Tuesday, January 27, 2026
32.7 C
Jayapura

Pembangunan NICU–PICU Rampung, RS Ramela Siapkan SDM dan Alkes

JAYAPURA – Pembangunan ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) di Rumah Sakit Ramela kini telah rampung sepenuhnya. Hal tersebut disampaikan Direktur RS Ramela, Frederik Hisage, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (23/1).

Frederik menjelaskan, secara fisik pembangunan NICU–PICU telah selesai 100 persen. Namun demikian, fasilitas tersebut belum dapat digunakan untuk pelayanan karena masih menunggu kelengkapan alat kesehatan (Alkes) serta kesiapan sumber daya manusia (SDM).

“Progres pembangunan sudah selesai semua dan siap. Tetapi untuk operasionalnya, kami masih menunggu Alkes serta SDM yang saat ini sedang dipersiapkan,” ujar Frederik.

Ia menyebutkan, pihak RS Ramela telah merencanakan pelatihan khusus bagi tenaga perawat NICU/PICU, dengan jumlah awal sebanyak dua orang. Pelatihan tersebut akan dilaksanakan di luar Papua guna memastikan tenaga kesehatan memiliki kompetensi sesuai standar pelayanan intensif neonatal dan pediatrik.

Baca Juga :  Didesain Khusus, Terminal Entrop Bisa Untuk Kegiatan Ekonomi

JAYAPURA – Pembangunan ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) di Rumah Sakit Ramela kini telah rampung sepenuhnya. Hal tersebut disampaikan Direktur RS Ramela, Frederik Hisage, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (23/1).

Frederik menjelaskan, secara fisik pembangunan NICU–PICU telah selesai 100 persen. Namun demikian, fasilitas tersebut belum dapat digunakan untuk pelayanan karena masih menunggu kelengkapan alat kesehatan (Alkes) serta kesiapan sumber daya manusia (SDM).

“Progres pembangunan sudah selesai semua dan siap. Tetapi untuk operasionalnya, kami masih menunggu Alkes serta SDM yang saat ini sedang dipersiapkan,” ujar Frederik.

Ia menyebutkan, pihak RS Ramela telah merencanakan pelatihan khusus bagi tenaga perawat NICU/PICU, dengan jumlah awal sebanyak dua orang. Pelatihan tersebut akan dilaksanakan di luar Papua guna memastikan tenaga kesehatan memiliki kompetensi sesuai standar pelayanan intensif neonatal dan pediatrik.

Baca Juga :  Pengungsi Nduga Alami Kekurangan Gizi

Berita Terbaru

Artikel Lainnya