Warga Sorong Tewas dalam Perang Ukraina

Taufiq dilaporkan tewas ketika pasukan Rusia berusaha melakukan pergerakan dari Zelena Dolyna menuju Novoselivka dan Drobysheve di wilayah Donetsk. Dalam operasi tersebut, unit militer Rusia berupaya memperluas pergerakan di garis depan. Namun, pasukan Ukraina berhasil menggagalkan upaya tersebut dan menewaskan sejumlah personel, termasuk Taufiq.

DIU menyebut kematian warga Indonesia itu menjadi contoh lain perekrutan warga negara asing oleh Rusia yang diduga dilakukan dengan kedok tawaran pekerjaan. Pengiriman personel asing ke medan perang setelah menjalani pelatihan singkat juga pernah dilaporkan terjadi pada warga negara lain.Salah satu kasus yang disebut adalah seorang pria asal Nigeria berusia 34 tahun yang tewas di wilayah Kharkiv.

Baca Juga :  Tak Punya Mobil dan Tanah, Segini Kekayaan Pj Bupati Sorong yang Terjaring OTT

Berdasarkan laporan Militarnyi, pria tersebut bergabung dengan militer Rusia setelah menerima tawaran pekerjaan dan hanya menjalani pelatihan selama satu minggu. Pola perekrutan yang dilaporkan Ukraina memperlihatkan bagaimana tawaran pekerjaan sipil dapat menjadi pintu masuk bagi warga asing untuk bergabung dengan militer Rusia. Perantara perekrutan disebut menawarkan pekerjaan di Rusia, sekaligus membantu mengurus visa dan membiayai tiket perjalanan. Namun, setelah tiba di negara tersebut, para calon pekerja diduga menghadapi situasi berbeda dari yang dijanjikan.

Dalam sejumlah kasus, paspor warga asing disebut disita oleh pihak berwenang. Mereka kemudian diarahkan atau dipaksa menandatangani kontrak militer, alih-alih menjalani pekerjaan sipil sebagaimana tawaran awal. Pola tersebut menjadi perhatian karena warga asing yang tidak memiliki pengalaman militer berisiko langsung ditempatkan di medan perang dengan persiapan terbatas. Perekrutan warga asing untuk memperkuat pasukan Rusia disebut telah berlangsung dalam skala besar sejak invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.

Baca Juga :  Surat Presiden, KSAD Jenderal Agus Subiyanto Jadi Calon Panglima TNI

Taufiq dilaporkan tewas ketika pasukan Rusia berusaha melakukan pergerakan dari Zelena Dolyna menuju Novoselivka dan Drobysheve di wilayah Donetsk. Dalam operasi tersebut, unit militer Rusia berupaya memperluas pergerakan di garis depan. Namun, pasukan Ukraina berhasil menggagalkan upaya tersebut dan menewaskan sejumlah personel, termasuk Taufiq.

DIU menyebut kematian warga Indonesia itu menjadi contoh lain perekrutan warga negara asing oleh Rusia yang diduga dilakukan dengan kedok tawaran pekerjaan. Pengiriman personel asing ke medan perang setelah menjalani pelatihan singkat juga pernah dilaporkan terjadi pada warga negara lain.Salah satu kasus yang disebut adalah seorang pria asal Nigeria berusia 34 tahun yang tewas di wilayah Kharkiv.

Baca Juga :  Satu OPM Pilih Menyerahkan Diri

Berdasarkan laporan Militarnyi, pria tersebut bergabung dengan militer Rusia setelah menerima tawaran pekerjaan dan hanya menjalani pelatihan selama satu minggu. Pola perekrutan yang dilaporkan Ukraina memperlihatkan bagaimana tawaran pekerjaan sipil dapat menjadi pintu masuk bagi warga asing untuk bergabung dengan militer Rusia. Perantara perekrutan disebut menawarkan pekerjaan di Rusia, sekaligus membantu mengurus visa dan membiayai tiket perjalanan. Namun, setelah tiba di negara tersebut, para calon pekerja diduga menghadapi situasi berbeda dari yang dijanjikan.

Dalam sejumlah kasus, paspor warga asing disebut disita oleh pihak berwenang. Mereka kemudian diarahkan atau dipaksa menandatangani kontrak militer, alih-alih menjalani pekerjaan sipil sebagaimana tawaran awal. Pola tersebut menjadi perhatian karena warga asing yang tidak memiliki pengalaman militer berisiko langsung ditempatkan di medan perang dengan persiapan terbatas. Perekrutan warga asing untuk memperkuat pasukan Rusia disebut telah berlangsung dalam skala besar sejak invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.

Baca Juga :  Hari ini, Rute Penerbangan Domestik Biak – Sorong PP Dilaunching

Berita Terbaru

Artikel Lainnya