Friday, March 13, 2026
27.5 C
Jayapura

Mengejar Denmark dan Finlandia, Polri Masuk Jajaran Polisi Terbaik Dunia

Haidar Alwi menyatakan bahwa reputasi institusi keamanan sangat ditentukan oleh legitimasi sosialnya, dan skor ini menunjukkan bahwa Polri berada pada arah yang positif dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat setelah berbagai tantangan kasus internal beberapa tahun terakhir.

Haidar Alwi menyatakan bahwa peningkatan legitimasi ini menjadi landasan penting bagi Polri untuk terus memperkuat kolaborasi keamanan berbasis masyarakat.Tetapi dimensi proses menerima skor terendah, 0,130. Skor ini menunjukkan bahwa penegakan hukum Polri di lapangan masih kurang efektif dibandingkan dengan kualitas proses hukum dalam sistem pidana secara keseluruhan. Karena integritas dan efektivitas proses hukum di tingkat Kejaksaan dan Pengadilan yang lemah, banyak hasil penindakan yang tidak menghasilkan keadilan substantif.

Baca Juga :  Tim Gabungan Selamatkan Seorang Guru dan Dua Anak-anak

Menurutnya, perbaikan komprehensif dalam tata kelola penegakan hukum nasional terhambat karena kinerja Polri seringkali tidak didukung dengan baik oleh dua pilar sistem peradilan lainnya.Haidar Alwi menyatakan bahwa peningkatan peringkat Indonesia dalam indeks keamanan dunia akan sangat sulit dicapai selama ketimpangan masih berlangsung. Secara keseluruhan, skor WISPI Indonesia adalah 0,510, menempatkan Indonesia pada peringkat 63 dari 125 negara.

Situs ini menunjukkan bahwa meskipun Indonesia bukanlah negara yang paling aman, itu tidak terlalu buruk.Rasa aman masyarakat meningkat, keamanan nasional tetap terjaga, dan kejahatan dapat dicegah. “Namun, peringkat ini sekaligus menjadi alarm bahwa reformasi sistem penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya terbatas pada Polri,” katanya.

Baca Juga :  Minimalisir Pelanggaran, Propam Razia Personel Polda Papua

Haidar Alwi menyatakan bahwa reputasi institusi keamanan sangat ditentukan oleh legitimasi sosialnya, dan skor ini menunjukkan bahwa Polri berada pada arah yang positif dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat setelah berbagai tantangan kasus internal beberapa tahun terakhir.

Haidar Alwi menyatakan bahwa peningkatan legitimasi ini menjadi landasan penting bagi Polri untuk terus memperkuat kolaborasi keamanan berbasis masyarakat.Tetapi dimensi proses menerima skor terendah, 0,130. Skor ini menunjukkan bahwa penegakan hukum Polri di lapangan masih kurang efektif dibandingkan dengan kualitas proses hukum dalam sistem pidana secara keseluruhan. Karena integritas dan efektivitas proses hukum di tingkat Kejaksaan dan Pengadilan yang lemah, banyak hasil penindakan yang tidak menghasilkan keadilan substantif.

Baca Juga :  Gibran Rakabuming Raka Jadi Cawapres Prabowo, Polri Terbitkan SKCK

Menurutnya, perbaikan komprehensif dalam tata kelola penegakan hukum nasional terhambat karena kinerja Polri seringkali tidak didukung dengan baik oleh dua pilar sistem peradilan lainnya.Haidar Alwi menyatakan bahwa peningkatan peringkat Indonesia dalam indeks keamanan dunia akan sangat sulit dicapai selama ketimpangan masih berlangsung. Secara keseluruhan, skor WISPI Indonesia adalah 0,510, menempatkan Indonesia pada peringkat 63 dari 125 negara.

Situs ini menunjukkan bahwa meskipun Indonesia bukanlah negara yang paling aman, itu tidak terlalu buruk.Rasa aman masyarakat meningkat, keamanan nasional tetap terjaga, dan kejahatan dapat dicegah. “Namun, peringkat ini sekaligus menjadi alarm bahwa reformasi sistem penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya terbatas pada Polri,” katanya.

Baca Juga :  Tiga Jam Razia, Tak Ada Oknum Polisi Berkeliaraan di THM

Berita Terbaru

Artikel Lainnya