Saturday, April 5, 2025
28.7 C
Jayapura

Optimis Saham Indonesia di Freeport akan Menjadi 61 Persen

Meski sulit, Jokowi cukup percaya diri. Kepala Negara juga enggan untuk melakukan tindakan lain. Saat pertemuan dengan Bos Freeport, sempat ada wacana untuk perpanjang ekspor tembaga. “Ini negosiasinya dirampungkan dulu baru ngurus yang lainnya,” tuturnya. kini pemerintah menyiapkan regulasi untuk menambah saham.

Ditemui di Komplek Istana Negara, Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas menyebut telah menyampaikan perkembangan terkini smelter di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik. Dia menyatakan tempat pemurnian dan pengolahan tembaga ini pembangunannya sudah sampai 92 persen.

“Harapan bisa selesai Mei,” katanya. Setelah itu smelter ini bisa mulai beroperasi pada Juni tahun ini. Pemerintah membatasi ekspor tembaga dan PT Freeport Indonesia diberi waktu hingga Mei. Namun perusahaan itu meminta perpanjangan waktu hingga Desember. Menurut Tony, urgensi dari perpanjangan waktu ini berkaitan dengan penerimaan negara. “Berkurang kira-kira USD 2 miliar,” ucapnya. Ini hanya dalam kurun waktu Juni hingga Desember saja. (lyn)

Baca Juga :  Binmas Noken Datangi Tokoh dan Masyarakat Di Kabupaten Puncak

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Meski sulit, Jokowi cukup percaya diri. Kepala Negara juga enggan untuk melakukan tindakan lain. Saat pertemuan dengan Bos Freeport, sempat ada wacana untuk perpanjang ekspor tembaga. “Ini negosiasinya dirampungkan dulu baru ngurus yang lainnya,” tuturnya. kini pemerintah menyiapkan regulasi untuk menambah saham.

Ditemui di Komplek Istana Negara, Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas menyebut telah menyampaikan perkembangan terkini smelter di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik. Dia menyatakan tempat pemurnian dan pengolahan tembaga ini pembangunannya sudah sampai 92 persen.

“Harapan bisa selesai Mei,” katanya. Setelah itu smelter ini bisa mulai beroperasi pada Juni tahun ini. Pemerintah membatasi ekspor tembaga dan PT Freeport Indonesia diberi waktu hingga Mei. Namun perusahaan itu meminta perpanjangan waktu hingga Desember. Menurut Tony, urgensi dari perpanjangan waktu ini berkaitan dengan penerimaan negara. “Berkurang kira-kira USD 2 miliar,” ucapnya. Ini hanya dalam kurun waktu Juni hingga Desember saja. (lyn)

Baca Juga :  Lonjakan Penumpang Mudik Menggunakan Garuda Mulai Terlihat

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya