Tuesday, January 27, 2026
26.7 C
Jayapura

Tandingan Starlink, Rusia Siapkan Internet Satelit ‘Rassvet’

SURABAYA – Rusia berencana meluncurkan jaringan internet satelit bernama ‘Rassvet’ pada 2027 sebagai tandingan Starlink milik SpaceX. Kepala Roscosmos, Dmitry Bakanov, menyebut proyek ini akan menjadi langkah strategis untuk menghadirkan konektivitas ke seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil yang belum terjangkau jaringan komunikasi terestrial.

Starlink saat ini menyediakan internet berkecepatan tinggi melalui konstelasi lebih dari 9.000 satelit di orbit rendah Bumi, dengan 9 juta pengguna di lebih dari 150 negara. Namun, layanan tersebut belum tersedia secara resmi di Rusia. Pada Jumat lalu, Bakanov menunjukkan kepada wartawan Channel One sebuah terminal rancangan Rusia untuk akses internet broadband satelit.

Ia menegaskan perangkat itu akan memungkinkan pengguna di seluruh dunia tetap terhubung. “Sangat penting untuk menyediakan konektivitas ke semua wilayah yang tidak terjangkau oleh jaringan komunikasi terestrial,” tegasnya.

Baca Juga :  Bahlil: Wacana 3 Periode Saya yang Sampaikan Tanpa Diperintah Siapapun!

Bakanov menambahkan, produksi massal perangkat keras akan dimulai sebelum akhir tahun ini. Konstelasi orbital yang terdiri dari lebih dari 300 satelit ditargetkan siap beroperasi penuh pada tahun depan.

Kepala komite kebijakan informasi parlemen Rusia, Sergey Boyarsky, menyebut konstelasi satelit orbit rendah Bumi ini sebagai respons Moskow terhadap sistem Starlink Amerika.

“Proyek ini akan memungkinkan lompatan kualitatif dalam menyediakan komunikasi ke wilayah terpencil Rusia,” ujarnya kepada Tass.

SURABAYA – Rusia berencana meluncurkan jaringan internet satelit bernama ‘Rassvet’ pada 2027 sebagai tandingan Starlink milik SpaceX. Kepala Roscosmos, Dmitry Bakanov, menyebut proyek ini akan menjadi langkah strategis untuk menghadirkan konektivitas ke seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil yang belum terjangkau jaringan komunikasi terestrial.

Starlink saat ini menyediakan internet berkecepatan tinggi melalui konstelasi lebih dari 9.000 satelit di orbit rendah Bumi, dengan 9 juta pengguna di lebih dari 150 negara. Namun, layanan tersebut belum tersedia secara resmi di Rusia. Pada Jumat lalu, Bakanov menunjukkan kepada wartawan Channel One sebuah terminal rancangan Rusia untuk akses internet broadband satelit.

Ia menegaskan perangkat itu akan memungkinkan pengguna di seluruh dunia tetap terhubung. “Sangat penting untuk menyediakan konektivitas ke semua wilayah yang tidak terjangkau oleh jaringan komunikasi terestrial,” tegasnya.

Baca Juga :  Telkom Berhasil Pulihkan SKKL SMPCS Ruas Sorong-Merauke

Bakanov menambahkan, produksi massal perangkat keras akan dimulai sebelum akhir tahun ini. Konstelasi orbital yang terdiri dari lebih dari 300 satelit ditargetkan siap beroperasi penuh pada tahun depan.

Kepala komite kebijakan informasi parlemen Rusia, Sergey Boyarsky, menyebut konstelasi satelit orbit rendah Bumi ini sebagai respons Moskow terhadap sistem Starlink Amerika.

“Proyek ini akan memungkinkan lompatan kualitatif dalam menyediakan komunikasi ke wilayah terpencil Rusia,” ujarnya kepada Tass.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya