Friday, March 27, 2026
22.7 C
Jayapura

Iran Ijinkan Enam Negara Lewati Selat Hormuz

JAKARTA-Iran menyatakan telah memberikan izin kepada kapal-kapal dari sejumlah negara yang dianggap sebagai sahabat, termasuk Rusia, untuk melintasi Selat Hormuz.

“Kami telah mengizinkan kapal-kapal dari Tiongkok, Rusia, India, Pakistan, dan Irak, serta negara-negara lain yang kami anggap sahabat, untuk melewati Selat Hormuz,” ujar Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancaranya dengan saluran televisi satelit Lebanon, Al Mayadeen, Kamis (26/3).

Seperti dilansir dari Antara, Araghchi juga menegaskan bahwa Teheran tidak memiliki alasan untuk memberikan akses yang sama kepada kapal-kapal yang dianggap sebagai pihak lawan.

Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran yang mengakibatkan kerusakan serta korban sipil. Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Iran dengan menargetkan wilayah Israel dan fasilitas militer milik AS di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga :  Tim  Rescuer Pos SAR Sarmi Berikan Dukungan BBM Kepada Speed Boad Roman Mandira

Ketegangan yang terus meningkat di sekitar Iran memicu terjadinya blokade de facto di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur vital distribusi minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar internasional.

Kondisi tersebut turut berdampak pada penurunan ekspor dan produksi minyak di kawasan, sehingga mendorong kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.

JAKARTA-Iran menyatakan telah memberikan izin kepada kapal-kapal dari sejumlah negara yang dianggap sebagai sahabat, termasuk Rusia, untuk melintasi Selat Hormuz.

“Kami telah mengizinkan kapal-kapal dari Tiongkok, Rusia, India, Pakistan, dan Irak, serta negara-negara lain yang kami anggap sahabat, untuk melewati Selat Hormuz,” ujar Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancaranya dengan saluran televisi satelit Lebanon, Al Mayadeen, Kamis (26/3).

Seperti dilansir dari Antara, Araghchi juga menegaskan bahwa Teheran tidak memiliki alasan untuk memberikan akses yang sama kepada kapal-kapal yang dianggap sebagai pihak lawan.

Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran yang mengakibatkan kerusakan serta korban sipil. Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Iran dengan menargetkan wilayah Israel dan fasilitas militer milik AS di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga :  Resmi Tetapkan 17 Hari Libur Nasional dan 8 Cuti Bersama di Tahun 2026

Ketegangan yang terus meningkat di sekitar Iran memicu terjadinya blokade de facto di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur vital distribusi minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar internasional.

Kondisi tersebut turut berdampak pada penurunan ekspor dan produksi minyak di kawasan, sehingga mendorong kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/