Wednesday, April 1, 2026
25.8 C
Jayapura

Beredar Ilmuwan Rusia Temukan Vaksin Enteromix yang Sembuhkan Kanker

Prof. Zubairi menegaskan bahwa klaim yang menyebut Enteromix sebagai obat penyembuh kanker saat ini masih terlalu berlebihan. “Jadi Enteromex ini belum teruji secara ilmiah bermanfaat untuk kanker. Jadi sekarang ini masih penelitian awal,” ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Senin (9/2).

Ia menerangkan bahwa dalam pengembangan obat atau vaksin, ada tahapan panjang yang harus dilalui, mulai dari penelitian laboratorium, uji pada hewan, uji klinik manusia fase 1, 2, dan 3, hingga akhirnya disetujui oleh otoritas kesehatan seperti BPOM, FDA, atau kementerian kesehatan setempat.

Dengan demikian, klaim bahwa Enteromix siap digunakan untuk menyembuhkan kanker belum didukung bukti ilmiah yang kuat. Hingga kini, vaksin tersebut masih berada pada tahap penelitian awal dan belum dapat digunakan sebagai terapi kanker yang sah. (*/Jawapos)

Baca Juga :  Belasan Ribu Orang di Papua Terinfeksi Sifilis

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Prof. Zubairi menegaskan bahwa klaim yang menyebut Enteromix sebagai obat penyembuh kanker saat ini masih terlalu berlebihan. “Jadi Enteromex ini belum teruji secara ilmiah bermanfaat untuk kanker. Jadi sekarang ini masih penelitian awal,” ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Senin (9/2).

Ia menerangkan bahwa dalam pengembangan obat atau vaksin, ada tahapan panjang yang harus dilalui, mulai dari penelitian laboratorium, uji pada hewan, uji klinik manusia fase 1, 2, dan 3, hingga akhirnya disetujui oleh otoritas kesehatan seperti BPOM, FDA, atau kementerian kesehatan setempat.

Dengan demikian, klaim bahwa Enteromix siap digunakan untuk menyembuhkan kanker belum didukung bukti ilmiah yang kuat. Hingga kini, vaksin tersebut masih berada pada tahap penelitian awal dan belum dapat digunakan sebagai terapi kanker yang sah. (*/Jawapos)

Baca Juga :  IDAI Papua Gelar Vaksin Polio ke 64 Anak

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya