Monday, February 9, 2026
27.7 C
Jayapura

Awas Kanker! Bahaya Formalin dalam Makanan dan Cara Mengenalinya

Bahaya mengonsumsi formalin dapat dibagi menjadi efek akut (langsung) dan efek kronis (jangka panjang).
1. Efek Akut (Paparan Jangka Pendek): ketika seseorang mengonsumsi makanan dengan kadar formalin tinggi, reaksi yang cepat mungkin terjadi diantaranya gangguan Pencernaan, kerusakan organ, sistem Saraf, gagal ginjal.
2. Efek Kronis (Paparan Jangka Panjang): Paparan formalin yang berulang, meskipun dalam kadar rendah, adalah yang paling berbahaya karena efeknya terakumulasi dari waktu ke waktu.

Risiko paling menakutkan adalah peningkatan risiko kanker, terutama kanker saluran cerna, kanker tenggorokan, dan leukimia. Dapat mengindikasi pada kerusakan hati, gangguan ginjal, gangguan reproduksi.

Cara Mengenali Makanan yang Mengandung Formalin
Karena formalin tidak berbau pada makanan yang diolah, pengenalan menjadi sulit. Namun, ada beberapa ciri fisik yang patut dicurigai untuk mengetahui makanan mengandung formalin.

Baca Juga :  Ini Bacaan Wirid Setelah Sholat Fardhu Lengkap, Berikut Keutamaannya

Ikan dan Ayam : Teksturnya sangat kenyal, kaku, dan elastis (tidak mudah hancur). Bau amisnya hilang atau sangat samar. Lalat enggan hinggap.

Tahu dan Mi Basah : Tidak mudah basi, bahkan setelah didiamkan di suhu ruang selama 2- 3 hari. Teksturnya sangat kenyal dan tidak berbau kedelai/tepung alami.

Formalin adalah zat yang seharusnya berada di laboratorium atau rumah duka, bukan di meja makan kita. Dengan meningkatkan kesadaran dan kehati-hatian, kita dapat melindungi keluarga dari ancaman racun tersembunyi ini. (*/jawapos)

Bahaya mengonsumsi formalin dapat dibagi menjadi efek akut (langsung) dan efek kronis (jangka panjang).
1. Efek Akut (Paparan Jangka Pendek): ketika seseorang mengonsumsi makanan dengan kadar formalin tinggi, reaksi yang cepat mungkin terjadi diantaranya gangguan Pencernaan, kerusakan organ, sistem Saraf, gagal ginjal.
2. Efek Kronis (Paparan Jangka Panjang): Paparan formalin yang berulang, meskipun dalam kadar rendah, adalah yang paling berbahaya karena efeknya terakumulasi dari waktu ke waktu.

Risiko paling menakutkan adalah peningkatan risiko kanker, terutama kanker saluran cerna, kanker tenggorokan, dan leukimia. Dapat mengindikasi pada kerusakan hati, gangguan ginjal, gangguan reproduksi.

Cara Mengenali Makanan yang Mengandung Formalin
Karena formalin tidak berbau pada makanan yang diolah, pengenalan menjadi sulit. Namun, ada beberapa ciri fisik yang patut dicurigai untuk mengetahui makanan mengandung formalin.

Baca Juga :  Masalah Gizi Masih Menjadi Tantangan Besar

Ikan dan Ayam : Teksturnya sangat kenyal, kaku, dan elastis (tidak mudah hancur). Bau amisnya hilang atau sangat samar. Lalat enggan hinggap.

Tahu dan Mi Basah : Tidak mudah basi, bahkan setelah didiamkan di suhu ruang selama 2- 3 hari. Teksturnya sangat kenyal dan tidak berbau kedelai/tepung alami.

Formalin adalah zat yang seharusnya berada di laboratorium atau rumah duka, bukan di meja makan kita. Dengan meningkatkan kesadaran dan kehati-hatian, kita dapat melindungi keluarga dari ancaman racun tersembunyi ini. (*/jawapos)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya