Monday, January 12, 2026
32 C
Jayapura

Greenland Target Trump Berikutnya

JAKARTA – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan jika dirinya berencana bertemu dengan para pejabat Denmark minggu depan. Pertemuan itu diadakan setelah pemerintahan Donald Trump kembali menegaskan niatnya untuk mengambil alih Greenland, pulau Arktik strategis yang merupakan wilayah otonom Denmark.

Rubio menyampaikan kepada sejumlah anggota parlemen terpilih bahwa niat pemerintah membeli Greenland bukanlah untuk merebutnya dengan kekuatan militer. Pernyataan ini disampaikan dalam pengarahan rahasia pada Senin malam di Capitol Hill, sebagaimana pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal berdasarkan keterangan sumber anonim yang mengetahui isi diskusi pribadi tersebut.

Pada hari Rabu (7/1), Rubio mengatakan kepada wartawan bahwa Trump telah membicarakan tentang akuisisi Greenland sejak masa jabatan pertamanya. “Itu selalu menjadi niat presiden sejak awal. Dia (Trump) bukan presiden Amerika Serikat pertama yang telah meneliti atau mempertimbangkan bagaimana kita dapat mengakuisisi Greenland,” kata Rubio.

Baca Juga :  Nabi Nuh Palsu Ebo Noah Ditangkap Polisi

Dia berada di Capitol Hill untuk pengarahan dengan seluruh senat dan DPR, di mana pertanyaan dari para anggota parlemen tidak hanya berpusat pada operasi pemerintah untuk menangkap mantan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro, tetapi juga pada komentar Trump baru-baru ini tentang Greenland.

Ketegangan dengan negara-negara anggota NATO meningkat, setelah Gedung Putih mengatakan pada hari Selasa bahwa militer Amerika Serikat selalu menjadi pilihan. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen memperingatkan awal pekan ini bahwa pengambilalihan oleh Amerika Serikat akan sama dengan berakhirnya NATO.

“Negara-negara Nordik tidak sembarangan membuat pernyataan seperti ini,” kata Maria Martisiute, analis pertahanan di lembaga think tank European Policy Centre, kepada Associated Press pada hari Rabu.

Baca Juga :  AS Berikan Bantuan Rp 1,58 Triliun untuk Rakyat Palestina di Jalur Gaza

“Tetapi Trump dengan bahasanya sangat bombastis, dan hampir menyerupai ancaman langsung serta intimidasi, mengancam sekutu lain dengan mengatakan ‘Saya akan menguasai atau mencaplok wilayah tersebut’.”

JAKARTA – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan jika dirinya berencana bertemu dengan para pejabat Denmark minggu depan. Pertemuan itu diadakan setelah pemerintahan Donald Trump kembali menegaskan niatnya untuk mengambil alih Greenland, pulau Arktik strategis yang merupakan wilayah otonom Denmark.

Rubio menyampaikan kepada sejumlah anggota parlemen terpilih bahwa niat pemerintah membeli Greenland bukanlah untuk merebutnya dengan kekuatan militer. Pernyataan ini disampaikan dalam pengarahan rahasia pada Senin malam di Capitol Hill, sebagaimana pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal berdasarkan keterangan sumber anonim yang mengetahui isi diskusi pribadi tersebut.

Pada hari Rabu (7/1), Rubio mengatakan kepada wartawan bahwa Trump telah membicarakan tentang akuisisi Greenland sejak masa jabatan pertamanya. “Itu selalu menjadi niat presiden sejak awal. Dia (Trump) bukan presiden Amerika Serikat pertama yang telah meneliti atau mempertimbangkan bagaimana kita dapat mengakuisisi Greenland,” kata Rubio.

Baca Juga :  Kunjungi Papua, Menteri Hadi Serahkan Sertipikat Tanah Ulayat Suku Sawoi Hnya

Dia berada di Capitol Hill untuk pengarahan dengan seluruh senat dan DPR, di mana pertanyaan dari para anggota parlemen tidak hanya berpusat pada operasi pemerintah untuk menangkap mantan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro, tetapi juga pada komentar Trump baru-baru ini tentang Greenland.

Ketegangan dengan negara-negara anggota NATO meningkat, setelah Gedung Putih mengatakan pada hari Selasa bahwa militer Amerika Serikat selalu menjadi pilihan. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen memperingatkan awal pekan ini bahwa pengambilalihan oleh Amerika Serikat akan sama dengan berakhirnya NATO.

“Negara-negara Nordik tidak sembarangan membuat pernyataan seperti ini,” kata Maria Martisiute, analis pertahanan di lembaga think tank European Policy Centre, kepada Associated Press pada hari Rabu.

Baca Juga :  Tersimpan di Amerika, 3000 an Koleksi Budaya Papua di Akan Dikembalikan

“Tetapi Trump dengan bahasanya sangat bombastis, dan hampir menyerupai ancaman langsung serta intimidasi, mengancam sekutu lain dengan mengatakan ‘Saya akan menguasai atau mencaplok wilayah tersebut’.”

Berita Terbaru

Artikel Lainnya