MIMIKA – Sejumlah warga di RT 11 dan RT 45, Kelurahan Kamoro Jaya, Kawasan Jalan Hasanudin-Irigasi Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengeluhkan kondisi infrastruktur dasar yang hingga kini belum memadai.
Alex Onawame, warga setempat menyampaikan langsung keluhan ini kepada Kepala Distrik Wania Merlyn Temorubun saat kunjungan lapangan dalam rangka Clean Friday pada Jumat (23/1).
Menurut Alex, sejak lama warga di kawasan itu hidup dalam keterbatasa, walaupun wilayah itu berada di jantung kota Timika. Bahkan, sejak periode 2006-2007 terjadi pembangunan jalan di wilayah itu dan kini kondisinya telah rusak, namun tidak pernah disentuh pemerintah.
Kawasan ini menurut Alex memang teramat jauh dari perhatian Pemerintah Daerah. Contohnya seperti perbaikan infrastruktur jalan yang sudah berusia lebih dari 10 tahun tersebut.
“Kondisi jalan ini sangat memprihatinkan. Masyarakat sering kesulitan melintas, bahkan pernah ada seorang ibu yang melahirkan di tengah jalan karena kendaraan tidak bisa lewat dengan baik akibat jalan berlubang dan rusak,” kata Alex.
Selain jalan, Alex juga mengungkapkan bahwa rumah layak huni di kawasan ini sangatlah terbatas. Dalam satu rumah bisa dihuni lebih dari dua kepala keluarga.
Selanjutnya, air bersih di wilayah ini juga terbatas. Sehari-hari warga mandi, memasak dan menyelesaikan aktivitas lainnya dengan menggunakan air keruh. Kondisi ini tentu berdampak pada kesehatan.
“Sebelumnya ada penyediaan sumur boor dari pihak TNI-Polri tetapi fasilitasnya sudah rusak dan tidak dapat digunakan lagi. Sehingga hal itu membuat anak-anak mandi di kali, kami juga cuci piring dan pakaian di situ. Air yang digunakan di kali ini jelas tidak sehat, tapi kami tidak punya pilihan lain karena tidak ada air bersih,” jelasnya.