Friday, January 16, 2026
25 C
Jayapura

Di Balik Rumor Megawati Tolak Jokowi Jadi Presiden 3 Periode

JAKARTA-Sekretaris Jenderal atau Sekjen PDIPHasto Kristiyanto angkat bicara mengenai isu perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode, yang diduga awal mula konflik Jokowi dengan Megawati.

Sebelumnya, Politisi PDIPAdian Napitupulu membongkar akar konflik Jokowi dengan Megawati, lantaran PDIP tidak mengabulkan permintaan Jokowi untuk perpanjangan masa jabatan sebagai Presiden.

“Nah ketika kemudian ada permintaan tiga periode, kita tolak. Ini masalah konstitusi, ini masalah bangsa, ini masalah rakyat, yang harus kita tidak bisa setujui,” katanya dalam keterangan resminya, Rabu (25/10).

“Kalau ada yang marah karena kita menolak penambahan masa jabatan tiga periode atau perpanjangan, bukan karena apa-apa, itu urusan masing-masing. Tetapi memang untuk menjaga konstitusi. Sederhana saja,” tambahnya.

Baca Juga :  Rayakan HUT ke-61, DPD Golkar Kota Jayapura Bagikan Ribuan Paket Sembako

Menurutnya, ada pihak-pihak yang tidak suka dan marah lantaran permintaan perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode ditolak oleh PDIP.

Lantas kebenaran isu itu menjadi bola liar di tengah-tengah publik, sebelum akhirnya dikonfirmasi langsung oleh Sekjen PDIPHasto Kristiyanto.

“Saya sendiri mengalami itu. Bahwa itu memang ada,” kata Hasto dalam keterangan resminya pada Jumat (27/10).

Hasto mengaku, PDIP sempat menerima permintaan oleh sejumlah ketua umum parpol untuk mendukung perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi menjadi 3 periode.

Kemudian, Sekjen PDIP sekaligus dosen Universitas Pertahan itu menceritakan kronologi, bagaimana permintaan perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode itu sampai ke PDIP.

Hasto menceritakan, saat itu ketika ia sedang berziarah ke makam Bung Karno di Blitar, tiba-tiba muncul berita salah satu menteri yang berbicara perpanjangan masa jabatan Presiden dengan menggunakan big datanya.

Baca Juga :  Usai Daftar ke KPU, Prabowo-Gibran Jalani Tes Kesehatan Bersama di RSPAD

JAKARTA-Sekretaris Jenderal atau Sekjen PDIPHasto Kristiyanto angkat bicara mengenai isu perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode, yang diduga awal mula konflik Jokowi dengan Megawati.

Sebelumnya, Politisi PDIPAdian Napitupulu membongkar akar konflik Jokowi dengan Megawati, lantaran PDIP tidak mengabulkan permintaan Jokowi untuk perpanjangan masa jabatan sebagai Presiden.

“Nah ketika kemudian ada permintaan tiga periode, kita tolak. Ini masalah konstitusi, ini masalah bangsa, ini masalah rakyat, yang harus kita tidak bisa setujui,” katanya dalam keterangan resminya, Rabu (25/10).

“Kalau ada yang marah karena kita menolak penambahan masa jabatan tiga periode atau perpanjangan, bukan karena apa-apa, itu urusan masing-masing. Tetapi memang untuk menjaga konstitusi. Sederhana saja,” tambahnya.

Baca Juga :  Pekey Mantap Maju "Nyalon" Wali Kota Jayapura

Menurutnya, ada pihak-pihak yang tidak suka dan marah lantaran permintaan perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode ditolak oleh PDIP.

Lantas kebenaran isu itu menjadi bola liar di tengah-tengah publik, sebelum akhirnya dikonfirmasi langsung oleh Sekjen PDIPHasto Kristiyanto.

“Saya sendiri mengalami itu. Bahwa itu memang ada,” kata Hasto dalam keterangan resminya pada Jumat (27/10).

Hasto mengaku, PDIP sempat menerima permintaan oleh sejumlah ketua umum parpol untuk mendukung perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi menjadi 3 periode.

Kemudian, Sekjen PDIP sekaligus dosen Universitas Pertahan itu menceritakan kronologi, bagaimana permintaan perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode itu sampai ke PDIP.

Hasto menceritakan, saat itu ketika ia sedang berziarah ke makam Bung Karno di Blitar, tiba-tiba muncul berita salah satu menteri yang berbicara perpanjangan masa jabatan Presiden dengan menggunakan big datanya.

Baca Juga :  Pimpinan Definitif DPRK Tunggu SK Partai Golkar

Berita Terbaru

Artikel Lainnya