Wednesday, February 25, 2026
25.7 C
Jayapura

7 Manfaat Puasa Ramadhan untuk Kesehatan Mental

4. Menjauhkan Diri dari Kebiasaan Negatif
Puasa di bulan Ramadan bertujuan untuk beribadah dan meningkatkan akhlak serta kebiasaan yang baik. Ibadah ini bukan cuma menahan diri dari rasa lapar dan haus saja.
Puasa di bulan Ramadan juga dapat membantu untuk menjauhkan diri dari keburukan dan kebiasaan negatif. Contohnya seperti marah, berdebat, berkelahi, atau bernafsu.

Selama menjalani puasa di bulan Ramadan, banyak orang yang berfokus untuk membangun pengendalian diri, dan mempelajari kembali kebiasaan positif yang mengubah hidup. Di sini mereka dapat memperoleh kesabaran, kemauan yang kuat, dan hidup disiplin.

5. Menurunkan risiko depresi
Penelitian menyebutkan, puasa turut bermanfaat untuk menurunkan risiko depresi. Ini karena berpuasa dapat memicu produksi protein pada otak yang bernama brain-derived neurotrophic factor (BDNF).

Baca Juga :  AS Berikan Bantuan Rp 1,58 Triliun untuk Rakyat Palestina di Jalur Gaza

Selain depresi, kekurangan protein BDNF juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai masalah mental lainnya, seperti gangguan bipolar, gangguan kecemasan, serta gangguan makan.

6. Mengaktifkan proses autofagi
Ketika puasa, tubuh akan melakukan proses pembersihan sel-sel rusak yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit Parkinson dan Alzheimer.
Setelah sel-sel rusak dibersihkan, tubuh akan menggantinya dengan sel-sel baru yang lebih sehat. Proses ini disebut dengan autophagy.

4. Menjauhkan Diri dari Kebiasaan Negatif
Puasa di bulan Ramadan bertujuan untuk beribadah dan meningkatkan akhlak serta kebiasaan yang baik. Ibadah ini bukan cuma menahan diri dari rasa lapar dan haus saja.
Puasa di bulan Ramadan juga dapat membantu untuk menjauhkan diri dari keburukan dan kebiasaan negatif. Contohnya seperti marah, berdebat, berkelahi, atau bernafsu.

Selama menjalani puasa di bulan Ramadan, banyak orang yang berfokus untuk membangun pengendalian diri, dan mempelajari kembali kebiasaan positif yang mengubah hidup. Di sini mereka dapat memperoleh kesabaran, kemauan yang kuat, dan hidup disiplin.

5. Menurunkan risiko depresi
Penelitian menyebutkan, puasa turut bermanfaat untuk menurunkan risiko depresi. Ini karena berpuasa dapat memicu produksi protein pada otak yang bernama brain-derived neurotrophic factor (BDNF).

Baca Juga :  PPATK Sebut Cek Senilai Rp 2 Triliun yang Ditemukan di Rumah SYL Palsu

Selain depresi, kekurangan protein BDNF juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai masalah mental lainnya, seperti gangguan bipolar, gangguan kecemasan, serta gangguan makan.

6. Mengaktifkan proses autofagi
Ketika puasa, tubuh akan melakukan proses pembersihan sel-sel rusak yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit Parkinson dan Alzheimer.
Setelah sel-sel rusak dibersihkan, tubuh akan menggantinya dengan sel-sel baru yang lebih sehat. Proses ini disebut dengan autophagy.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya