alexametrics
24.7 C
Jayapura
Sunday, July 3, 2022

Pemkab Harus Teliti Keluarkan IMB

Beberapa warga saat melihat rumahnya yang tertimbun material pasca banjir bandang di BTN Grand Bintang Timur, Kelurahan Dabonsolo Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (18/3).(FOTO : Yewen/Cepos)

SENTANI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura diminta lebih teliti mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), khususnya untuk perumahan, pasalnya saat ini cukup    marak pembangunan perumahan di pinggiran sungai dan di tempat-tempat resapan air yang sangat rawan banjir. 

Pembangunan perumahan tersebut diantaranya BTN Gajah Mada, BTN Grand Bintang Timur dan beberapa BTN lainnya.

Ketua RT. 005 Perumahan BTN Grand Bintang Timur, Erik  mengungkapkan, IMB pembangunan perumahan BTN ini ada, tapi lokasi pembangunannya tidak sesuai, karena pembangunan perumahannya berada di daerah aliran sungai.

 “IMB memang ada, tetapi tempat perumahan ini sebenarnya salah. Sehingga boleh dikatakan IMB yang dikeluarkan tidak sesuai,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos di Perumahan BTN Grand Bintang Timur, Kelurahan Dobonsolo, Distrik Sentani Kabupaten Jayapura, Senin (18/3).

Baca Juga :  Sempat Diduga Meninggal Karena Covid-19

Dari pantauan Cenderawasih Pos di RT. 005 Perumahan BTN Bintang Timur ada 20 kepala keluarga (KK) yang mengalami banjir dan bahkan ada beberapa rumah yang langsung tertimbun material, karena berada di pinggir aliran sungai tersebut.

Erik menyatakan, Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) yang dikeluarkan sebenarnya tidak sesuai, sebab BTN Bintang Timur ini berada di dataran rendah dan di pinggiran sungai, sehingga ketika hujan pasti banjir.

“Amdalnya tidak sesuai karena sampai sekarang limbah rumah tangga juga tidak terbuang dengan baik,” ujarnya.

Dirinya meminta kepada Pemkab Jayapura agar ke depan dapat meneliti dengan baik setiap izin perumahan yang dibangun di wilayah Kabupaten Jayapura, jangan sampai salah membangun perumahan di pinggiran sungai atau di lokasi aliran sungai. (bet/tho)

Baca Juga :  Di Kali Amai, Seorang Wanita Ditemukan Tewas
Beberapa warga saat melihat rumahnya yang tertimbun material pasca banjir bandang di BTN Grand Bintang Timur, Kelurahan Dabonsolo Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (18/3).(FOTO : Yewen/Cepos)

SENTANI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura diminta lebih teliti mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), khususnya untuk perumahan, pasalnya saat ini cukup    marak pembangunan perumahan di pinggiran sungai dan di tempat-tempat resapan air yang sangat rawan banjir. 

Pembangunan perumahan tersebut diantaranya BTN Gajah Mada, BTN Grand Bintang Timur dan beberapa BTN lainnya.

Ketua RT. 005 Perumahan BTN Grand Bintang Timur, Erik  mengungkapkan, IMB pembangunan perumahan BTN ini ada, tapi lokasi pembangunannya tidak sesuai, karena pembangunan perumahannya berada di daerah aliran sungai.

 “IMB memang ada, tetapi tempat perumahan ini sebenarnya salah. Sehingga boleh dikatakan IMB yang dikeluarkan tidak sesuai,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos di Perumahan BTN Grand Bintang Timur, Kelurahan Dobonsolo, Distrik Sentani Kabupaten Jayapura, Senin (18/3).

Baca Juga :  Masyarakat Adat Harus Komitmen Tidak Jual Tanah

Dari pantauan Cenderawasih Pos di RT. 005 Perumahan BTN Bintang Timur ada 20 kepala keluarga (KK) yang mengalami banjir dan bahkan ada beberapa rumah yang langsung tertimbun material, karena berada di pinggir aliran sungai tersebut.

Erik menyatakan, Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) yang dikeluarkan sebenarnya tidak sesuai, sebab BTN Bintang Timur ini berada di dataran rendah dan di pinggiran sungai, sehingga ketika hujan pasti banjir.

“Amdalnya tidak sesuai karena sampai sekarang limbah rumah tangga juga tidak terbuang dengan baik,” ujarnya.

Dirinya meminta kepada Pemkab Jayapura agar ke depan dapat meneliti dengan baik setiap izin perumahan yang dibangun di wilayah Kabupaten Jayapura, jangan sampai salah membangun perumahan di pinggiran sungai atau di lokasi aliran sungai. (bet/tho)

Baca Juga :  Semua Harus Peduli Danau Sentani

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/