Saturday, February 7, 2026
32.7 C
Jayapura

Selamatkan Perempuan dan Anak Port Numbay

JAYAPURA – Wujudkan generasi emas, anak asli Port Numbay pada tahun 2041 mendatang Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jayapura bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Jayapura tengah menggelar Sosialisasi Perlindungan Anak dan Pengembangan Keluarga Asli Port Numbay.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Kotaraja itu berlangsung selama tiga hari kedepan yakni, Rabu, Kamis dan Jumat (17,18-19/12), dengan tema “Selamatkan Perempuan dan Anak Port Numbay untuk Masa Depan Papua”.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, drg. Juliana Napitupulu, MM, yang menegaskan bahwa pembangunan manusia menuju Indonesia Emas harus dimulai dari penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendekatan siklus hidup.

Baca Juga :  Pengembangan Sektor Wisata, Harus Beri Manfaat Bagi OAP Port Numbay

“Pembangunan kesehatan dilakukan sejak ibu hamil, bayi baru lahir, balita, remaja, dewasa hingga lansia, dengan meningkatkan kualitas layanan, akses pelayanan kesehatan, serta kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat,” jelas Juliana, Rabu (17/12).

Juliana juga menyoroti pentingnya kesiapan pasangan usia subur dan calon pengantin untuk mencegah kehamilan berisiko, yang dikenal dengan konsep 4T, yakni terlalu tua (hamil di atas 35 tahun), terlalu muda (hamil di bawah 20 tahun), terlalu sering (jarak kehamilan kurang dari dua tahun), dan terlalu banyak (jumlah anak lebih dari tiga).

Selain itu, ia menyampaikan pencanangan program Suami Siaga pada, 1 Desember 2025, yang mendorong peran aktif suami dalam mendampingi istri selama kehamilan, persalinan hingga pascamelahirkan.

Baca Juga :  Dinkes Bahas Capaian Kinerja Selama 2023

“Masih banyak ibu hamil datang ke Puskesmas atau rumah sakit sendiri tanpa didampingi suami. Kehamilan sering dianggap hanya urusan istri. Padahal, dukungan suami sangat penting, baik secara fisik maupun emosional,” terangnya.

JAYAPURA – Wujudkan generasi emas, anak asli Port Numbay pada tahun 2041 mendatang Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jayapura bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Jayapura tengah menggelar Sosialisasi Perlindungan Anak dan Pengembangan Keluarga Asli Port Numbay.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Kotaraja itu berlangsung selama tiga hari kedepan yakni, Rabu, Kamis dan Jumat (17,18-19/12), dengan tema “Selamatkan Perempuan dan Anak Port Numbay untuk Masa Depan Papua”.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, drg. Juliana Napitupulu, MM, yang menegaskan bahwa pembangunan manusia menuju Indonesia Emas harus dimulai dari penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendekatan siklus hidup.

Baca Juga :  Lagi, Bayi Dibuang dan Ditemukan Tak Bernyawa

“Pembangunan kesehatan dilakukan sejak ibu hamil, bayi baru lahir, balita, remaja, dewasa hingga lansia, dengan meningkatkan kualitas layanan, akses pelayanan kesehatan, serta kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat,” jelas Juliana, Rabu (17/12).

Juliana juga menyoroti pentingnya kesiapan pasangan usia subur dan calon pengantin untuk mencegah kehamilan berisiko, yang dikenal dengan konsep 4T, yakni terlalu tua (hamil di atas 35 tahun), terlalu muda (hamil di bawah 20 tahun), terlalu sering (jarak kehamilan kurang dari dua tahun), dan terlalu banyak (jumlah anak lebih dari tiga).

Selain itu, ia menyampaikan pencanangan program Suami Siaga pada, 1 Desember 2025, yang mendorong peran aktif suami dalam mendampingi istri selama kehamilan, persalinan hingga pascamelahirkan.

Baca Juga :  Semuel : Sektor Pendidikan dan Kesehatan Harus  Dapat Perhatian Serius

“Masih banyak ibu hamil datang ke Puskesmas atau rumah sakit sendiri tanpa didampingi suami. Kehamilan sering dianggap hanya urusan istri. Padahal, dukungan suami sangat penting, baik secara fisik maupun emosional,” terangnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya