Sunday, February 1, 2026
25.2 C
Jayapura

MBG Berdampak, Stunting di Papua Perlahan Menurun

JAYAPURA – Kepala Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangg) atau BKKBN wilayah Papua, Sarles Babar mengungkapkan bahwa angka prevalensi stunting di Papua perlahan mengalami penurunan.

Menurutnya, penurunan angka stunting di Papua tak terlepas dari kerja keras pihaknya dan stakeholder terkait yang telah berkerja sama dengan Kemendukbangga wilayah Papua selama ini.

Menurutnya kerjasama lintas sektoral salah satunya adalah Badan Gizi Nasional (BGN) melalu penyaluran Makan bergizi Gratis (MBG) sangat membantu pihak dalam mengatasi stunting di Papua.

Angka stunting di Papua secara umum berdasarkan data tahun (2025) berada pada 24 persen. Meski Sarles tak menjelaskan secara detail terkait dengan perbandingan dengan tahun-tahun sebelumnya, namun yang pasti menurutnya stunting di Papua menurun sekira 4 persen dari sebelumnya sekira diangka 28 persen.

Baca Juga :  Biak Numfor Terima Bantuan 2500 Porsi Makanan Bergizi dari Pemerintah Jepang

Akan tetapi kepala Kemendukbangga itu menjelaskan setiap kabupaten/kota memiliki data masing-masing. Sebagai contoh di Kota/kabupaten Jayapura angka stuntingnya sudah berada di bawa angka 20 persen. Kasus stunting yang masih tinggi hingga saat ini terdapat di Kabupaten Memberamo Tengah, Memberamo Raya dan beberapa kabupaten lainnya meski tidak signifikan naiknya.

JAYAPURA – Kepala Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangg) atau BKKBN wilayah Papua, Sarles Babar mengungkapkan bahwa angka prevalensi stunting di Papua perlahan mengalami penurunan.

Menurutnya, penurunan angka stunting di Papua tak terlepas dari kerja keras pihaknya dan stakeholder terkait yang telah berkerja sama dengan Kemendukbangga wilayah Papua selama ini.

Menurutnya kerjasama lintas sektoral salah satunya adalah Badan Gizi Nasional (BGN) melalu penyaluran Makan bergizi Gratis (MBG) sangat membantu pihak dalam mengatasi stunting di Papua.

Angka stunting di Papua secara umum berdasarkan data tahun (2025) berada pada 24 persen. Meski Sarles tak menjelaskan secara detail terkait dengan perbandingan dengan tahun-tahun sebelumnya, namun yang pasti menurutnya stunting di Papua menurun sekira 4 persen dari sebelumnya sekira diangka 28 persen.

Baca Juga :  Hanya BTM-CK Yang Memiliki Pengalaman Kerja Nyata

Akan tetapi kepala Kemendukbangga itu menjelaskan setiap kabupaten/kota memiliki data masing-masing. Sebagai contoh di Kota/kabupaten Jayapura angka stuntingnya sudah berada di bawa angka 20 persen. Kasus stunting yang masih tinggi hingga saat ini terdapat di Kabupaten Memberamo Tengah, Memberamo Raya dan beberapa kabupaten lainnya meski tidak signifikan naiknya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya