Saturday, January 3, 2026
26.4 C
Jayapura

RS Diminta Rutin Input SIRS Online

JAYAPURA- Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari, meminta manajemen rumah sakit di Kota Jayapura dapat mengisi dan secara rutin memperbarui Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) dalam penanganan Covid 19.

“Seperti jumlah tempat tidur dan ruang isolasi. Kebutuhan oksigen yang belum terupdate juga secara rutin. Kami mohon itu rutin dilakukan. Karena kita dipantau hingga di tingkat nasional, sehingga kalau memang betul-betul kebutuhan kita kurang, kita akan bisa disupport dari nasional,” terang dr. Ni Nyoman Sri Antari, Kamis (5/8) kemarin.

Diakui dr. Antari bahwa seperti halnya RSUD Jayapura yang tidak pernah menginput SIRS. Ketika ditanya, dikonfirmasi kebutuhan habis pakai, seperti tabung oksigen. 

Baca Juga :  Datangi Pantai Weref Cerita Soal Bahaya Miras

“Saya tanya, satu hari itu habis dari 150 tabung yang dibutuhkan. Sebenarnya, pemakaiannya berapa? Kemudian, dari jumlah pasiennya, kalau kita lihat dari nasional, jumlah pasien kita tidak banyak, mungkinkah itu tidak dimanajemen dengan baik? Kita belajar dari Direktur RS Dian Harapan dan Direktur RS Provita, akhirnya ketemu persoalannya,” jelasnya.

Sedangkan untuk BOR (bed occupancy rate) sebenarnya ada beberapa rumah sakit yang tidak penuh.

“Jadi, masih bisa menerima (pasien) tapi kami mohon agar melihat (ketersediaan tabung) oksigennya. Artinya, kalau pasien datang ke rumah sakit tapi tidak ada tabung oksigen, kami khawatir juga. Jadi kami minta untuk dapat menginput, mengupdate, SIRS Online secara lengkap. Kalau boleh ada tenaga khusus yang dipersiapkan untuk menginput itu,” pungkasnya. (gr/wen)

Baca Juga :  Kasus Sembuh Capai 88 Persen

JAYAPURA- Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari, meminta manajemen rumah sakit di Kota Jayapura dapat mengisi dan secara rutin memperbarui Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) dalam penanganan Covid 19.

“Seperti jumlah tempat tidur dan ruang isolasi. Kebutuhan oksigen yang belum terupdate juga secara rutin. Kami mohon itu rutin dilakukan. Karena kita dipantau hingga di tingkat nasional, sehingga kalau memang betul-betul kebutuhan kita kurang, kita akan bisa disupport dari nasional,” terang dr. Ni Nyoman Sri Antari, Kamis (5/8) kemarin.

Diakui dr. Antari bahwa seperti halnya RSUD Jayapura yang tidak pernah menginput SIRS. Ketika ditanya, dikonfirmasi kebutuhan habis pakai, seperti tabung oksigen. 

Baca Juga :  Pemkot Jayapura Ajak Kaum Ibu Berperan Aktif Tangani Stunting

“Saya tanya, satu hari itu habis dari 150 tabung yang dibutuhkan. Sebenarnya, pemakaiannya berapa? Kemudian, dari jumlah pasiennya, kalau kita lihat dari nasional, jumlah pasien kita tidak banyak, mungkinkah itu tidak dimanajemen dengan baik? Kita belajar dari Direktur RS Dian Harapan dan Direktur RS Provita, akhirnya ketemu persoalannya,” jelasnya.

Sedangkan untuk BOR (bed occupancy rate) sebenarnya ada beberapa rumah sakit yang tidak penuh.

“Jadi, masih bisa menerima (pasien) tapi kami mohon agar melihat (ketersediaan tabung) oksigennya. Artinya, kalau pasien datang ke rumah sakit tapi tidak ada tabung oksigen, kami khawatir juga. Jadi kami minta untuk dapat menginput, mengupdate, SIRS Online secara lengkap. Kalau boleh ada tenaga khusus yang dipersiapkan untuk menginput itu,” pungkasnya. (gr/wen)

Baca Juga :  Dishut LH  Kembangkan Sektor Usaha Hasil Hutan Bukan Kayu

Berita Terbaru

Artikel Lainnya