhana Kurangi Risikonya

SURABAYA — Penerapan gaya hidup sehat sejak usia muda dinilai mampu mengurangi keparahan Gastroesophageal Reflux Disease (Gerd), gangguan pencernaan kronis yang kini semakin banyak dialami generasi muda.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Rino Alvani Gani, Sp.PD-KGEH, mengatakan kebiasaan hidup tidak sehat menjadi faktor utama meningkatnya kasus Gerd pada anak muda.

“Cara menguranginya adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti tidak merokok, rutin berolahraga, makan secara teratur, menjaga berat badan ideal, serta mengelola stres dengan baik,” ujar Prof. Rino kepada Antara, Senin (26/1).

Gerd (Gastroesophageal Reflux Disease) merupakan kondisi kronis ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus) secara berulang. Kondisi ini dapat memicu sensasi panas di dada (heartburn), nyeri ulu hati, hingga gangguan menelan.

Baca Juga :  Ini 10 Tanda Seseorang Berbohong Menurut Psikologi, Kenali Tandanya ?

Menurut Prof. Rino, banyak anak muda saat ini belum menerapkan pola hidup sehat. Kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, pola makan tidak teratur, serta konsumsi makanan tinggi lemak dan gula menjadi pemicu utama.

“Banyak anak muda mengalami kelebihan berat badan karena jarang berolahraga, merokok aktif, dan tidak menjaga pola makan. Ini semua memperberat risiko Gerd,” katanya.

Gerd yang tidak ditangani dengan baik tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga berpotensi menyebabkan komplikasi kesehatan yang lebih serius.

“Gerd dapat menyebabkan peradangan saluran cerna atas, sulit menelan karena sensasi seperti ada gumpalan di tenggorokan, memicu asma atau batuk berkepanjangan, hingga menyebabkan pusing,” jelas Prof. Rino.

Baca Juga :  Benarkah Kolesterol Tinggi Dapat Menimbulkan Rasa Lelah?

SURABAYA — Penerapan gaya hidup sehat sejak usia muda dinilai mampu mengurangi keparahan Gastroesophageal Reflux Disease (Gerd), gangguan pencernaan kronis yang kini semakin banyak dialami generasi muda.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Rino Alvani Gani, Sp.PD-KGEH, mengatakan kebiasaan hidup tidak sehat menjadi faktor utama meningkatnya kasus Gerd pada anak muda.

“Cara menguranginya adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti tidak merokok, rutin berolahraga, makan secara teratur, menjaga berat badan ideal, serta mengelola stres dengan baik,” ujar Prof. Rino kepada Antara, Senin (26/1).

Gerd (Gastroesophageal Reflux Disease) merupakan kondisi kronis ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus) secara berulang. Kondisi ini dapat memicu sensasi panas di dada (heartburn), nyeri ulu hati, hingga gangguan menelan.

Baca Juga :  Ini 10 Tanda Seseorang Berbohong Menurut Psikologi, Kenali Tandanya ?

Menurut Prof. Rino, banyak anak muda saat ini belum menerapkan pola hidup sehat. Kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, pola makan tidak teratur, serta konsumsi makanan tinggi lemak dan gula menjadi pemicu utama.

“Banyak anak muda mengalami kelebihan berat badan karena jarang berolahraga, merokok aktif, dan tidak menjaga pola makan. Ini semua memperberat risiko Gerd,” katanya.

Gerd yang tidak ditangani dengan baik tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga berpotensi menyebabkan komplikasi kesehatan yang lebih serius.

“Gerd dapat menyebabkan peradangan saluran cerna atas, sulit menelan karena sensasi seperti ada gumpalan di tenggorokan, memicu asma atau batuk berkepanjangan, hingga menyebabkan pusing,” jelas Prof. Rino.

Baca Juga :  Bangun Generasi Lebih Sehat dan Aktif

Berita Terbaru

Artikel Lainnya