Sunday, February 22, 2026
26.3 C
Jayapura

Ini Negara dengan Durasi Puasa Terlama dan Tercepat, Indonesia di Posisi ke-11

UMAT Muslim di seluruh dunia memasuki Ramadhan 2026 dengan durasi puasa yang berbeda-beda, dipengaruhi posisi geografis dan panjang siang di masing-masing negara.

Di Indonesia, lama puasa pada hari pertama tercatat sekitar 13 jam 28 menit, relatif stabil di kisaran 12–13 jam karena letaknya yang dekat garis khatulistiwa.

Namun, di belahan bumi lain, selisih waktu bisa mencapai beberapa jam lebih panjang atau lebih singkat.

Secara global, variasi ini menjadi fenomena tahunan yang terus bergeser mengikuti siklus kalender Islam.

Lebih dari dua miliar Muslim di dunia menjalankan ibadah puasa dengan rentang waktu berbeda, tergantung lintang geografis dan musim yang sedang berlangsung.

Perbedaan tersebut tidak hanya mencerminkan aspek astronomi, tetapi juga dinamika pergeseran Ramadhan dalam siklus 33 tahunan kalender Hijriah.

Baca Juga :  Pakar Komunikasi UPH Ungkap Gesture Pertemuan SYL dan Firli Bahuri

Melansir Daily Sabah, Sabtu (21/2/2026), “tahun ini, umat Muslim di seluruh dunia akan berpuasa sekitar 12 hingga 15 jam per hari selama Ramadhan.”

Laporan tersebut juga menegaskan bahwa “di Belahan Bumi Utara, jam puasa akan semakin panjang seiring bertambahnya durasi siang, sementara di Belahan Bumi Selatan diperkirakan akan semakin pendek.” Ramadhan tahun ini diperkirakan dimulai pada 18 atau 19 Februari, tergantung hasil rukyatul hilal di masing-masing negara.

Menurut Daily Sabah, bagi negara-negara di Belahan Bumi Utara yang sedang mengalami musim dingin pada awal Ramadhan, durasi puasa di hari pertama berkisar 12 hingga 13 jam dan akan meningkat secara bertahap hingga akhir bulan.

Sebaliknya, di negara-negara Belahan Bumi Selatan seperti Chili, Selandia Baru, dan Afrika Selatan, durasi awal berada di kisaran 14 hingga 15 jam sebelum perlahan memendek menjelang Idul Fitri.

Baca Juga :  Bahas Nasib Buruh, Presiden Kumpulkan Pengusaha

Perhitungan yang dirujuk berasal dari Liga Muslim Dunia (Muslim World League) yang berbasis di Riyadh, Arab Saudi, dengan menggunakan ibu kota masing-masing negara sebagai titik referensi estimasi awal Ramadhan.

Estimasi hari pertama menunjukkan durasi sebagai berikut: Türkiye 12 jam 23 menit; Arab Saudi 12 jam 42 menit; Amerika Serikat 12 jam 25 menit; Inggris 12 jam 8 menit; Finlandia 11 jam 53 menit; Pakistan 12 jam 30 menit; Jepang 12 jam 27 menit; Spanyol 12 jam 23 menit; Indonesia 13 jam 28 menit; Brasil 13 jam 47 menit; serta Afrika Selatan 14 jam 13 menit.

UMAT Muslim di seluruh dunia memasuki Ramadhan 2026 dengan durasi puasa yang berbeda-beda, dipengaruhi posisi geografis dan panjang siang di masing-masing negara.

Di Indonesia, lama puasa pada hari pertama tercatat sekitar 13 jam 28 menit, relatif stabil di kisaran 12–13 jam karena letaknya yang dekat garis khatulistiwa.

Namun, di belahan bumi lain, selisih waktu bisa mencapai beberapa jam lebih panjang atau lebih singkat.

Secara global, variasi ini menjadi fenomena tahunan yang terus bergeser mengikuti siklus kalender Islam.

Lebih dari dua miliar Muslim di dunia menjalankan ibadah puasa dengan rentang waktu berbeda, tergantung lintang geografis dan musim yang sedang berlangsung.

Perbedaan tersebut tidak hanya mencerminkan aspek astronomi, tetapi juga dinamika pergeseran Ramadhan dalam siklus 33 tahunan kalender Hijriah.

Baca Juga :  Pakar Komunikasi UPH Ungkap Gesture Pertemuan SYL dan Firli Bahuri

Melansir Daily Sabah, Sabtu (21/2/2026), “tahun ini, umat Muslim di seluruh dunia akan berpuasa sekitar 12 hingga 15 jam per hari selama Ramadhan.”

Laporan tersebut juga menegaskan bahwa “di Belahan Bumi Utara, jam puasa akan semakin panjang seiring bertambahnya durasi siang, sementara di Belahan Bumi Selatan diperkirakan akan semakin pendek.” Ramadhan tahun ini diperkirakan dimulai pada 18 atau 19 Februari, tergantung hasil rukyatul hilal di masing-masing negara.

Menurut Daily Sabah, bagi negara-negara di Belahan Bumi Utara yang sedang mengalami musim dingin pada awal Ramadhan, durasi puasa di hari pertama berkisar 12 hingga 13 jam dan akan meningkat secara bertahap hingga akhir bulan.

Sebaliknya, di negara-negara Belahan Bumi Selatan seperti Chili, Selandia Baru, dan Afrika Selatan, durasi awal berada di kisaran 14 hingga 15 jam sebelum perlahan memendek menjelang Idul Fitri.

Baca Juga :  Sambut Ramadan, HIPAR Datangkan 2 Kontainer  Telur dari Surabaya 

Perhitungan yang dirujuk berasal dari Liga Muslim Dunia (Muslim World League) yang berbasis di Riyadh, Arab Saudi, dengan menggunakan ibu kota masing-masing negara sebagai titik referensi estimasi awal Ramadhan.

Estimasi hari pertama menunjukkan durasi sebagai berikut: Türkiye 12 jam 23 menit; Arab Saudi 12 jam 42 menit; Amerika Serikat 12 jam 25 menit; Inggris 12 jam 8 menit; Finlandia 11 jam 53 menit; Pakistan 12 jam 30 menit; Jepang 12 jam 27 menit; Spanyol 12 jam 23 menit; Indonesia 13 jam 28 menit; Brasil 13 jam 47 menit; serta Afrika Selatan 14 jam 13 menit.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya