Lebih lanjut, Basir menjelaskan bahwa Uncen memiliki potensi akademik yang sangat memadai untuk menopang kebutuhan riset dan pengembangan SDM perusahaan. Dengan menaungi sembilan (9) fakultas, satu (1) program pascasarjana, serta didukung oleh 58 guru besar dan 261 doktor, Uncen siap mengintegrasikan kurikulum kampus seperti keselamatan kerja, hukum, dan kewirausahaan (entrepreneurship) dengan kebutuhan lapangan.
Penandatanganan MoU tersebut nantinya akan ditindaklanjuti secara spesifik melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) lintas fakultas, sehingga jangkauan pemagangan dan riset mahasiswa tidak hanya terbatas pada satu bidang keilmuan saja.
Menanggapi kesiapan Uncen, Direktur TSE Group, Wicklief F. Leunufna, menyambut hangat dan mengapresiasi keterbukaan kampus terbesar di Papua tersebut. Pihaknya menegaskan komitmen penuh untuk mengulurkan tangan dan menerima mahasiswa Uncen yang akan melaksanakan program magang maupun penelitian lapangan.
Wicklief menyoroti pentingnya menyatukan dua kekuatan utama: keahlian teoritis dari akademisi serta pengalaman praktis operasional yang dimiliki perusahaan selama puluhan tahun di Papua.
“Pengalaman ilmiah dan tulisan-tulisan akademis berbasis riset mumpuni dimiliki oleh Uncen. Di sisi lain, kami memiliki pengalaman operasional langsung di lapangan. Ketika kedua hal ini disinergikan, kita dapat saling mengisi dan melengkapi. Setiap pelaksanaan operasional di lapangan yang dievaluasi dan ditingkatkan melalui kajian ilmiah akan menghasilkan tata kelola kerja yang jauh lebih efektif dan efisien,” jelas Wicklief.
Terkait besaran kuota mahasiswa yang akan diserap dalam program pemagangan, pihak TSE Group menyatakan sangat fleksibel dan terbuka untuk mendiskusikan teknis pelaksanaannya bersama jajaran pimpinan Uncen.
Lebih lanjut, Basir menjelaskan bahwa Uncen memiliki potensi akademik yang sangat memadai untuk menopang kebutuhan riset dan pengembangan SDM perusahaan. Dengan menaungi sembilan (9) fakultas, satu (1) program pascasarjana, serta didukung oleh 58 guru besar dan 261 doktor, Uncen siap mengintegrasikan kurikulum kampus seperti keselamatan kerja, hukum, dan kewirausahaan (entrepreneurship) dengan kebutuhan lapangan.
Penandatanganan MoU tersebut nantinya akan ditindaklanjuti secara spesifik melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) lintas fakultas, sehingga jangkauan pemagangan dan riset mahasiswa tidak hanya terbatas pada satu bidang keilmuan saja.
Menanggapi kesiapan Uncen, Direktur TSE Group, Wicklief F. Leunufna, menyambut hangat dan mengapresiasi keterbukaan kampus terbesar di Papua tersebut. Pihaknya menegaskan komitmen penuh untuk mengulurkan tangan dan menerima mahasiswa Uncen yang akan melaksanakan program magang maupun penelitian lapangan.
Wicklief menyoroti pentingnya menyatukan dua kekuatan utama: keahlian teoritis dari akademisi serta pengalaman praktis operasional yang dimiliki perusahaan selama puluhan tahun di Papua.
“Pengalaman ilmiah dan tulisan-tulisan akademis berbasis riset mumpuni dimiliki oleh Uncen. Di sisi lain, kami memiliki pengalaman operasional langsung di lapangan. Ketika kedua hal ini disinergikan, kita dapat saling mengisi dan melengkapi. Setiap pelaksanaan operasional di lapangan yang dievaluasi dan ditingkatkan melalui kajian ilmiah akan menghasilkan tata kelola kerja yang jauh lebih efektif dan efisien,” jelas Wicklief.
Terkait besaran kuota mahasiswa yang akan diserap dalam program pemagangan, pihak TSE Group menyatakan sangat fleksibel dan terbuka untuk mendiskusikan teknis pelaksanaannya bersama jajaran pimpinan Uncen.