Tuesday, February 24, 2026
25.2 C
Jayapura

BGN Bantah Pernyataan Ketua BEM UGM soal Keuntungan Fantastis

TUBAN – Badan Gizi Nasional (BGN) menanggapi beredarnya video pernyataan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, yang mengklaim mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperoleh keuntungan bersih hingga Rp1,8 miliar per tahun. Wakil Kepala BGN Bidang Operasional, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa narasi tersebut tidak sesuai dengan fakta teknis maupun skema pembiayaan program.

Dia menyebut klaim tersebut sebagai bentuk disinformasi yang berpotensi menyesatkan publik. Sony membantah anggapan bahwa mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memperoleh keuntungan bersih miliaran rupiah setiap tahun. Menurutnya, perhitungan yang disampaikan tidak mencerminkan realitas investasi dan operasional di lapangan, termasuk asumsi adanya penggelembungan harga bahan baku yang dinilai tidak berdasar.

Baca Juga :  Jimly Cs Dilantik jadi MKMK untuk Usut Pelanggaran Etik Hakim MK

“Klaim keuntungan bersih Rp1,8 miliar per tahun merupakan asumsi fiktif. Angka tersebut bukan laba bersih, melainkan estimasi pendapatan kotor maksimal,” ujar Sony saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu. Dia menjelaskan bahwa nilai Rp1,8 miliar berasal dari perhitungan pendapatan kotor sebesar Rp 6 juta per hari dikalikan 313 hari operasional dalam setahun, dengan hari Minggu sebagai hari libur.

Dengan skema tersebut, total pendapatan kotor maksimal mencapai sekitar Rp1,87 miliar per tahun. “Angka itu masih harus dikurangi berbagai komponen biaya, mulai dari investasi awal, biaya operasional, pemeliharaan, depresiasi aset, hingga risiko usaha. Jadi, tidak bisa serta-merta disebut sebagai keuntungan bersih,” tegasnya. Sony juga meluruskan isu yang mengaitkan kepemilikan dapur MBG dengan pihak-pihak yang diasosiasikan dengan partai politik tertentu.

Baca Juga :  PTFI-USAID Kolaborasi Percepatan Penurunan Stunting di Papua

TUBAN – Badan Gizi Nasional (BGN) menanggapi beredarnya video pernyataan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, yang mengklaim mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperoleh keuntungan bersih hingga Rp1,8 miliar per tahun. Wakil Kepala BGN Bidang Operasional, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa narasi tersebut tidak sesuai dengan fakta teknis maupun skema pembiayaan program.

Dia menyebut klaim tersebut sebagai bentuk disinformasi yang berpotensi menyesatkan publik. Sony membantah anggapan bahwa mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memperoleh keuntungan bersih miliaran rupiah setiap tahun. Menurutnya, perhitungan yang disampaikan tidak mencerminkan realitas investasi dan operasional di lapangan, termasuk asumsi adanya penggelembungan harga bahan baku yang dinilai tidak berdasar.

Baca Juga :  Optimis Pertahankan Gelar

“Klaim keuntungan bersih Rp1,8 miliar per tahun merupakan asumsi fiktif. Angka tersebut bukan laba bersih, melainkan estimasi pendapatan kotor maksimal,” ujar Sony saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu. Dia menjelaskan bahwa nilai Rp1,8 miliar berasal dari perhitungan pendapatan kotor sebesar Rp 6 juta per hari dikalikan 313 hari operasional dalam setahun, dengan hari Minggu sebagai hari libur.

Dengan skema tersebut, total pendapatan kotor maksimal mencapai sekitar Rp1,87 miliar per tahun. “Angka itu masih harus dikurangi berbagai komponen biaya, mulai dari investasi awal, biaya operasional, pemeliharaan, depresiasi aset, hingga risiko usaha. Jadi, tidak bisa serta-merta disebut sebagai keuntungan bersih,” tegasnya. Sony juga meluruskan isu yang mengaitkan kepemilikan dapur MBG dengan pihak-pihak yang diasosiasikan dengan partai politik tertentu.

Baca Juga :  Hadirkan Ratusan Siswa SMA, KPU Keerom Gelar  Pentas Seni Pemilih Pemula

Berita Terbaru

Artikel Lainnya