Thomas meminta agar Yusril betul betul berdiri atas kepentingan semua golongan. Jangan kemudian karena jajarannya saat ini sebagian dari organisasi Peradi, lantas Ia dengan mudahnya mengeluarkan statement atau berpendangan yang justru merusak tatanan hukum di Indonesia.
โSebagai pejabat pemerintahan, Yusril bukanlah milik satu golongan, tetapi milik seluruh advokat. Sudah selayaknya Ia tidak menempatkan diri secara ekslusif di satu golongan. Semua kepentingan organisasi Advokat harus diakomodir, dan menjadi seorang negarawan yang berada di tengah-tengah seluruh advokat di Indonesia,โ sarannya.
Ia pun mengingatkan bahwa Yursli mestinya memahami perjalanan organiasi advokat di Indonesia. Sejarah menejelaskan bahwa organisasi advokat pertama di Indonesia adalah Peradin bukan Peradi. Bahkan, pembentukan Peradi tidak sesuai dengan amanat UU Advokat Nomor 18 Tahun 2003, yang memberikan waktu dua tahun untuk membentuk organisasi advokat.
โSaya harap Yusril memahami dinamika organisasi Advokat, jangan kemudian menyesatkan masyarakat, kita juga bisa katakan bahwa Peradi tidak jelas, karena sampai saat ini masih dipimpin 4 atau 5 orang didalamnya jadi Peradi yang betul yang mana, akan tetapi sesama profesi kita tidak boleh berbicara seperti itu,โ tutur Tomas.
Oleh sebab itu, Ia meminta Yusril dapat mengklarifikasi pernyataannya sebab pernyataan tersebut merusak citra hukum, dan tentunya berdampak pada dinamika organiasi Advokat lainnya di Indonesia. Yang tentunya juga akan mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat kepada organisasi advokat diluar Peradi.
โSaya harap pernyataan ini diklarifikasi, karena ini sangat mempengaruhi hubungan kami di tengah masyarakat, dan tentu ini akan mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat kepada kami,โ tegas Thomas yang minta Preside Pravowi mencopot Yusril Mahendra.(rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos