“Saya sampaikan ada tiga hal utama, emboss ada di pojok kiri bawah, watermark ada, dan fitur itu konsisten dengan apa yang di-upload dengan Dian Sandi Utama. Jangan bilang tidak ada, sedih saya,” kata Rismon. Untuk membantah tudingan ijazah palsu dalam dua buku yang ditulisnya, Rismon menyampaikan pada Gibran bahwa dirinya akan menulis buku antitesis dari “Jokowi’s White Paper” dan “Gibran End Game”.
“Saya memang katakan kepada Mas Wapres, saya akan tuliskan koreksi saya terhadap penelitian saya yang tidak lengkap: Jokowi’s White Paper dan Gibran End Game. Dan saya minta izin saya tuntaskan di kampung saya di Balige. Saya akan mempublikasikannya,” katanya. Ia menambahkan penulisan buku tersebut setidaknya memakan waktu enam bulan, sehingga diharapkan dapat dipublikasi pada tahun ini. (*/ANTARA)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
“Saya sampaikan ada tiga hal utama, emboss ada di pojok kiri bawah, watermark ada, dan fitur itu konsisten dengan apa yang di-upload dengan Dian Sandi Utama. Jangan bilang tidak ada, sedih saya,” kata Rismon. Untuk membantah tudingan ijazah palsu dalam dua buku yang ditulisnya, Rismon menyampaikan pada Gibran bahwa dirinya akan menulis buku antitesis dari “Jokowi’s White Paper” dan “Gibran End Game”.
“Saya memang katakan kepada Mas Wapres, saya akan tuliskan koreksi saya terhadap penelitian saya yang tidak lengkap: Jokowi’s White Paper dan Gibran End Game. Dan saya minta izin saya tuntaskan di kampung saya di Balige. Saya akan mempublikasikannya,” katanya. Ia menambahkan penulisan buku tersebut setidaknya memakan waktu enam bulan, sehingga diharapkan dapat dipublikasi pada tahun ini. (*/ANTARA)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q